Karawang, Lintaskarawang.com – Penemuan limbah medis di Kampung Bedeng, Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, memicu perbincangan hangat di tengah masyarakat. Limbah yang diduga berasal dari salah satu rumah sakit swasta di Karawang ini menimbulkan keresahan, terutama menyangkut aspek kesehatan dan pencemaran lingkungan.
Sejumlah pihak mendesak agar dilakukan upaya hukum untuk mengusut tuntas temuan tersebut. Mereka menilai, tindakan tegas perlu diambil agar kejadian serupa tidak terulang dan menjadi efek jera bagi para pelaku yang lalai dalam pengelolaan limbah medis.
Namun di sisi lain, Ketua DPD Gerakan Militansi Pejuang Indonesia (GMPI) Kabupaten Karawang, Rahardian atau yang akrab disapa Iyan, memiliki sudut pandang berbeda. Ia menilai bahwa tanggung jawab utama atas persoalan ini berada di tangan pihak ketiga atau vendor pengelola limbah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Yang harus dipertanyakan adalah vendor yang diberi tanggung jawab mengelola limbah. Ini bukan hanya soal siapa pemilik limbahnya, tapi bagaimana proses penanganannya di lapangan. Harusnya vendor profesional dan bertanggung jawab,” ujar Iyan, Sabtu (12/4/2025).
Senada dengan Iyan, aktivis Karawang yang dikenal dekat dengan kalangan petani, Kang Bogel, juga mengajak untuk tidak langsung mencari kambing hitam. Menurutnya, yang lebih penting adalah membangun komunikasi dan memperbaiki sistem pengelolaan limbah agar tidak ada pihak yang dirugikan di masa mendatang.
“Jangan terlalu jauh berpikir siapa yang salah dulu. Lihat persoalannya, perbaiki sistem, bangun komunikasi antar pihak, agar kejadian ini tidak berulang. Karena kalau begini terus, akan banyak yang jadi korban,” tutur Kang Bogel.
Menurut informasi yang dihimpun, vendor telah diberikan tanggung jawab penuh untuk mengelola dan membuang limbah medis sesuai prosedur standar. Maka dari itu, apabila terjadi kesalahan di lapangan, pihak vendor harus dievaluasi bahkan ditindak jika terbukti lalai.
Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan segera melakukan investigasi menyeluruh dan membuka hasilnya secara transparan kepada publik. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa pengelolaan limbah medis tidak bisa dianggap remeh karena menyangkut keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan. (LK)













Tinggalkan Balasan