MENENGOK KINERJA KONSERVASI SCF DI SANGGABUANA

- Penulis

Minggu, 18 Februari 2024 - 04:36

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – 18 Februari 2024. Sejak tahun 2020 dunia konservasi Indonesia secara berkala tertuju matanya ke Karawang, terutama ke Pegunungan Sanggabuana. Karawang yang selama ini terkenal sebagai kota industri ternyata mempunyai hutan, gunung, dan dataran tinggi dengan keragaman biodiversitas yang mencengangkan. Secara berkala, temuan-temuan biodiversitas atau keanekaragaman hayati dari Pegunungan Sanggabuana dipublish oleh Sanggabuana Conservation Foundation (SCF).

Temuan pertama yang menghebohkan adalah ditemukannya alap alap capung (), alap alap terkecil di dunia di Pegunungan Sanggabuana. Selanjutnya secara mengejutkan SCF juga merilis foto dan video macan tutul jawa dan macan kumbang (Panthera pardus melas) yang berkeliaran di satu-satunya gunung di Karawang ini. Temuan macan tutul jawa ini bahkan menarik perhatian Dedi Mulyadi yang waktu itu menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dan Dirjen KSDAE Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Dedi Mulyadi bahkan ikut 2 kali terjun langsung ke belantara Sanggabuana untuk memasang kamea trap bersama Sanggabuana Wildlife Ranger (SWR) yang dibentuk oleh SCF.

Tidak hanya Dedi Mulyadi saja – yang kebetulan di DPR RI memang membidangi lingkungan hidup – yang penasaran dengan biodiversitas Sanggabuana. Artis dan presenter kondang tanah air, Irfan Hakim pun bahkan juga ikut menelusuri hutan Sanggabuana untuk melihat langsung keanekaragaman hayati di Sanggabuana. Setelahnya, banyak kampus-kampus di Pulau Jawa yang mempunyai prodi Biologi yang datang ke Sanggabuana untuk ikut melakukan pendataan dan penelitian di Sanggabuana.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menengok akun instagram SCF @gunungsanggabuana, Lintas Karawang berhasil menelusuri kinerja SCF di bidang konservasi di Pegunungan Sanggabuana sejak tahun 2020. Target utama SCF tentu saja adalah perubahan fungsi hutan kawasan Pegunungan Sanggabuana menjadi kawasan konservasi berupa Taman Nasional. Berikut ini adalah laporan SCF di bidang konservasi di Pegunungan Sanggabuana.

1. Area kerja SCF di Pegunungan Sanggabuana seluas 16.500 hektar yang merupakan hutan Pegunungan Sanggabuana yang dikelola oleh Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Barat – Banten dibawah pengelolaan KPH Bogor, KPH Cianjur dan KPH Purwakarta dan berada di 4 Kabupaten, yaitu Karawang, Purwakarta, Bogor, dan Cianjur.

Baca Juga:  HASIL KAJIAN SCF 337 JENIS SATWA TERIDENTIFIKASI DI SANGGABUANA PEMERINTAH SEGERA PROSES USULAN TAMAN NASIONAL

2. 337 jenis satwa liar berhasil teridentifikasi di wilayah Pegunungan Sanggabuana. Namun per Januari 2024 bertambah menjadi 339 jenis satwa yang sudah teridentifikasi. Selain satwa liar juga sudah terdata 176 jenis tumbuhan di Sanggabuana.

3. 339 titik mata air rupanya tersebar di kawasan Pegunungan Sanggabuana. Dengan rincian 148 mata air ada di hutan Sanggabuana yang berada di wilayah Karawang, 92 mata air ada di wilayah Purwakarta, 25 mata air ada di wilayah Cianjur, dan 74 mata air ada di wilayah Bogor.

4. Yang mengejutkan serapan atau cadangan karbon di wilayah Pegunungan Sanggabuana adalah 7.075.551 ton. Yang terdiri dari Above ground woody carbon sebanyak 1.621.352 ton, Below Ground woody carbon sebanyak 378.539 ton, dan Soil Organic carbon sebanyak 5.075.620 ton.

5. SCF dalam laporannya juga melaporkan sudah ikut membantu proses penyelidikan dan penyidikan kasus perdagangan satwa liar di wilayah Bogor. Pengungkapan kasus perdagangan satwa dilindungi ini sudah diproses hukum, dan pelaku sudah dihukum 2 tahun dan denda RP 100 juta rupiah.

6. Dalam tahun 2023 SCF berhasil melakukan penyelamatan satwa liar dilindungi sebanyak 36 ekor dari berbagai jenis satwa. Dari foto-foto laporannya, satwa tersebut diserahkan ke BKSDA DKI dan BKSDA Jawa Barat untuk direhabilitasi. Tampak juga penyelamatan satwa jenis elang jawa bersama Jenderal Maruli Simanjuntak, M.Si yang waktu itu menjabat sebagai Pangkostrad.

7. SCF melaporkan terjadi 5 kasus konflik satwa liar di kawasan Pegunungan Sanggabuana yang menjadi area kerja mereka. Dari 5 kasus ini korban ternak masyarakat sejumlah 26 ekor.

8. SCF lewat para Ranger juga membantu melakukan advokasi masyarakat terutama dalam urusan penolakan dan penghentian tambang ilegal, baik galian ilegal pasir, batu andesit, dan juga galian emas ilegal, serta perburuan satwa liar di Sanggabuana.

9. Sebanyak 7 perguruan tinggi, 4 SMU, 12 Desa, dan 9 kelompok masyarakat sudah ikut diedukasi terkait konservasi oleh SCF. & Perguruan tinggi ini tidak saja belajar di Sanggabuana, tetapi juga ikut membantu SCF untuk melakukan pendataan biodiversitas dan mengedukasi masyarakat. (Redaksi)

Berita Terkait

Sungai Perbatasan Cilamaya–Ciasem Dikeluhkan Berbau Menyengat, Warga Minta DLHK Turun Tangan
Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Jalan Poros Tanjung Mekar Rp189 Juta Disorot Warga
DPRD Karawang Resmi Dukung Draft RUU Perlindungan Ketenagakerjaan
Skandal KPR Fiktif Karawang Makin Melebar! Kejari Tetapkan Dua Bos Bank Himbara Jadi Tersangka, Total Kini 7 Orang
Proyek Jalan di Puseurjaya Disorot, Muncul Dugaan Permintaan Uang Koordinasi hingga Jutaan Rupiah
63 Desa Terima LHP AMJ, Publik Karawang Menanti Dibukanya Temuan dan Tindak Lanjut
Dugaan Penyimpangan BUMDes dan BLT Dana Desa Mencuat di Desa Gombongsari, Departemen Umum Hankam 88 Laskar NKRI Siap Tempuh Jalur Hukum
MBG untuk Anak, Bukan untuk Ulat: Dugaan Temuan Ulat di SDN Ciptamargi 4 Harus Diusut
Berita ini 10 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 04:25

Sungai Perbatasan Cilamaya–Ciasem Dikeluhkan Berbau Menyengat, Warga Minta DLHK Turun Tangan

Jumat, 11 September 2026 - 04:12

Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Jalan Poros Tanjung Mekar Rp189 Juta Disorot Warga

Kamis, 10 September 2026 - 12:14

Skandal KPR Fiktif Karawang Makin Melebar! Kejari Tetapkan Dua Bos Bank Himbara Jadi Tersangka, Total Kini 7 Orang

Kamis, 10 September 2026 - 08:22

Proyek Jalan di Puseurjaya Disorot, Muncul Dugaan Permintaan Uang Koordinasi hingga Jutaan Rupiah

Senin, 7 September 2026 - 12:27

63 Desa Terima LHP AMJ, Publik Karawang Menanti Dibukanya Temuan dan Tindak Lanjut

Jumat, 4 September 2026 - 06:26

Dugaan Penyimpangan BUMDes dan BLT Dana Desa Mencuat di Desa Gombongsari, Departemen Umum Hankam 88 Laskar NKRI Siap Tempuh Jalur Hukum

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:56

MBG untuk Anak, Bukan untuk Ulat: Dugaan Temuan Ulat di SDN Ciptamargi 4 Harus Diusut

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:22

Karawang Job Fair 2026 Dibuka, Tersedia Formasi Khusus Penyandang Disabilitas

Berita Terbaru