Karawang, Lintaskarawang.com – Gelombang kritik terhadap RS Hastien Karawang semakin deras. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bumi Proklamasi menilai manajemen rumah sakit tersebut bersikap manipulatif, arogan, dan berupaya memutarbalikkan fakta di balik dugaan kelalaian pelayanan yang membuat publik geram.
Praktisi hukum Dede Jalaludin, S.H., atau yang akrab disapa Bang DJ, secara terbuka mengecam keras klarifikasi demi klarifikasi yang disebarkan pihak RS Hastien melalui berbagai kanal media sosial. Menurutnya, klarifikasi tersebut tidak mencerminkan tanggung jawab, melainkan upaya untuk menjaga citra di tengah sorotan publik.
“Saya rasa RS Hastien ini bukan sibuk memperbaiki pelayanan, tapi sibuk menyelamatkan citra. Mereka bersembunyi di balik kata ‘sudah sesuai SOP’, padahal di lapangan, pelayanan mereka sering kali mengabaikan kemanusiaan,” tegas Bang DJ dalam keterangannya, Senin (03/11/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menilai langkah klarifikasi publik itu bukan bentuk tanggung jawab, tetapi strategi cuci tangan dan pembenaran sistematis atas kelalaian yang nyata. “Stop manipulasi! Jangan main narasi seolah-olah semua sudah benar. Banyak saksi yang melihat pasien dibiarkan tanpa penanganan cepat. Ini bukan kesalahpahaman teknis, ini kelalaian yang bisa mematikan!” serunya dengan nada keras.
Bang DJ menegaskan bahwa RS Hastien telah melanggar nilai dasar pelayanan publik dan melukai kepercayaan masyarakat. Ia menyebut manajemen rumah sakit tersebut lebih sibuk menjaga reputasi digital daripada memperbaiki mutu pelayanan kesehatan. “Jangan jadikan media sosial sebagai ruang cuci dosa. Kalau memang merasa benar, buktikan dengan perbaikan nyata, bukan klarifikasi murahan. Nyawa pasien tidak bisa ditukar dengan klarifikasi!” tambahnya.
Ia juga mendesak Pemerintah Kabupaten Karawang dan Dinas Kesehatan agar tidak tinggal diam. Menurut Bang DJ, sudah saatnya pemerintah membuka mata dan menindak tegas RS Hastien, bahkan sampai pada pencabutan izin operasional jika terbukti lalai. “Jangan lagi ada pembiaran. Bupati dan Dinas Kesehatan jangan lembek kalau RS Hastien terbukti lalai, cabut izinnya! Negara harus hadir melindungi rakyat, bukan membiarkan rumah sakit bermain-main dengan nyawa,” ujarnya menegaskan.
Lebih jauh, Bang DJ menghimbau masyarakat untuk berani bersuara apabila mengalami pelayanan buruk di fasilitas kesehatan. “Rakyat jangan diam! Jangan takut melapor. Ini bukan hanya soal satu korban, tapi soal martabat pelayanan publik. Kalau dibiarkan, hari ini pasien lain bisa bernasib sama. LBH Bumi Proklamasi siap mendampingi,” katanya dengan tegas.
Publik pun menilai, klarifikasi RS Hastien yang beredar tidak menjawab substansi masalah, yaitu lemahnya respon cepat dan buruknya manajemen gawat darurat di rumah sakit tersebut. “Klarifikasi boleh dibuat seribu kali, tapi jika rakyat masih melihat nyawa diabaikan, itu bukan klarifikasi, itu penghinaan terhadap kemanusiaan,” pungkas Bang DJ. (LK)


















