Karawang, Lintaskarawang.com – Ketua Umum LSM Barak Indonesia, D Sutejo MS, SH, memberikan pernyataan tegas terkait perkembangan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi di tubuh PD Petrogas Persada, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten Karawang. Ia menyatakan dukungan penuh kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang untuk menuntaskan kasus ini hingga ke akar-akarnya.
“Pokoknya saya support penuh kepada penyidik dan tersangka pertama. Jangan ragu untuk mengungkap satu per satu nama yang terlibat. Jangan sungkan, jika ada, ungkap semua,” ujar D Sutejo kepada wartawan, Senin (23/6/2025).
Menurut D Sutejo, dari informasi yang ia peroleh, meski jumlah yang diduga dikorupsi secara pribadi oleh tersangka mencapai sekitar Rp7,1 miliar, namun Kejari Karawang menunjukkan barang bukti yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah. Ia khawatir hal ini menjadi indikasi adanya praktik korupsi berjamaah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini yang saya takutkan, jangan-jangan ada kolaborasi. Kalau seperti itu, saya minta Kejari Karawang jangan berhenti di satu tersangka saja. Usut tuntas siapa pun yang terlibat, meskipun punya bobot kekuasaan besar di Karawang,” tegasnya.
Sebelumnya, Kejari Karawang telah melakukan penyitaan terhadap sejumlah aset terkait penyidikan perkara dugaan korupsi laporan keuangan PD Petrogas Persada. Penyidikan ini mencakup periode panjang, sejak tahun 2009 hingga 2024, dengan potensi kerugian negara yang sangat besar, yakni mencapai Rp101.107.572.654.
Tejo juga mengingatkan agar tidak ada praktik “main mata” dalam penetapan tersangka baru. Ia mendorong Kejari Karawang bersikap profesional dan tegas terhadap siapa pun yang terlibat.
“Jangan ada kompromi, walaupun mereka tokoh besar. Kalau memang bersalah, tetapkan saja sebagai tersangka. Saya sebagai warga Karawang mendukung penuh Kejari Karawang dalam menegakkan supremasi hukum,” tegasnya lagi.
Dugaan korupsi yang terjadi di PD Petrogas ini menjadi perhatian serius publik Karawang, mengingat perusahaan tersebut mengelola sektor strategis energi dan sumber daya alam. LSM Barak Indonesia pun berjanji akan terus mengawal kasus ini agar terang benderang dan tidak berhenti di satu nama. (LK)













Tinggalkan Balasan