PULUHAN PEJABAT PEMPROV JABAR, PERHUTANI, BBKSDA DAN BAPPEDA 4 KABUPATEN BLUSUKAN KE HUTAN SANGGABUANA. TERKAIT PERUBAHAN STATUS?

- Penulis

Selasa, 29 Juli 2025 - 04:08

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Puluhan pejabat Pemprov Jawa Barat, Kepala Divisi Regional Perum Perhutani Jawa Barat – Banten, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, didampingi oleh Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Bogor, Cianjur, dan Purwakarta, serta Bappeda dan Dinas Lingkungan Hidup dari 4 Kabupaten – Karawang, Purwakarta, Cianjur, dan Bogor beberapa kali berkunjung ke Sanggabuana.

Kunjungan terakhir para pejabat Pemprov yang dipimpin oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Dodit Ardian Pancapana, S.C., M.Sc dilakukan pada Rabu, 2 Juli 2025. Dodit didampingi oleh pejabat sebanyak 70 orang berkunjung ke Markas Sanggabuana Wildlife Ranger di Puncak Sempur, Desa Cintalaksana, Kecamatan Tegalwaru, Karawang, sebelum masuk hutan Pegunungan Sanggabuana.

Sebelum blusukan ke hutan, Bernard T. Wahyu Wiryanta, peneliti satwa liar dan Founder Sanggabuana Conservation Foundation (SCF) memaparkan temuan keanekaragaman hayati yang ada di Sanggabuana. Data kehati yang sudah dikumpulkan oleh SCF selama 5 tahun ini kemudian menjadi dasar untuk melakukan usulan perubahan fungsi kawasan hutan Pegunungan Sanggabuana.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari laman jejaring sosial Pemprov Jabar dan Kang Dedi Mulyadi, pagi hari setelah kunjungan pertama ke Markas Ranger Sanggabuana, para pejabat Pemprov Jawa Barat didampingi oleh Gubernur Dedi Mulyadi kemudian menghadap Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di Manggala Wana Bakti di Jakarta. Selanjutnya rombongan sebanyak 70 orang dari Pemprov Jabar kembali mendatangi Gunung Sanggabuana dan masuk hutan untuk melihat potensi keanekaragaman hayati Pegunungan Sanggabuana bersama dengan Sanggabuana Wildife Ranger dari SCF.

Menurut Bernard, para pejabat dari Pemprov Jabar yang didampingi oleh Perum Perhutani Divre Jawa Barat Banten dan BBKSDA Jawa Barat ini blusukan atas perintah Pak Gubernur Dedi Mulyadi untuk merespon usulan perubahan fungsi kawasan hutan Pegunungan Sanggabuana.

“Melihat keanekaragaman hayatinya yang tinggi, hutan di Pegunungan Sanggabuana ini perlu upaya perlindungan dan pelestarian yang lebih maksimal. Jadi harus ada perubahan fungsi kawasan hutan. Dulu kita mengusulkan menjadi kawasan konservasi, tetapi ketika kita membuat kajian untuk zonasi ternyata sudah susah, terutama untuk menentukan zona intinya. Sudah banyak keterlibatan masyarakat di dalam hutan. Bahkan puncak Sanggabuana saja sudah seperti cluster perumahan. Isinya warung dam puluhan makam. Dengan tren saat ini, dan mengacu pada UU No.. 32 tahun 2024, idealnya Sanggabuana menjadi Areal Preservasi.” Jelas Bernard.

Baca Juga:  Masyarakat Karawang Resah, 4 Ekor Buaya Muncul di Sungai Cibeet, Kostrad dan BBKSDA Turun Tangan

Menengok Undang-Undang No. 32 Tahun 2024 tentang perubahan ats Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dalam Pasal 1 Ayat 16: Areal Preservasi adalah areal di luar Kawasan Suaka Alam, Kawasan Pelestarian Alam, dan kawasan konservasi di perairan, wilayah pesisir, dan pulau-pulau kecil yang dipertahankan kondisi ekologisnya untuk mendukung fungsi penyangga kehidupan ataupun kelangsungan hidup Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Dari hasil pendataan biodiversity oleh SCF, sampai saat ini tercatat sudah 477 satwa liar yang berhasil didata secara visual berada di kawasan hutan Pegunungan Sanggabuana. Dari 477 satwa liar yang ada, 48 jenis merupakan satwa dilindungi sesuai Permen 106 Tahun 2018. Sebanyak 284 jenis satwa masuk dalam IUCN Red List, dengan kategori Critically Endagered (EN) sebanyak 4 jenis, dan sebanyak 10 jenis masuk dalam kategori Endagered (EN). Dari semua jenis satwa yang terdata, 37 jenis masuk dalam Appendiks CITES dengan 6 jenis satwa masuk dalam kategori Appendiks 1 CITES, dan 29 jenis masuk dalam Appendiks 2 CITES, sisanya sebanyak 2 jenis masuk dalam kategori Appendiks 3

Menurut Bernard, saat ini proses administrasi perubahan fungsi kawasan Pegunungan Sanggabuana sedang diurus, dan perlu surat persetujuan dari 4 Kepala Daerah. “Karena Sanggabuana berada di wilayah 4 Kabupaten, Karawang, Bogor, Cianjur, dan Purwakarta. Jadi proses administrasinya disiapkan oleh Gubernur Jawa Barat.” Tegas Bernard.

Ketika ditanya apa status ideal untuk kawasan hutan Pegunungan Sanggabuana, Bernard yang sudah melakukan penelitian biodiversity di kawasan hutan Pegunungan Sanggabuana seluas 16.500 hektar sejak tahun 2020 mengatakan bahwa idealnya adalah Areal Preservasi. “Tapi statusnya nanti apa, tergantung dari Tim Terpadu yang dibentuk oleh Kementerian Kehutanan. Pak Gubernur pun juga menyerahkan kepada Kementerian Kehutanan. Tapi yang penting adalah, harus ada upaya perlindungan dan pelestarian yang maksimal di Sanggabuana, terutama upaya dari Pemerintah.” Tutup Bernard. (LK)

 

Berita Terkait

Kongres II GMPI Digelar, Momentum Konsolidasi dan Transformasi Organisasi Menuju Lima Tahun Berikutnya
Warga Pamahan Dukung Gunawan Maju Pilkades Sumberurip, Berharap Pertanian, Pendidikan hingga Air Bersih Jadi Prioritas
Mencalonkan Diri sebagai Balon Kepala Desa Sumbereja, H. Rahmat Ingin Mengabdi dan Membangun Desa Bersama Masyarakat
Berkas Diterima Sebelum Penutupan, Mengaku Serahkan Rp1 Juta kepada Lurah, Sri Maryani Malah Digugurkan dari Bakal Calon BPD Waluya
Dapat Nomor Urut 2, Diding Haryono Usung Program “ASIAP” dan Pendekatan Humanis di BPD Kutanegara
Eratkan Silaturahmi, Kepala Desa Gebangjaya Akan Sajikan Hiburan Beragam di Acara Tasyakuran Khitanan Putranya
Musrenbangdes 2026: Pemdes Rengasdengklok Utara Dorong Pembangunan Infrastruktur dan Lingkungan Desa
Petani dan Pemerintah Desa Gebangjaya Gotong Royong Bersihkan Eceng Gondok, Aliran Sungai Kembali Dinormalisasi
Berita ini 14 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:14

Ririn Renata, Remaja 15 Tahun di Karawang, Berharap Bisa Kembali Bersekolah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:21

Kantor Baru Unit Intelijen Kodim 0604/Karawang Diresmikan, Dandim Tegaskan Operasi Antibegal Rutin

Jumat, 14 Agustus 2026 - 03:54

DPC PDI Perjuangan Karawang Distribusikan Bantuan Kegiatan HUT RI ke-81 untuk PAC Se-Kabupaten

Senin, 10 Agustus 2026 - 08:14

Jembatan Perintis Garuda Diresmikan, Sambungkan Kalijati-Kamurang dan Permudah Akses Warga

Senin, 10 Agustus 2026 - 06:02

Pemkab Karawang Serentak Salurkan Vitamin dan Kalsium untuk Balita, Tekan Angka Stunting

Senin, 10 Agustus 2026 - 05:56

56 Pramuka Karawang Dilepas Menuju Jambore Nasional XII 2026 di Cibubur

Senin, 10 Agustus 2026 - 05:00

Ketua KSM GMBI Kedungwaringin Apresiasi Polsek, Dorong Sinergi Jaga Kamtibmas

Minggu, 9 Agustus 2026 - 03:45

‎Pemkab Karawang Tertibkan 93 Bangunan Liar di Sekitar Gerbang Tol Karawang Timur ‎

Berita Terbaru