Bedo Diduga Penipu Berkedok Penyewa Mobil, Warga Kalibuaya Geram: ‘Sudah Dua Minggu, Mobil Gak Pulang?

- Penulis

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 06:18

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Pickup milik warga bernama Saeful Farid, warga Dusun 2, RT 09/RW 003, Desa Kalibuaya, yang hingga kini belum juga kembali setelah disewa oleh seseorang yang disebut bernama Bedo sekitar dua minggu lalu.

Pickup milik warga bernama Saeful Farid, warga Dusun 2, RT 09/RW 003, Desa Kalibuaya, yang hingga kini belum juga kembali setelah disewa oleh seseorang yang disebut bernama Bedo sekitar dua minggu lalu.

Karawang, Lintaskarawang.com — Dugaan praktik penipuan kembali mencuat di wilayah Kabupaten Karawang. Kali ini, kasus bermula dari penyewaan mobil jenis pickup milik warga bernama Saeful Farid, warga Dusun 2, RT 09/RW 003, Desa Kalibuaya, yang hingga kini belum juga kembali setelah disewa oleh seseorang yang disebut bernama Bedo sekitar dua minggu lalu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lintaskarawang.com, kendaraan tersebut disewa dengan tarif Rp350 ribu per 24 jam, namun hingga saat ini belum dikembalikan dan penyewa pun sulit dihubungi.

Kasus ini semakin mencurigakan lantaran hubungan antara pemilik mobil dan penyewa berawal dari perantara keluarga Bedo. Disebutkan, Srfdn—menantu Bedo—bersama anaknya, LN, memperkenalkan Bedo kepada Saeful Farid dengan alasan ingin menyewa kendaraan untuk keperluan kerja. Bedo sendiri diketahui ikut bersama anak dan menantunya yang tinggal di wilayah Kalibuaya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, setelah transaksi berlangsung, kendaraan tersebut tidak kunjung dikembalikan. Saeful Farid mengaku sudah berulang kali berupaya menghubungi Bedo maupun pihak keluarga yang memperkenalkan, tetapi tidak ada kabar maupun itikad baik dari penyewa hingga kini.

“Awalnya saya percaya karena dikenalkan sama keluarga dekatnya sendiri. Tapi sekarang mobil saya dibawa, gak tahu kemana, sudah dua minggu gak pulang,” ujar Saeful Farid dengan nada kecewa saat memberikan keterangan kepada Lintaskarawang.com, Sabtu (11/10/2025).

Baca Juga:  Investigasi Kecelakaan PT MPS Karawang: Pelanggaran K3 Diduga Jadi Penyebab

Kecurigaan pun menguat bahwa kasus ini tidak dilakukan secara individu. Ada dugaan kuat bahwa melibatkan beberapa anggota keluarga, mengingat hubungan antar pihak yang saling mengenal. “Jangan-jangan ini memang sudah direncanakan, satu komplotan keluarga,” tambah Saeful.

Lebih jauh, informasi yang diterima redaksi menyebutkan bahwa Bedo juga diduga terlibat dalam kasus penipuan tenaga kerja, sehingga banyak pihak yang kini tengah mencari keberadaannya. Dugaan ini memperkuat indikasi bahwa modus yang dijalankan tidak hanya sebatas penyewaan kendaraan, tetapi juga bisa berkaitan dengan tindak penipuan lintas kasus.

Warga berharap aparat penegak hukum segera turun tangan mengusut kasus ini secara tuntas. Mereka khawatir jika tidak segera ditangani, akan ada korban baru yang tertipu dengan modus serupa.

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi sewa menyewa tanpa identitas dan jaminan yang jelas. (LK)

 

Berita Terkait

BPD Kutaampel Laporkan Kades ke Polisi, Pengelolaan Anggaran Desa 2025 Dipersoalkan
Diduga Cemarkan Nama Baik FWJI, Mantan Ketua Korwil Bekasi RSP alias Ros Dilaporkan ke Polisi
Ketua Umum Garda Wisesa Nusantara Kutuk Keras Oknum Pembuang Limbah B3 di Irigasi Desa Telukbango: “Ini Kejahatan Lingkungan”
Aktivitas Pengurugan di Lahan LP2B Masih Berjalan, Ketegasan Satpol PP Karawang Dipertanyakan
Dede Mulyana Kecam Dugaan Penculikan dan Penganiayaan Pengurus Karang Taruna Tamelang, Minta Kasus Diusut Tuntas
Seruan Musyawarah Berujung Dugaan Penculikan, Pengurus Karang Taruna Tamelang Mengaku Disiksa OTK
LBH Soroti Dugaan Pelanggaran Aset Negara di SDN Ciranggon I, Dinas dan APH Didesak Bertindak
Diduga Bongkar Aset Sebelum Izin Penghapusan, Revitalisasi SDN Ciranggon I Karawang Menuai Sorotan
Berita ini 172 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:30

Ketum BARAK Indonesia Tantang KIM Buka Data: Jangan Asal Kaitkan Ormas dengan Gangguan Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:23

Ketum Banaspati Minta KIM Tak Cap Ormas dan LSM sebagai Gangguan Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:43

Laskar Merah Putih Kritik KIM: Jangan Stigmatisasi Ormas sebagai Pengganggu Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:29

Fajar Try Suari Kritik Narasi KIM: Audiensi Ormas dan LSM Tak Bisa Serta-Merta Dikategorikan Gangguan Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:16

KIM Disorot, H. Surono: Jangan Balik Narasi, Kritik Masyarakat Harus Dijawab

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:07

Kunjungan Panja DPR RI Dituding Bersifat Sepihak: Pengamat Sebut Keluhan Kawasan Industri Karawang Kaburkan Akar Masalah Lingkungan dan Hak Warga Lokal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:53

BPPKB Banten Karawang Sentil KIM: Jangan Jadikan Investasi Alasan Membungkam Kritik

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:46

Sekjen DPP GMPI Kritik Keras KIM Karawang: Jangan Jadikan Isu Investasi untuk Membungkam Kontrol Sosial

Berita Terbaru