Janji Gubernur Meleset, Warga Merana: Usaha Lumpuh, Karyawan Dirumahkan

- Penulis

Sabtu, 5 April 2025 - 01:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Jembatan Cicangor di ruas Jalan Badami–Loji, tepatnya di Desa Tamansari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, sudah satu bulan ambles dan hingga kini belum dapat dilalui kendaraan. Padahal, jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses penghubung vital antara masyarakat Karawang Selatan menuju pusat kota Karawang serta lintas kabupaten seperti Bogor.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meyakinkan publik bahwa akses masyarakat tidak akan lama terputus. Melalui berbagai platform media sosialnya, Gubernur Dedi menjanjikan pemasangan jembatan darurat yang diklaim hanya memerlukan waktu dua minggu untuk direalisasikan.

Namun, hingga berita ini diturunkan, pemasangan jembatan darurat tersebut belum terealisasi. Diduga, tim teknis dari Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Provinsi Jawa Barat belum mampu menjalankan proses pemasangan sebagaimana janji yang disampaikan Gubernur.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fauzi, seorang warga Badami, mengaku kecewa dengan melesetnya janji Gubernur. Saat meninjau kondisi jembatan, ia menyayangkan kesalahan teknis pemasangan jembatan darurat yang menurutnya tidak seharusnya terjadi. “Kalau Gubernur turun langsung ke lapangan, mungkin bisa langsung mengoreksi,” kata Fauzi, Sabtu (5/4/2025).

Lebih lanjut, Fauzi mempertanyakan alasan teknis pemasangan jembatan darurat di atas jembatan yang sudah ambruk, sementara di sampingnya terdapat tiang pancang jembatan lama peninggalan kolonial Belanda yang terlihat lebih kokoh. “Kenapa tidak menggunakan jalur itu saja? Oprit dan tanah jembatan yang ambruk kan sudah tidak kuat,” tambahnya.

Senada, aktivis Andri Kurniawan juga mempertanyakan profesionalitas Dinas BMPR. Ia menilai, seharusnya instansi sebesar itu memiliki ahli konstruksi jembatan yang mumpuni. “Di Karawang saja, Dinas PUPR-nya bisa bikin jembatan dengan hasil bagus,” ujarnya.

Baca Juga:  WARGA KARAWANG SELATAN MINTA BANTUAN TNI ZENI ATASI LAMBATNYA PERBAIKAN JEMBATAN CICANGOR HILIR

Andri menekankan bahwa dampak terputusnya akses Jembatan Cicangor sangat luas. Sekitar 70.000 warga dari tiga kecamatan dan 17 desa mengalami hambatan dalam sektor ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan. “Bahkan, pernah ada ambulans yang membawa jenazah terpaksa berhenti di tengah jalan, jenazah harus ditandu dulu baru dipindahkan ke ambulans lainnya di seberang,” paparnya.

Menurutnya, keberadaan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat merupakan bentuk sindiran nyata terhadap lemahnya respon Pemerintah Provinsi Jawa Barat. JPO tersebut hanya bisa dilalui sepeda motor, jauh dari kebutuhan utama transportasi.

Sementara itu, pelaku usaha setempat, Haerudin atau yang akrab disapa Mang Udin, mengaku harus merumahkan 12 karyawannya karena usahanya lumpuh sejak jembatan ambles. “Omset kami turun 98%. Padahal seharusnya saat Ramadan dan Lebaran ini jadi puncaknya,” keluhnya.

Di akhir pernyataannya, Mang Udin menyayangkan sikap Gubernur Dedi Mulyadi yang belum juga turun ke lapangan. “Yang membuat saya heran, biasanya pak Gubernur Jabar ini ketika ada kejadian yang membuat hajat hidup orang banyak terkendala, langsung turun ke lapangan. Tapi dengan apa yang terjadi pada jembatan Cicangor ini, beliau tidak melakukan langkah sebagaimana yang biasa dilakukan pada daerah lain,” pungkasnya. (LK)

 

Berita Terkait

Kecelakaan di Jalan Lingkar Luar Tanjungpura – Klari, Muatan Beras Berserakan di Jalan
Truk Muatan Minyak Sayur Terguling di Jalur Pantura, Arus Lalu Lintas di Jatisari Macet Panjang
Polemik Limbah PT MIM Diseret ke Ranah Hukum, Askun: Kades Tak Berwenang Intervensi B2B
Diduga Disunat, Bantuan Bibit Padi di Rengasdengklok Malah Jadi Beras
Dugaan Abuse of Power Menguat, LBH Laskar NKRI Laporkan Kades Sumurkondang ke Bupati
Skandal Ponpes Terbongkar, Dugaan Pencabulan Santriwati Picu Amarah Warga
Tragedi Rel Bekasi Timur: KRL Ringsek Usai Ditabrak Argo Bromo Anggrek dari Belakang
Reklame di Tiang Listrik Picu Polemik, PLN Karawang Turun Tangan Tindaklanjuti Aduan Warga
Berita ini 19 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 06:09

Maju di Pilkades Rengasdengklok Selatan, Aka Prioritaskan Pelayanan dan Kesejahteraan Masyarakat

Senin, 1 Juni 2026 - 04:40

Peringati Hari Lahir Pancasila, Pemuda Pancasila PAC Klari Gelar Tabur Bunga di TMP Pancawati

Senin, 1 Juni 2026 - 02:52

Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Ujang Suhana: Bung Karno Beri Nyali, Tan Malaka Beri Otak, Prabu Siliwangi Beri Adab

Sabtu, 30 Mei 2026 - 02:22

Ade Golun PJT II Keluhkan Semrawutnya Kabel dan Tiang Utilitas yang Hambat Normalisasi Saluran di Batujaya

Jumat, 29 Mei 2026 - 04:51

Natala Sumedha Soroti Dugaan Wanprestasi PT CNP, Pemkab Karawang Diminta Tegas

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:44

Alfamart di Kalijaya Diprotes Warga, Legalitas Perizinan Belum Terjawab dalam Musyawarah

Rabu, 20 Mei 2026 - 05:50

‎Karang Taruna Wanasari dan Warga Audiensi, Desak PT TKH Buka Kembali Aktivitas Galian

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:50

Karang Taruna Karawang Matangkan Empat Agenda Strategis 2026, Fokus Konsolidasi hingga Regenerasi Organisasi

Berita Terbaru