Wacana Parkir Gratis RSUD Picu Polemik, Tokoh Nilai Sudah Punya Dasar Hukum dan Manfaat Jelas

- Penulis

Sabtu, 4 April 2026 - 11:53

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang | Lintaskarawang.com – Munculnya wacana parkir gratis di sejumlah RSUD yang sempat dilontarkan oleh anggota DPRD Karawang, Mulyadi, serta diamini oleh pengacara senior Asep Agustian, memicu perhatian publik. Menyikapi hal tersebut, tim redaksi meminta pandangan sejumlah tokoh yang dinilai memahami persoalan retribusi dan pajak parkir.

Salah satu tokoh yang dimintai pendapat adalah Asep Irawan Syafei, yang akrab disapa Kang Ais. Ia dikenal sebagai pengurus GRIB Jawa Barat. Saat dimintai tanggapan terkait polemik tersebut, Kang Ais merespons santai sambil tersenyum.

“Pengenaan retribusi maupun pajak parkir di Karawang itu sudah ada dasar hukumnya berupa Perda, yang merupakan produk bersama antara eksekutif dan legislatif. Apakah mereka lupa atau keceplosan?” ujarnya ringan, Sabtu (4/4/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Kang Ais, penerapan tarif parkir bukan hanya berlaku di sejumlah RSUD di Karawang, tetapi juga telah diterapkan di berbagai rumah sakit milik pemerintah daerah, provinsi hingga pusat. Hal ini, kata dia, diperkuat dengan adanya Permendagri Nomor 79 Tahun 2018 tentang Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

“Aturan tersebut memberikan dasar bagi RSUD untuk mengelola aset daerah dan menjalin kerja sama dengan pihak ketiga, guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang nantinya digunakan untuk operasional rumah sakit,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan parkir di RSUD merupakan bagian penting dari pelayanan non-medis kepada masyarakat. Selain itu, terdapat sejumlah manfaat yang dinilai sangat konkret dan terukur.

Di antaranya adalah optimalisasi pendapatan agar RSUD tidak sepenuhnya bergantung pada APBD, peningkatan keamanan melalui sistem parkir modern seperti palang otomatis dan CCTV, serta menjaga ketertiban lalu lintas di area vital rumah sakit seperti IGD.

Baca Juga:  Papan Reklame Kropos di Karawang Belum Diperbaiki, Satpol PP Beri Teguran Keras

Tak hanya itu, Kang Ais juga menyoroti pentingnya citra pelayanan rumah sakit yang profesional. Menurutnya, tata kelola parkir yang baik dapat memberikan kesan aman dan nyaman bagi pengunjung, sekaligus mencegah praktik parkir liar dan premanisme.

Lebih jauh, ia menambahkan bahwa sistem parkir digital juga dapat dimanfaatkan sebagai basis data kunjungan. “Data ini penting untuk manajemen rumah sakit dalam mengatur jadwal tenaga medis maupun petugas keamanan di waktu-waktu tertentu,” katanya.

Saat dimintai tanggapan terkait pernyataan Asep Agustian, Kang Ais memilih merespons singkat. “Saya sudah kenal beliau lebih dari 20 tahun. Suruh ngobrol saja sama saya,” ujarnya sambil tersenyum menutup pembicaraan.

Sementara itu, pernyataan lebih tegas disampaikan oleh salah seorang pimpinan Garda Karawang, Abdul Jalil. Ia mengaku prihatin dengan munculnya wacana tersebut yang dinilai tidak didasari pemahaman komprehensif.

“Kami sebagai konstituen di dapil 6 merasa malu dengan pernyataan salah seorang anggota dewan. Kok bisa bicara tanpa memahami dasar hukum dan substansi?” tegasnya.

Abdul Jalil juga mendorong agar perhatian terhadap layanan RSUD tidak sebatas wacana. Ia menilai, anggota dewan seharusnya dapat mengalokasikan pokok-pokok pikirannya (pokir) untuk peningkatan kualitas layanan kesehatan.

“Kalau memang peduli, gunakan pokir untuk layanan kesehatan. Kemana selama ini? Ini harus diaudit. Termasuk tunjangan-tunjangan yang nilainya puluhan juta per bulan,” pungkasnya.

Berita Terkait

MBG untuk Anak, Bukan untuk Ulat: Dugaan Temuan Ulat di SDN Ciptamargi 4 Harus Diusut
Karawang Job Fair 2026 Dibuka, Tersedia Formasi Khusus Penyandang Disabilitas
BPD Tirtasari Memanas! Jumlah Pemilih Mendadak Berlipat, Proses Pemilihan Dituntut Diulang
DPRD Karawang Gelar Rapat Paripurna, Bahas KUA-PPAS 2027 dan Propemperda 2026
BUMDes Mandiri Sejahtera Parungmulya Dorong Masyarakat Jadi Mitra Strategis Kawasan Industri
Dugaan Intimidasi Jelang Pilkades Sumber Urip, Warga Mengaku Dimaki dan Diancam Putus Listrik.
Diduga Minta Uang, Pekerjaan Pemagaran di Sindangmulya Dihentikan Kades, Warga Desak PRKP Turun Tangan
Ayo Bayar PBB-P2 Sebelum 30 September, Inilah Beragam Manfaatnya
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 03:19

PSI Karawang Terus Tebar Kebaikan, Salurkan Bantuan Bola untuk MI Attohiriyah Purwadana

Rabu, 26 Agustus 2026 - 08:21

Forum Pemuda NTT Kabupaten Bekasi Galang Dana untuk Korban Gempa Flores di Lippo Cikarang

Jumat, 7 Agustus 2026 - 06:08

Gotong Royong Bangun Saluran Air dan Turap, Asep Supriadi Turun Langsung Bersama Warga Kampung Bleker

Selasa, 4 Agustus 2026 - 07:03

Karang Taruna Karawang Salurkan 80 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Tegalwaru

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:58

Warga Warudoyong Keluhkan Saluran Air Tersumbat, RT Dan RW Setempat Gelar Kerja Bakti Bersama Warga

Minggu, 26 Juli 2026 - 09:42

Sambut HUT RI ke-81, DPC PSN Karawang Bersama Mandala Pratisena Nusantara Gelar Bakti Budaya di Tugu Kebulatan Tekad

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:21

Satu Hari Dua Telur, Sejuta Harapan untuk Masa Depan Anak: Batujaya Perkuat Upaya Tekan Angka Stunting

Senin, 13 Juli 2026 - 00:20

Ratusan Warga Antusias Ikuti Pemeriksaan Mata dan Pembagian Kacamata Gratis di Vihara Buddha Loka

Berita Terbaru