Karawang, Lintaskarawang.com – Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E., didampingi unsur Forkopimda, Wakil Bupati Karawang, Sekretaris Daerah, serta seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Karawang menghadiri acara Pertunjukan Pementasan Drama Teater Islami bertajuk “Cahaya Perjuangan di Jalan Allah: Dari Indonesia untuk Palestina”, yang digelar sebagai agenda amal kemanusiaan untuk Palestina.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Karawang secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh hadirin karena masih mengenakan kaos Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61. Ia menjelaskan bahwa dirinya bersama rombongan OPD langsung menghadiri acara tersebut tanpa sempat berganti pakaian usai menghadiri agenda sebelumnya.
“Kami ucapkan permohonan maaf, sekiranya baju yang kami pakai kurang berkenan, karena memang kami semua langsung datang tanpa pulang terlebih dahulu,” ujar Bupati Karawang dalam sambutannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Acara kemanusiaan ini diinisiasi oleh PT Barokah Tubaik Sejahtera yang digawangi oleh M. Cholidi Asadil Alam, pemeran utama megafilm Ketika Cinta Bertasbih, bekerja sama dengan Adara Relief International. Kegiatan ini bertujuan untuk menggalang donasi bagi masyarakat Palestina, khususnya warga Gaza yang terdampak konflik kemanusiaan berkepanjangan.
Dalam sambutannya, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E., menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Karawang melalui program ASN Berbagi telah merealisasikan kepedulian nyata dengan membeli satu unit ambulans yang rencananya akan dikirim ke Gaza pada Februari 2026 mendatang.
“Ini salah satu kepedulian kita. Berbicara tentang Palestina, kita berbicara soal kemanusiaan,” tegas Bupati.
Selain itu, Bupati juga menyampaikan bahwa saat ini Pemerintah Kabupaten Karawang tengah fokus pada program pemugaran dan peremajaan situs-situs keagamaan di wilayah Kabupaten Karawang sebagai bentuk perhatian terhadap nilai-nilai spiritual dan sosial masyarakat.
Pementasan drama teater islami tersebut berlangsung dengan khidmat dan penuh penghayatan. Seluruh penonton tampak larut dalam suasana haru yang ditampilkan para pemeran. Drama yang dibintangi oleh M. Cholidi Asadil Alam bersama anak-anak dari berbagai sekolah Islam ini berhasil menghadirkan gambaran penderitaan dan perjuangan rakyat Gaza, seolah membawa Palestina terasa begitu dekat di tengah masyarakat Karawang.
Gedung pertunjukan tampak sunyi, penonton terdiam dan hanyut dalam setiap adegan yang disuguhkan. Melalui seni teater, pesan kemanusiaan dan solidaritas untuk Palestina tersampaikan dengan kuat, menjadikan acara ini tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai panggilan nurani untuk berbagi dan peduli.
(Wahid)













Tinggalkan Balasan