KKN-T INOVASI IPB HADIRKAN PROGRAM ‘BERSERI’ UNTUK ATASI SAMPAH SUNGAI DI DESA MAKMURJAYA

- Penulis

Rabu, 20 Agustus 2025 - 05:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi IPB University hadir di Desa Makmurjaya, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, dengan mengusung program kerja ‘BERSERI: Bersih Sungai, Rapih, dan Indah’. Program ini dirancang sebagai solusi atas permasalahan sampah kiriman yang kerap menumpuk di aliran sungai desa setempat.

Melalui program tersebut, tim KKN-T memperkenalkan litter trap atau perangkap sampah sebagai upaya nyata dalam mengurangi pencemaran sekaligus menjaga kelestarian sungai.

Kegiatan program kerja “BERSERI” dilaksanakan pada 14–15 Juli 2025 dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Warga menunjukkan antusiasme tinggi, baik saat pemasangan litter trap maupun dalam sesi edukasi yang diberikan oleh mahasiswa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada hari pertama, mahasiswa memasang litter trap perdana di badan air zona RT 7. Model fisik ini menjadi contoh nyata untuk ditampilkan pada kegiatan presentasi di hari kedua.

Baca Juga:  Latihan Gabungan Paskibra Antar Sekolah se-Kabupaten Karawang Resmi Dibuka

Keesokan harinya, mahasiswa KKN-T melakukan presentasi di tepi sungai tempat litter trap pertama terpasang. Acara dilanjutkan dengan pembagian poster edukasi kepada masyarakat serta penyerahan poster berukuran A1 kepada pihak desa sebagai media sosialisasi berkelanjutan. Di akhir kegiatan, dilakukan pemasangan litter trap kedua di zona RT 1.

Melalui program ini, masyarakat Desa Makmurjaya semakin memahami pentingnya membuang sampah pada tempatnya demi menjaga kelancaran aliran sungai. Perangkat desa maupun warga yang hadir menyatakan keinginan untuk melanjutkan program tersebut secara mandiri.

Kehadiran tim KKN-T IPB 2025 tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik litter trap, melainkan juga fokus pada edukasi lingkungan. Mahasiswa berupaya menanamkan kesadaran kepada masyarakat dan perangkat desa mengenai pentingnya inovasi sederhana namun efektif dalam mengurangi permasalahan sampah di sungai dan saluran air desa. (LK)

 

Berita Terkait

Dana BOS Rp879 Juta Disorot, Kadisdikbud Karawang Angkat Bicara
Lomba Keagamaan Semarakkan Maulid Nabi di SMPN 2 Lemahabang, Bibit Potensial Mulai Disaring
PSYNERGY Competition 2026 Digelar Perdana, Fakultas Psikologi UBP Karawang Perkuat Jejaring Mahasiswa Tingkat Nasional
Jam Kerja, Pegawai Disdikbud Terlihat Gunakan Sandal, Disiplin Aparatur Dipertanyakan
Dari Perjuangan Menuju Wisuda, Mulyana Hanafi, S.E. Siap Melangkah dan Berkarya
LARANG JUAL BELI LKS, DISDIKBUD KARAWANG DINILAI BELUM JAWAB SOAL PENGAWASAN DAN SANKSI
Disdikbud Karawang Terbitkan Surat Edaran, Sekolah Negeri Dilarang Jual LKS, Buku, dan Seragam
Era Baru Pelayanan Pendidikan di Karawang, Disdikbud Resmikan Ruang Layanan Terpadu
Berita ini 26 kali dibaca
Tag :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:09

MASYARAKAT CIPEUNDEUY TEGAS TOLAK PT CMM, DESAK PEMERINTAH PERIKSA LEGALITAS DAN KEPATUHAN LINGKUNGAN

Minggu, 11 Oktober 2026 - 04:57

GMPI DPC CIKAMPEK SURATI PT CELEBES NATURAL PROPERTINDO, TUNTUT HAK INVESTOR PASAR PEMDA

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:54

FMSB Gelar Seminar Lingkungan Hidup, Soroti Tantangan Industrialisasi di Kabupaten Subang

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:03

MIRIS! Rumah RUTILAHU di Dewisari Rampung Sebulan, Upah Pekerja Tak Kunjung Dibayar, Warga Malah Tekor Rp800 Ribu

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:33

MIRIS! Di Mana Pengawasan? Dugaan Pelanggaran Terjadi, Keselamatan dan Kepentingan Publik Dipertaruhkan!

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:30

Ketum BARAK Indonesia Tantang KIM Buka Data: Jangan Asal Kaitkan Ormas dengan Gangguan Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:23

Ketum Banaspati Minta KIM Tak Cap Ormas dan LSM sebagai Gangguan Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:52

KIM Dikritik KOMPAK: Kritik Masyarakat Jangan Dicap Gangguan Keamanan

Berita Terbaru