Baru 6 Bulan Selesai, Jalan Poros Desa di Kalangsari Rengasdengklok Mulai Retak dan Rusak

- Penulis

Kamis, 15 Agustus 2024 - 09:20

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Warga Dusun Wanajaya RT 27/06, Desa Kalangsari, Kecamatan Rengasdengklok, mengeluhkan kondisi jalan poros desa yang baru saja selesai dibangun sekitar enam bulan lalu. Menurut warga setempat, kondisi jalan tersebut kini mulai retak-retak dan mengalami kerusakan di beberapa bagian.

Bapak Imun, salah satu warga Dusun Wanajaya, menyampaikan bahwa masyarakat merasa kecewa dengan kualitas pembangunan jalan ini. “Baru enam bulan jalan dibangun, tapi sudah pada retak-retak. Kami khawatir jalan ini tidak akan bertahan lama,” ujarnya Kamis (15/8).

Kekhawatiran warga semakin besar, mengingat jalan tersebut merupakan akses penting bagi aktivitas sehari-hari. Bapak Imun menambahkan, “Padahal saat ini jalan hanya dilintasi oleh roda dua, apalagi kalau dilintasi roda empat, pasti akan semakin rusak.”

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, Bapak Imun juga mengkritik pihak pelaksana proyek yang dinilai kurang serius dalam memastikan kualitas pembangunan jalan. “Sebelum digunakan warga, seharusnya kualitas jalan diperiksa dulu dengan benar. Jangan sampai baru beberapa bulan sudah rusak,” tambahnya.

Baca Juga:  Redaksi Lintaskarawang.com Audiensi ke PUPR, Pertanyakan Drainase Mepet Jalan di Sampalan

Dari pengamatan di lapangan, retakan yang muncul di jalan tersebut cukup signifikan dan terlihat di beberapa titik sepanjang jalan.

Warga berharap pemerintah desa segera mengambil tindakan untuk memperbaiki jalan yang rusak tersebut. “Kami minta pemerintah desa segera memperhatikan dan memperbaiki jalan ini sebelum kerusakannya semakin parah,” tegas Bapak Imun.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Kalangsari belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan warga. Namun, warga berharap adanya koordinasi antara pemerintah desa dan pihak pelaksana proyek untuk mencari solusi terbaik bagi perbaikan jalan tersebut.

Kondisi ini diharapkan dapat menjadi perhatian serius pihak terkait, agar pembangunan infrastruktur di desa-desa berjalan dengan baik dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. (Red)

Berita Terkait

MBG untuk Anak, Bukan untuk Ulat: Dugaan Temuan Ulat di SDN Ciptamargi 4 Harus Diusut
Karawang Job Fair 2026 Dibuka, Tersedia Formasi Khusus Penyandang Disabilitas
BPD Tirtasari Memanas! Jumlah Pemilih Mendadak Berlipat, Proses Pemilihan Dituntut Diulang
DPRD Karawang Gelar Rapat Paripurna, Bahas KUA-PPAS 2027 dan Propemperda 2026
BUMDes Mandiri Sejahtera Parungmulya Dorong Masyarakat Jadi Mitra Strategis Kawasan Industri
Dugaan Intimidasi Jelang Pilkades Sumber Urip, Warga Mengaku Dimaki dan Diancam Putus Listrik.
Diduga Minta Uang, Pekerjaan Pemagaran di Sindangmulya Dihentikan Kades, Warga Desak PRKP Turun Tangan
Ayo Bayar PBB-P2 Sebelum 30 September, Inilah Beragam Manfaatnya
Berita ini 29 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 03:06

Langkah Perdana Menuju Pilkades 2026, Are Resmi Daftar Pertama di Dukuh Karya dengan Gelombang Dukungan

Rabu, 2 September 2026 - 04:08

LASKAR NKRI DPC Rengasdengklok Turut Serta Aksi Demonstrasi di PT Summit Adyawinsa Indonesia, DPP LASKAR NKRI Turun Langsung

Selasa, 1 September 2026 - 06:54

Mentan Sidak Pompanisasi di Karawang, Pastikan Bantuan Tepat Sasaran untuk Petani

Selasa, 1 September 2026 - 06:47

Hadiah Cinta untuk Orang Tua, Wabup Karawang Resmikan Masjid Al-Hayza di Klari

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:52

Bawa Aspirasi Petani ke Menteri Pertanian, Ade Golun PJT II Rengasdengklok Sampaikan Keluhan Irigasi yang Dikeluhkan Warga

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:53

Bangun Ekosistem Kolaborasi Pemuda, LKN Buka Ruang Sinergi dengan Pemerintah, DPRD, Sekolah, Kampus, Dunia Usaha, Komunitas, dan Media

Senin, 31 Agustus 2026 - 07:50

BULOG bersama Bapanas Salurkan 181 Ribu Ton Beras Bantuan Pangan di Jawa Barat

Minggu, 30 Agustus 2026 - 06:20

Saluran Irigasi Tersumbat Parah, 1.800 Hektare Sawah Terancam Kekurangan Air, Alat Berat Mulai Diterjunkan

Berita Terbaru