Bogor, Lintaskarawang.com — Kasus hilangnya Alfin Maksalmina Windian (28), warga Cibubur, Jakarta Timur, berakhir tragis. Setelah dilaporkan hilang sejak 11 Maret 2026, jasadnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan di sebuah lubang sedalam tiga meter di lahan kosong kawasan Cikeas, Bogor, Rabu (25/3) malam.
Penemuan itu sekaligus menambah panjang teka-teki yang menyelimuti kepergian Alfin. Sebab sebelum menghilang, pria tersebut diketahui tengah mengurus laporan dugaan penipuan kendaraan bermotor yang disebut melibatkan seseorang berstatus oknum TNI.
Menurut penuturan Anna, masalah bermula dari keinginan Alfin memiliki sebuah mobil, ia membeli kendaraan tersebut dari seseorang yang disebut-sebut sebagai oknum anggota TNI.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, kecurigaan muncul setelah transaksi selesai, dokumen kendaraan terlihat janggal, sehingga Alfin memeriksakannya. Hasilnya, surat-surat kendaraan itu dinyatakan palsu.
Merasa ditipu, Alfin melapor ke Polisi Militer (PM) pada awal Maret dan laporan tersebut diterima dan mulai diproses. Namun tiga hari setelah itu, Alfin mendadak tak bisa dihubungi, ponselnya tidak aktif dan keberadaannya tak diketahui sehingga keluarga yang panik kemudian melaporkan kehilangan ke Polres Metro Jakarta Timur pada 11 Maret.
Upaya pencarian dilakukan intensif oleh keluarga bersama aparat, termasuk tim Reserse Mobil (Resmob) Polda Metro Jaya. Dua pekan pencarian itu berujung pada kabar duka.
Pada Rabu (25/3) malam, tim kepolisian menemukan jasad Alfin terkubur di sebuah lubang di kawasan Cikeas, Bogor. Kedalamannya mencapai tiga meter, dengan kondisi tubuh sangat mengenaskan.
“Kejadiannya sejak 11 Maret 2026, almarhum menghilang, ditemukannya itu baru tadi malam, Rabu (25/3), dari informasi pihak kepolisian. Tapi kondisinya sangat mengenaskan,” ujar Anna, teman dekat Alfin.
Setelah dievakuasi, jenazah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses autopsi dan identifikasi lebih lanjut. Dalam waktu hampir bersamaan, keluarga resmi mencabut laporan orang hilang di Polres Metro Jakarta Timur.
Kasus ini kini mendapat penanganan penuh dari Resmob Polda Metro Jaya, mengingat dugaan adanya unsur pidana berat di balik kematian Alfin. Polisi masih menelusuri jejak transaksi kendaraan, relasi korban, hingga laporan awal ke Polisi Militer yang sempat ia buat.
Hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pelaku maupun motif pembunuhan.(***)
Editor: Aan Ade Warino













Tinggalkan Balasan