DPRD Karawang Siap Kawal Aspirasi PPPK Paruh Waktu, Perjuangkan Kepastian Status dan Kesejahteraan

- Penulis

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:34

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang | Lintaskarawang.com — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Aliansi Merah Putih (AMP) bersama DPD Aliansi PPPK Paruh Waktu Indonesia Kabupaten Karawang menggelar audiensi dengan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Karawang, Saepudin Zuhri, S.H., serta anggota Komisi I dari Fraksi PKB Dapil 2, Lili Mahali, S.Sos. Pertemuan tersebut membahas kepastian status kepegawaian dan peningkatan kesejahteraan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.

Dalam audiensi tersebut, aliansi menyampaikan sejumlah persoalan yang dihadapi PPPK Paruh Waktu dari unsur tenaga pendidik, kesehatan, dan teknis. Salah satu tuntutan utama adalah kepastian mekanisme peralihan status dari PPPK Paruh Waktu menjadi PPPK Penuh Waktu.

Target peralihan pada 1 Januari 2027 turut mengemuka dalam pembahasan. Namun, kepastian waktu dan mekanisme peralihan tersebut masih menunggu kejelasan regulasi resmi pemerintah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Karawang, Saepudin Zuhri, S.H., menyatakan kesediaannya untuk mengawal proses pendataan PPPK Paruh Waktu agar data pegawai yang valid dapat diusulkan melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) sesuai ketentuan yang berlaku.

Dukungan pengawalan data juga disampaikan anggota Komisi I dari Fraksi PKB, Lili Mahali, S.Sos., yang mendorong koordinasi dengan instansi terkait agar persoalan administrasi kepegawaian dapat ditindaklanjuti.

Salah satu aspirasi yang diperjuangkan aliansi adalah agar peralihan status dari PPPK Paruh Waktu menjadi PPPK Penuh Waktu dapat dilakukan tanpa tes ulang. Aspirasi tersebut diharapkan dapat diperjuangkan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemerintah pusat, dengan tetap mengacu pada peraturan perundang-undangan.

Selain itu, aliansi menyoroti ketidaksesuaian klasifikasi jabatan dalam surat keputusan (SK) PPPK Paruh Waktu. Sejumlah pegawai yang berlatar belakang profesi sebagai guru atau bidan disebut tercatat sebagai tenaga teknis. Aliansi meminta Pemerintah Kabupaten Karawang mengevaluasi persoalan tersebut agar status kepegawaian sesuai dengan tugas pokok dan fungsi pegawai di lapangan.

Baca Juga:  Barang Sudah Turun, Plang Belum Ada: Dugaan Minimarket di Kalijaya Dinilai “Ngebut” Meski Ditolak Warga

Persoalan rendahnya penghasilan sebagian tenaga kependidikan juga menjadi sorotan. Aliansi mendesak pemerintah daerah mempertimbangkan standar penghasilan yang lebih layak bagi para pegawai yang telah berkontribusi dalam pelayanan publik. Aspirasi tersebut mendapat respons positif dari Ketua Komisi I yang menyatakan siap mendorong pembahasan terkait peningkatan kesejahteraan tenaga kependidikan.

Untuk mendukung pembiayaan gaji sekaligus mengurangi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), aliansi turut mengusulkan agar pemerintah pusat memberikan dukungan pembiayaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Usulan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pembahasan lebih lanjut sesuai kebijakan dan ketentuan anggaran yang berlaku.

Sebagai tindak lanjut audiensi, Ketua Komisi I DPRD Karawang berencana memfasilitasi pertemuan lanjutan melalui Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan melibatkan kepala dinas terkait dan BKPSDM Kabupaten Karawang.

Aliansi Merah Putih dan Aliansi PPPK Paruh Waktu Indonesia Kabupaten Karawang menegaskan akan terus mengawal aspirasi tersebut hingga terdapat kejelasan mengenai status kepegawaian, kesesuaian jabatan, serta peningkatan kesejahteraan PPPK Paruh Waktu.

Aliansi berharap audiensi ini menjadi langkah konkret bagi DPRD dan Pemerintah Kabupaten Karawang untuk memperjuangkan kebijakan yang adil, memberikan kepastian hukum, serta meningkatkan kesejahteraan para pegawai yang menjalankan tugas pelayanan publik.

(LK)

Berita Terkait

PT NIJ Tak Hadiri RDP, DPRD Karawang Kecewa: Persoalan Kemitraan dan Tenaga Kerja Jadi Sorotan
Munas APPI 2026 Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers
Bupati Karawang Komitmen Tingkatkan Anggaran UMKM, Targetkan Capai Rp13 Miliar di 2027
JUT Kosambibatu Disorot, Hasil Pengukuran dan Klarifikasi Pihak Terkait Jadi Bahan Verifikasi
FMSB TEGASKAN KOMITMEN KAWAL PERSOALAN PT CMM, IQBAL MAULANA: JANGAN LECEHKAN PENEGAKAN ATURAN PEMERINTAH DAERAH!
Ahmad Basuni Nomor Urut 1, Ahmad Jaenudin Nomor 2 dalam Pilkades Sampalan Kutawaluya
Masyarakat Soroti Pembangunan Rehabilitasi Mushola SMPN I Pakisjaya Diduga Tidak Transparan.dan abaikan K3.
SEGEL DIPASANG, AKTIVITAS DIDUGA BERJALAN: MENGUJI KETEGASAN DAN KOMITMEN PEMERINTAH KABUPATEN SUBANG TERHADAP PT CMM
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:31

Dugaan Perbuatan Melanggar Hukum oleh PT. NIJ terhadap PT Saptari Sentosa Sejahtera Resmi Layangkan Gugatan di Pengadilan Negeri Karawang

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:56

Motor Warga Mogok Usai Isi Pertalite di SPBU Pedes, Pengawas Minta Maaf

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:13

FMSB TEGAS: JANGAN TERBITKAN IZIN UNTUK PT CMM JIKA LOKASINYA TIDAK SESUAI PERUNTUKAN!

Minggu, 18 Oktober 2026 - 05:40

Proyek Pembangunan RKB POS PAUD BAHRUL ILMI Pakisjaya Rp.189 Juta Di sorot.APD di pertanyakan.

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:48

Konsumen Sudah Lunas, Kost Belum Rampung! GRANADA LIVING KARAWANG Disorot, Kontraktor Mengaku Belum Dibayar

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:59

Kebakaran Kantor ATR/BPN Karawang Jadi Sorotan, Pipik Taufik Ismail Pertanyakan Keamanan dan Cadangan Data Pertanahan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 04:40

Program Modul Gratis Pemkab Karawang Jadi Perhatian, SDN Gempol Karya I Ikuti Kebijakan Pendidikan Daerah

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:37

Dini Novi Andriyani S.E. Raih Nomor Urut 1 dalam Pengundian Calon Kepala Desa Sindangkarya

Berita Terbaru