Karawang, Lintaskarawang.com – Proyek pembangunan drainase di Jalan Lingkar Proklamasi Tugu, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, yang dikerjakan oleh CV. Karakal Jaya Abadi kini menuai kritik tajam dari masyarakat. Pasalnya, sebuah tiang listrik PLN masih berdiri kokoh di tengah jalur galian drainase, meski proyek hampir rampung.
Proyek bernama Pembangunan Drainase Jln Lingkar Proklamasi Tugu Kecamatan Rengasdengklok (PD07-000011) ini memiliki panjang 94,80 meter dengan ukuran saluran 80×80 cm (U-Ditch SNI). Proyek bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun 2025, dengan nilai kontrak sebesar Rp188.942.000,00 dan masa pelaksanaan 60 hari kalender.
Keberadaan tiang listrik yang belum dipindahkan ini dianggap membahayakan dan mengganggu fungsi saluran drainase. Tokoh masyarakat Rengasdengklok Selatan, Aa Betong, menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini sungguh sangat miris. Masa tiang listrik berdiri pas di tengah saluran U-Ditch? Ini patut dipertanyakan. Apakah CV yang melaksanakan pekerjaan ini memang sudah mampu atau jangan-jangan ini baru pertama kalinya dapat proyek?” ujarnya, Minggu (15/6/2025).
Ia menilai kondisi tersebut tidak hanya mencerminkan kurangnya koordinasi, tapi juga bisa menimbulkan risiko keselamatan bagi warga, serta menghambat fungsi utama drainase dalam mengatasi genangan air.
“Harapan saya, harus segera ada tindakan pemindahan tiang listrik tersebut. Saya tidak mau dengar alasan apapun. Kudu dipindahkan! Kalau tidak, saya minta kontraktornya diblacklist, jangan dikasih lagi pekerjaan di anggaran berikutnya,” tegas Aa Betong.
Selain itu, ia juga menyoroti lemahnya pengawasan dari pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang. Menurutnya, pengawas harus hadir di lapangan dan menjalankan tugas dengan profesional.
“Untuk para pengawas dari dinas terkait, cobalah kalau turun ke setiap lokasi pekerjaan itu tunjukkan profesionalis mu. Kalau salah, ya katakan salah. Kalau benar, ya akui benar. Jangan bermental roti tawar yang datar-datar saja,” sindirnya.
Masyarakat berharap Dinas PUPR Karawang segera melakukan evaluasi terhadap proyek ini, serta memastikan sinergi antara pelaksana proyek dan PLN agar tidak terjadi hal serupa di kemudian hari. Infrastruktur publik seharusnya dibangun dengan perencanaan matang dan pengawasan ketat demi keselamatan dan kenyamanan bersama.
(D’Kasur)













Tinggalkan Balasan