Keren! Produk Kreatif Karawang Tembus Nigeria, Inovasi Olah Limbah Industri Dilirik Menteri Ekraf

- Penulis

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Forum Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten Karawang menunjukkan kiprahnya di tingkat nasional dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Indonesia Creative Cities Network (ICCN) dan Indonesia Creative Connect (ICC) 2026.

Forum Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten Karawang menunjukkan kiprahnya di tingkat nasional dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Indonesia Creative Cities Network (ICCN) dan Indonesia Creative Connect (ICC) 2026.

JAKARTA | Lintaskarawang.com  — Forum Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten Karawang menunjukkan kiprahnya di tingkat nasional dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Indonesia Creative Cities Network (ICCN) dan Indonesia Creative Connect (ICC) 2026. Dalam ajang tersebut, Forum Ekraf Karawang memperkenalkan diri sebagai intellectual property (IP) baru di bawah naungan ICCN Jawa Barat, sekaligus menampilkan inovasi ekonomi sirkular yang mulai menembus pasar internasional.

Pendiri sekaligus Wakil Ketua Forum Ekraf Karawang, Luthfi Ansori, menegaskan bahwa keikutsertaan Karawang dalam agenda nasional ini merupakan bagian dari komitmen untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif daerah melalui inovasi, kolaborasi, dan pengembangan produk berdaya saing global.

“Karawang menghadirkan produk unggulan dalam display ICCN Jawa Barat yang mengacu pada isu dunia, sejalan dengan semangat green economy atau ekonomi hijau,” ujar Luthfi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karrasi19 Tembus Nigeria, Tarik Perhatian Kemenekraf

Salah satu produk yang mencuri perhatian dalam ajang tersebut adalah Karrasi19, inovasi asal Karawang yang mengolah limbah industri menjadi produk bernilai tambah. Inisiatif ini telah dikembangkan sejak 29 Juni 2020 sebagai upaya mengubah persoalan limbah menjadi peluang ekonomi melalui pendekatan ekonomi sirkular.

Produk Karrasi19 menarik perhatian Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, saat mengunjungi area display bersama Ketua Umum ICCN, Tubagus Fiki C. Satari. Dalam kesempatan itu, Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menyampaikan komitmen untuk memberikan rekomendasi guna mempermudah akses bahan baku limbah industri bagi para perajin.

Ketua Forum Ekraf Karawang, Asep R. Sundapura, yang mendampingi inovator Karrasi19, Supriadi, mengungkapkan bahwa produk tersebut kini memiliki 31 stock keeping unit (SKU) yang telah lolos kurasi dan berhasil melakukan ekspor perdana ke Nigeria.

“Ini menjadi momentum penting bagi produk lokal Karawang untuk melangkah ke pasar global,” ungkap Asep.

Tak hanya Nigeria, sampel produk Karrasi19 juga telah dikirim ke Kazakhstan, Irlandia, Belanda, dan Jerman melalui jejaring agregator. Langkah ini membuka peluang perluasan pasar sekaligus memperlihatkan potensi ekonomi sirkular dalam menciptakan nilai ekonomi baru dari limbah industri.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa inovasi berbasis potensi lokal dapat berkembang menjadi produk kreatif yang memiliki prospek pasar internasional, sekaligus mendukung pemanfaatan sumber daya secara lebih berkelanjutan.

Baca Juga:  PPTK Desak BPN Karawang Tindak Lanjut Dugaan 288 Hektare Kawasan Hutan Masuk HGB Kawasan Industri

Kolaborasi ICCN dan ITB Perkuat Inovasi

Pengembangan Karrasi19 juga diarahkan melalui kolaborasi lintas sektor, khususnya dalam penguatan inovasi, desain, dan riset pasar

Koordinator Daerah ICCN Jawa Barat, Vicki Kresna, bersama Executive Committee ICCN, Dwinita Larasati, mendorong pengembangan produk agar semakin adaptif terhadap kebutuhan pasar dan tren desain global.

Sebagai tindak lanjut, Institut Teknologi Bandung (ITB) dijadwalkan mengunjungi workshop Karrasi19 dalam waktu dekat. Kolaborasi ini diharapkan membuka ruang pengembangan riset material, penyempurnaan desain, peningkatan kualitas produk, serta penguatan daya saing inovasi ekonomi sirkular Karawang.

Sinergi antara komunitas kreatif, perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku usaha menjadi faktor penting agar inovasi lokal tidak berhenti pada tahap penciptaan produk, tetapi berkembang menjadi usaha berkelanjutan yang mampu menjangkau pasar lebih luas.

Karawang Perkuat Posisi dalam Jejaring Kreatif Nasional

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum ICCN, Tubagus Fiki C. Satari, menyampaikan bahwa jejaring ICCN telah menjangkau 277 kabupaten dan kota di Indonesia.

Indonesia Creative Connect 2026 menjadi momentum konsolidasi organisasi, evaluasi program, dan penguatan kolaborasi ekonomi kreatif antardaerah. Kegiatan ini diikuti 38 koordinator daerah yang mewakili provinsi.

Partisipasi Forum Ekraf Karawang menjadi bagian dari gerakan penguatan ekonomi kreatif nasional tersebut. Melalui pengembangan IP lokal, inovasi produk, kolaborasi lintas sektor, dan perluasan akses pasar, Karawang berupaya memperkuat perannya dalam ekosistem kreatif Indonesia.

Dukungan ICCN Jawa Barat, Kemenekraf, ITB, serta jejaring agregator diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi produk kreatif lokal untuk berkembang dan menjangkau pasar internasional.

Bagi Forum Ekraf Karawang, capaian Karrasi19 menjadi contoh bahwa potensi daerah dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi kreatif yang tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga menawarkan solusi terhadap persoalan lingkungan melalui pemanfaatan limbah industri.

Ke depan, penguatan inovasi, riset, kualitas produk, dan kolaborasi strategis diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya lebih banyak produk unggulan Karawang yang mampu bersaing di pasar global.

(Wahid)

Berita Terkait

Gebyar PATEN Hadir di Kecamatan Rengasdengklok, Warga Dapat Mengakses Beragam Layanan Publik hingga Sunat Gratis
Dugaan Perbuatan Melanggar Hukum oleh PT. NIJ terhadap PT Saptari Sentosa Sejahtera Resmi Layangkan Gugatan di Pengadilan Negeri Karawang
Motor Warga Mogok Usai Isi Pertalite di SPBU Pedes, Pengawas Minta Maaf
FMSB TEGAS: JANGAN TERBITKAN IZIN UNTUK PT CMM JIKA LOKASINYA TIDAK SESUAI PERUNTUKAN!
Proyek Pembangunan RKB POS PAUD BAHRUL ILMI Pakisjaya Rp.189 Juta Di sorot.APD di pertanyakan.
Konsumen Sudah Lunas, Kost Belum Rampung! GRANADA LIVING KARAWANG Disorot, Kontraktor Mengaku Belum Dibayar
Kebakaran Kantor ATR/BPN Karawang Jadi Sorotan, Pipik Taufik Ismail Pertanyakan Keamanan dan Cadangan Data Pertanahan
Program Modul Gratis Pemkab Karawang Jadi Perhatian, SDN Gempol Karya I Ikuti Kebijakan Pendidikan Daerah
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:13

Aspirasi FMSB Tak Terjawab, Ketegasan Pemkab Subang dalam Kasus PT CMM Jadi Sorotan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:03

Pembangunan Drainase di Pinayungan Dikeluhkan Warga, Pemasangan U-Ditch dan Kemacetan Jadi Sorotan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:12

Resto Saung Berkah Gurame Layangkan Somasi ke Resto Sumoreang, Minta Klarifikasi dan Permintaan Maaf Terbuka

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:34

DPRD Karawang Siap Kawal Aspirasi PPPK Paruh Waktu, Perjuangkan Kepastian Status dan Kesejahteraan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:46

PT NIJ Tak Hadiri RDP, DPRD Karawang Kecewa: Persoalan Kemitraan dan Tenaga Kerja Jadi Sorotan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:43

Munas APPI 2026 Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:30

Bupati Karawang Komitmen Tingkatkan Anggaran UMKM, Targetkan Capai Rp13 Miliar di 2027

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:17

JUT Kosambibatu Disorot, Hasil Pengukuran dan Klarifikasi Pihak Terkait Jadi Bahan Verifikasi

Berita Terbaru