Ekonomi Putih Dinilai Jadi Kunci Wujudkan Karawang Maju dan Berkah

- Penulis

Selasa, 30 Desember 2025 - 12:30

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Konsep Ekonomi Putih dinilai menjadi kunci penting dalam mewujudkan visi Karawang Maju yang berkelanjutan dan penuh keberkahan. Pandangan tersebut mengemuka dalam Seminar Daerah bertajuk “Ekonomi Putih untuk Karawang Maju” yang digelar di Aula Husni Hamid, Kompleks Pemerintah Daerah Karawang, Selasa (30/12/2025).

Seminar menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Dr. Yudi Kristanto, M.Pd, akademisi sekaligus penggagas Konsep Ekonomi Putih; Dr. KH. Achmad Rofi’i, LC, M.Pd**, ulama Karawang dari MIUMI dan MPUII; serta **Dr. H. Puji Isyanto, SE, MM, Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). Kegiatan dibuka dengan pengantar dari Ridwan Salam, S.Sos, M.Si, Kepala Bappeda Karawang.

Dalam pemaparannya, Dr. Yudi Kristanto menegaskan bahwa kemajuan Karawang tidak cukup hanya bertumpu pada pertumbuhan ekonomi, tetapi harus dibangun di atas nilai keberkahan. Menurutnya, keberkahan hanya dapat dicapai jika pembangunan ekonomi dilakukan secara bersih dan terbebas dari praktik kemaksiatan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau ingin Karawang maju, konsepnya harus berkah. Dan berkah itu hanya bisa tercapai jika pembangunan ekonomi dilakukan secara bersih, tanpa kemaksiatan. Inilah yang kami sebut sebagai ekonomi putih,” ujar Dr. Yudi.

Ia menegaskan bahwa sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak seharusnya berasal dari sektor-sektor yang bertentangan dengan nilai moral dan agama, seperti tempat hiburan malam, pabrik minuman keras, perjudian, maupun praktik perzinahan.

“Jika visi Karawang Maju ingin benar-benar melesat, maka tidak boleh ada PAD yang berasal dari pajak dan retribusi tempat-tempat maksiat. Karawang harus hidup dari geliat ekonomi putih,” tegasnya.

Dr. Yudi juga mendorong pemerintah daerah agar bersikap tegas dalam kebijakan perizinan usaha. Ia menilai, penutupan usaha yang tidak berizin serta penghentian penerbitan dan perpanjangan izin bagi usaha bermasalah merupakan langkah konkret untuk menutup ruang kemaksiatan di Karawang.

Baca Juga:  Aksi Nyata Giat Bersih Sampah Liar di Kecamatan Batujaya, Karang Taruna dan Rescue Karawang Turun Langsung

“Yang tidak berizin harus ditutup. Yang mengajukan izin jangan diberi. Yang izinnya hampir habis jangan diperpanjang. Ini langkah nyata,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa ekonomi syariah memiliki potensi besar untuk menjadi motor utama pembangunan daerah, meskipun saat ini masih kalah dominasi dibandingkan ekonomi konvensional.

“Ekonomi syariah sudah mulai berkembang, tetapi memang masih kalah dominasi. Karena itu, ekonomi syariah harus mampu berkompetisi dan unggul,” ujarnya.

Menurut Dr. Yudi, konsep ekonomi putih tidak boleh berhenti pada tataran wacana atau kegiatan seremonial, melainkan harus diwujudkan dalam kebijakan nyata. Ia juga menegaskan kesiapan masyarakat Muslim untuk turut berperan aktif menjaga Karawang dari praktik kemaksiatan apabila pemerintah belum bertindak tegas.

“Yang paling penting bukan hanya kegiatan atau seremoni, tetapi bukti nyata. Karena dampaknya akan kembali kepada masyarakat Karawang sendiri,” pungkasnya.

Sebagai hasil akhir, seminar merekomendasikan tiga langkah strategis untuk mewujudkan Karawang Maju, yakni meniadakan sumber PAD dari sektor maksiat, menutup seluruh tempat kemaksiatan dan hiburan malam, serta meningkatkan geliat ekonomi syariah yang berlandaskan fiqh muamalah, bebas dari riba, gharar, dan kedzaliman.

Kegiatan ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk bersama-sama membangun Karawang yang maju secara ekonomi, sekaligus bermartabat secara moral dan spiritual.

 

(Wahid)

Berita Terkait

16 Peserta Pemagangan Disnakertrans Karawang Raih Sertifikat BNSP, Tiga Langsung Diterima Kerja
NAMA SAMBAS MUNCUL DALAM PENGADAAN RAPAT K3S, STATUS ASN KORWIL DIPERTANYAKAN: ADA POTENSI KONFLIK KEPENTINGAN?
Diduga Ada Pembiayaan Ganda Operasional Korwil Cambidik, Transparansi Disdik Karawang Dipertanyakan
Bupati Aep Wujudkan Janji, Modul Belajar Gratis Hadir untuk Siswa SD dan SMP se-Karawang
Bhabinkamtibmas Polsek Rengasdengklok Bersama Masyarakat dan Mahasiswa KKN Unsika Gelar Kerja Bakti Bersihkan Eceng gondok
Tasyakuran Milad Karang Taruna Guruh Raja Gumilang Jadi Momentum Perkuat Kepedulian Sosial dan Persatuan Pemuda
Pipik Taufik Ismail Serap Aspirasi Warga Telukbango, Tegaskan Pengawasan Anggaran Harus Berdampak untuk Masyarakat.
Serap Aspirasi Warga Rengasdengklok, Pipik Taufik Tegaskan Pengawasan Anggaran Harus Berdampak Nyata
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:26

Disnakertrans Karawang dan Polban Gelar Pelatihan Servis AC Mobil untuk Alumni BLK

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 05:01

Diantar Ratusan Pendukung, Asep Supriadi Resmi Daftar Calon Kepala Desa Waringin Jaya

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:42

Hadiri Rapim Kadin Karawang 2026, Wabup Maslani Tegaskan Komitmen Jaga Iklim Investasi Demi Dongkrak Ekonomi Daerah

Sabtu, 4 April 2026 - 17:06

Rekrutmen Rasa Masa Depan ! Apakah Manusia Akan Tergeser AI ?

Sabtu, 4 April 2026 - 05:24

Program Magang Resmi ke Jepang Kembali Dibuka, Disnakertrans Karawang Ajak Lulusan SMA/SMK Manfaatkan Kesempatan Emas

Selasa, 31 Maret 2026 - 10:30

Warga Dawuan Resah, Limbah Industri Diduga Cemari Lingkungan

Minggu, 29 Maret 2026 - 11:12

Microsoft Bangun Pusat Data Raksasa 244 MW di Karawang, Jadi Proyek Digital Terbesar di Indonesia

Selasa, 3 Maret 2026 - 06:10

DPRD Karawang Monitoring PT Calbee Wings Food, Soroti Penggunaan Air dan Kewajiban Pajak

Berita Terbaru