Karawang, | Lintaskarawang.com – Situasi di luar Gedung DPRD Kabupaten Karawang memanas usai pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang membahas polemik keberadaan tempat hiburan malam (THM) di wilayah Karawang, Kamis (15/1/2026).
Salah satu tokoh yang menjadi sorotan dalam agenda tersebut adalah Agus Iman, yang akrab disapa Gus Iman Panglima Ahibba, selaku Pimpinan Kolektif Forum Aliansi Ormas Islam Bersatu. Dalam pernyataannya kepada awak media usai RDP, Gus Iman menegaskan sikap tegas aliansi terhadap keberadaan THM yang dinilai bermasalah dari sisi perizinan dan moralitas.
“Jika dibiarkan, sama saja kita menanam bibit maksiat di rumah sendiri,” tegas Gus Iman saat menyampaikan sikapnya di hadapan media.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menilai, sikap permisif terhadap operasional tempat hiburan malam yang tidak sesuai aturan berpotensi menimbulkan dampak sosial jangka panjang. Gus Iman juga menyampaikan analogi yang ia sebut sebagai filosofi “pecahan kaca” untuk menggambarkan risiko tersebut.
“Jika pecahan kaca di halaman rumah tidak segera dibersihkan, suatu hari anak cucu bisa terluka. Begitu juga jika Theatre Nightmart dibiarkan beroperasi, bukan tidak mungkin ke depan anak atau cucu kita justru terjerumus di dalamnya,” ujarnya.
Forum Aliansi Ormas Islam Bersatu sendiri terbentuk dari kesamaan pandangan sejumlah organisasi dan tokoh Islam di Karawang yang menolak keberadaan tempat hiburan malam, khususnya Helen’s Wings di kawasan Tuparev dan Theatre Nightmart. Aliansi ini digerakkan secara kolektif oleh sejumlah tokoh, di antaranya Agus Iman (Gus Iman) Panglima Ahibba, Febry Ramadhan (Ketua Federasi Mahasiswa Islam), Robby Niay (Panglima FPI), Tomy Miftah Faried (Ketua DPW FPI Karawang), Kiai Yayan Sopyan dari unsur MUI, serta Wira Andika (Ketua Advocate Persaudaraan Islam).
Menurut Gus Iman, langkah mendorong penutupan Theatre Nightmart merupakan bagian awal atau muqodimah dari upaya yang lebih luas untuk menertibkan tempat-tempat hiburan yang dinilai melanggar ketentuan di Kabupaten Karawang.
Ia juga menegaskan bahwa gerakan yang dilakukan pihaknya berada dalam koridor ketaatan terhadap para ulama. Mengutip pernyataan Ketua DPW FPI Karawang, Tomy Miftah Faried, Gus Iman menekankan bahwa seluruh elemen aliansi berjalan dalam satu garis komando.
“Kami akan berhenti jika para ulama meminta kami berhenti. Selama belum, kami akan terus bergerak. Satu suara, satu komando,” pungkasnya.
(Nur)













Tinggalkan Balasan