Sistem Keuangan dan Peran OJK dalam Penilaian Kredit

- Penulis

Rabu, 5 November 2025 - 16:46

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maaf bila pernyataan ini terdengar keras, namun inilah realita di lapangan.

Banyak masyarakat dan pelaku usaha merasa sistem penilaian kredit saat ini tidak adil. Ketika seseorang mengalami keterlambatan pembayaran, otomatis namanya tercatat buruk di sistem keuangan — tanpa melihat konteks atau itikad baiknya dalam menyelesaikan kewajiban.

Padahal, banyak di antara mereka yang rela menyerahkan aset jaminan demi melunasi utang. Dalam situasi seperti itu, seharusnya nasabah tidak dianggap bermasalah, karena pihak lembaga keuangan tetap memperoleh pengembalian melalui agunan. Namun yang terjadi, nama nasabah tetap tercemar dan berdampak panjang terhadap masa depan finansial mereka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akibatnya, ketika mereka mulai bangkit dan ingin memulai usaha kembali, akses untuk mendapatkan kredit menjadi tertutup karena status “kolektibilitas buruk”. Padahal, kerugian sebenarnya tidak ditanggung oleh lembaga keuangan, melainkan oleh nasabah yang telah beritikad baik.

Hal ini menimbulkan pertanyaan besar:

Baca Juga:  Ngariung bareng ratusan Ema Ema makan baso bersam simpatisan di Babakan Banten 

Apakah sistem seperti ini tidak bisa dianggap sebagai bentuk “pencemaran nama baik” terhadap nasabah? Karena faktanya, reputasi seseorang di dunia keuangan kini bisa rusak hanya karena data pada sistem SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan), tanpa melihat kondisi riil atau penyelesaian yang telah dilakukan.

Lebih jauh, peran analis kredit dan surveyor pun seolah kehilangan makna. Padahal mereka direkrut karena memiliki kemampuan menganalisis, menilai kelayakan, dan memberi solusi konsultatif. Namun jika seluruh keputusan hanya bergantung pada data di SLIK, untuk apa lagi fungsi profesionalisme mereka?

Melihat kondisi ini, wajar bila sebagian pihak menilai bahwa sistem pengawasan dan mekanisme kredit yang berlaku saat ini justru dapat “membunuh roda perekonomian masyarakat kecil” yang sedang berjuang bangkit.

Yang dibutuhkan bukan sekadar sistem pengawasan, tapi pendekatan yang lebih manusiawi dan adil bagi nasabah yang beritikad baik.

 

Berita Terkait

Beda Keyakinan, Tetap Satu Kawasan: Pilihan Pemakaman untuk Keluarga Beragam di Karawang
66 TAHUN KARANG TARUNA: DARI GERAKAN SOSIAL MENUJU GERAKAN BERDAMPAK
Ngariung bareng ratusan Ema Ema makan baso bersam simpatisan di Babakan Banten 
Marjono Resmi Nyatakan Maju Pilkades Sumber Urip, Usung Misi Benahi Infrastruktur hingga Pelayanan Publik
Warga Karyasari, Bos Alvin Siapkan Lele Konsumsi, Ayam Kampung KUB, hingga Entok untuk Berbagai Kebutuhan
Cangkul, Caping, dan Harapan di Lahan 2 Hektare Karawang: Petani Bertahan di Tengah Minimnya Alat dan Irigasi
Alarm Lingkungan dari Ruang Budaya: Kang Cucu Siapkan Rilis “Patanjala”, Seruan Menjaga Aliran Air Karawang
Keluarga Pasien Apresiasi Pelayanan RSUD Rengasdengklok, Dinilai Ramah dan Sesuai SOP
Berita ini 5 kali dibaca
Tag :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 04:32

Ketua DPRD Karawang Hadiri Helaran Budaya “Karawang dari Masa ke Masa” Hari Jadi ke-393

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:29

Eratkan Silaturahmi, Kepala Desa Gebangjaya Akan Sajikan Hiburan Beragam di Acara Tasyakuran Khitanan Putranya

Selasa, 16 Juni 2026 - 01:45

Bupati Aep: Tahun Baru Islam Momentum Mempererat Persatuan dan Kepedulian Sosial

Minggu, 10 Mei 2026 - 04:04

Aep Syaepuloh Bahagia Ikuti Kirab Mahkota Binokasih, Tunggangi Kuda dan Sapa Ribuan Warga Karawang

Minggu, 10 Mei 2026 - 03:48

Karawang Bergemuruh, Ribuan Warga Sambut Kirab Mahkota Binokasih hingga Larut Malam

Sabtu, 9 Mei 2026 - 15:20

Aep-KDM Tampil Berdampingan di Kirab Binokasih, Ribuan Warga Karawang Histeris

Jumat, 8 Mei 2026 - 10:26

Karawang Jadi Tuan Rumah Kirab Budaya Tatar Sunda, Polres Siaga Amankan Jalur dan Antisipasi Macet

Senin, 4 Mei 2026 - 14:47

Ribuan Warga Padati Pendopo Bojong Tugu, Hajat Bumi Babarit Berlangsung Semarak

Berita Terbaru