PROYEK 2025 MOLOR KE 2026? PT Surya Mandiri Rahayu Diduga Langkahi SOP, Rehabilitasi Jalan Usaha Tani Diduga Jadi Ajang Curi Uang Rakyat

- Penulis

Kamis, 19 Februari 2026 - 12:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang | Lintaskarawang.com – Dugaan pelanggaran serius terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) kembali mencuat dalam proyek Rehabilitasi dan Pemeliharaan Jalan Usaha Tani di Dusun Ciwaru RT 05/RW 03, Desa Srikamulyan, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang. Proyek yang bersumber dari DPA Dinas Pertanian Tahun Anggaran 2025 itu kini disorot tajam karena pengerjaannya diduga molor hingga 2026 dan tidak sesuai ketentuan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, papan informasi proyek tampak tergeletak dan tidak terpasang sebagaimana mestinya. Dalam papan tersebut tertulis nilai anggaran sebesar Rp179.181.000,- dengan waktu pelaksanaan 40 hari kalender, terhitung sejak 14 November hingga 23 Desember 2025. Namun fakta di lapangan menunjukkan pekerjaan belum sepenuhnya rampung hingga Februari 2026.

Informasi terkini menyebutkan, dari total volume pekerjaan sepanjang 300 meter, masih tersisa sekitar ±60 meter yang baru dikerjakan pada tahun 2026. Ironisnya, sisa pekerjaan tersebut dilakukan secara manual dan terkesan terburu-buru, memunculkan dugaan kuat adanya ketidaksesuaian spesifikasi teknis serta pelanggaran terhadap kontrak kerja.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jika merujuk pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi serta Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah beserta perubahannya, setiap penyedia jasa wajib menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak, waktu pelaksanaan, serta spesifikasi teknis yang telah disepakati. Keterlambatan tanpa adendum resmi dan tanpa dasar hukum yang jelas berpotensi menimbulkan sanksi administratif hingga pidana apabila ditemukan unsur kerugian negara.

Lebih jauh, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara menegaskan bahwa setiap penggunaan anggaran harus dilakukan secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efektif, efisien, transparan, dan bertanggung jawab. Bila pekerjaan tahun anggaran 2025 justru diselesaikan di 2026 tanpa mekanisme yang sah, maka patut diduga telah terjadi pelanggaran tata kelola anggaran.

Baca Juga:  Bupati Karawang Lantik Direksi Petrogas dan Sejumlah Pejabat, Tekankan Profesionalisme dan Kolaborasi

Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa pekerjaan sepanjang 300 meter seharusnya rampung pada 2025. “Ini pengerjaan tahun 2025 sepanjang 300 meter, tapi tersisa 60 meter dan baru dikerjakan 2026, itu pun dengan cara manual,” ujarnya pada Kamis (19/2/2026).

Kondisi tersebut memunculkan kecurigaan publik bahwa proyek rehabilitasi jalan usaha tani yang seharusnya menunjang akses pertanian masyarakat justru menjadi ajang dugaan “curi uang rakyat”. Apalagi papan proyek yang tidak terpasang dengan baik menambah kesan minimnya transparansi terhadap masyarakat sebagai penerima manfaat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Surya Mandiri Rahayu selaku pelaksana kegiatan belum memberikan klarifikasi resmi. Ade Surya yang disebut sebagai orang kepercayaan utama di perusahaan tersebut sulit dihubungi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Masyarakat mendesak Aparat Penegak Hukum (APH), Inspektorat Daerah, serta Dinas Pertanian Kabupaten Karawang untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap proyek tersebut. Jika terbukti terjadi pelanggaran kontrak dan penyimpangan anggaran, maka proses hukum harus ditegakkan demi menjaga integritas pengelolaan keuangan negara dan melindungi uang rakyat dari praktik yang merugikan.

( Ade Kasur)

 

Berita Terkait

Keren! Produk Kreatif Karawang Tembus Nigeria, Inovasi Olah Limbah Industri Dilirik Menteri Ekraf
Gebyar PATEN Hadir di Kecamatan Rengasdengklok, Warga Dapat Mengakses Beragam Layanan Publik hingga Sunat Gratis
Dugaan Perbuatan Melanggar Hukum oleh PT. NIJ terhadap PT Saptari Sentosa Sejahtera Resmi Layangkan Gugatan di Pengadilan Negeri Karawang
Motor Warga Mogok Usai Isi Pertalite di SPBU Pedes, Pengawas Minta Maaf
FMSB TEGAS: JANGAN TERBITKAN IZIN UNTUK PT CMM JIKA LOKASINYA TIDAK SESUAI PERUNTUKAN!
Proyek Pembangunan RKB POS PAUD BAHRUL ILMI Pakisjaya Rp.189 Juta Di sorot.APD di pertanyakan.
Konsumen Sudah Lunas, Kost Belum Rampung! GRANADA LIVING KARAWANG Disorot, Kontraktor Mengaku Belum Dibayar
Kebakaran Kantor ATR/BPN Karawang Jadi Sorotan, Pipik Taufik Ismail Pertanyakan Keamanan dan Cadangan Data Pertanahan
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:13

Aspirasi FMSB Tak Terjawab, Ketegasan Pemkab Subang dalam Kasus PT CMM Jadi Sorotan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:03

Pembangunan Drainase di Pinayungan Dikeluhkan Warga, Pemasangan U-Ditch dan Kemacetan Jadi Sorotan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:12

Resto Saung Berkah Gurame Layangkan Somasi ke Resto Sumoreang, Minta Klarifikasi dan Permintaan Maaf Terbuka

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:34

DPRD Karawang Siap Kawal Aspirasi PPPK Paruh Waktu, Perjuangkan Kepastian Status dan Kesejahteraan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:46

PT NIJ Tak Hadiri RDP, DPRD Karawang Kecewa: Persoalan Kemitraan dan Tenaga Kerja Jadi Sorotan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:43

Munas APPI 2026 Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:30

Bupati Karawang Komitmen Tingkatkan Anggaran UMKM, Targetkan Capai Rp13 Miliar di 2027

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:17

JUT Kosambibatu Disorot, Hasil Pengukuran dan Klarifikasi Pihak Terkait Jadi Bahan Verifikasi

Berita Terbaru