BOLONG-BOLONG GUNUNG GOONG ULAH TAMBANG BODONG

- Penulis

Jumat, 15 Desember 2023 - 06:57

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Tujuh buah truk Colt Diesel dengan bak kayu berjajar rapi di jalanan dibawah gapura Batu Beulah, masuk jalan aspal berlubang di desa Cipurwasari, Kecamatan Tegalwaru, Karawang. Lebih jauh, di pertigaan di dekat tempat makan dan karaoke “Cobek Goak”, satu buah truk mengantri masuk di pertigaan jalan tanah menuju lereng Gunung Goong. Belasan truk, Minggu 10 Desember 2023 ini mengantri untuk memuat batu.

Tidak jauh dari pertigaan jalan tanah di depan “Cobek Goak” hanya berjarak tidak sampai 500 m, 5 buah truk sedang memuat batu. Sebanyak 7 motor parkir dibawah pohon, dan belasan pekerja memecah batu dan menaikkan ke atas truk. Batu-batu ini diambil secara paksa dari tebing Gunung Goong yang eksotis. Gunung Goong sendiri merupakan gunung batu yang berada di kawasan pengelolaan Perum Perhutani KPH Purwakarta, BKPH Pangkalan. Gunung Goong merupakan salah satu bukit yang berada di kawasan Pegunungan Sanggabuana.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain Gunung Goong, gunung-gunung lain di Sanggabuana banyak yang mempunyai nasib serupa dengan Gunung Goong. Gunung Sinalanggeng malahan sudah hilang separohnya ditambang oleh PT Atlasindo. Gunung Cipaga yang berada tidak jauh dari Gunung Goong pun juga bernasib sama, beberapa areanya sudah rusak digali diambil material batunya. Gunung Jurig di Cikutamahi juga ditambang oleh PT Tarabatuh dengan conveyor berkelok-kelok sepanjang lebih dari 5 kilometer ke CIbatutiga, Cariu di Bogor.

Berbeda dengan beberapa galian yang mempunyai izin, di Gunung Goong galian dikerjakan oleh masyarakat dengan beberapa ormas dan kelompok masyarakat lain. Para penggali ini disinyalir diberi modal oleh tokoh masyarakat yang sedang manjadi Caleg dan sebelumnya juga menambang di salah satu gunung di kawasan Pegunungan Sanggabuana. Galian tanpa izin di Gunung Goong ini sudah berjalan lama dan sampai hari ini beberapa truk masih mengantri untuk memuat batu.

Eka Marhadi Koordinator Mitra Ranger Sanggabuana Wildlife Ranger Wilayah Tegalwaru menyayangkan dengan kegiatan galian liar di Gunung Goong dan beberapa gunung di sekitaran Pegunungan Sanggabuana ini. Menurutnya praktik galian liar ini sudah berlangsung lama, dan sempat diberhentikan oleh Polhut Perum Perhutani, dan masyarakat diarahkan untuk mengelola Gunung Goong sebagai Obyek Wisata Alam. “Tapi oknum masyarakat yang bandel dan pengen duit cepat tetap saja nekat menambang batu. Tentu dengan alasan ekonomi, apalagi dibackup oleh oknum pengusaha dan tokoh masyarakat serta ormas.” Timpal Eka.

Baca Juga:  Pemkab Karawang Lantik Tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Berdasarkan Manajemen Talenta

Eka Marhadi juga menyanyangkan sampai sekarang aparat pemerintah belum melakukan tindakan hukum maupun edukasi ke para penambang liar di Gunung Goong, baik dari Satpol PP, Polsek Tegalwaru, maupun dari Polhut Perum Perhutani. “Padahal jelas-jelas gunung Goong yang ditambang adalah lahan milik Pemerintah yang dikelola oleh Perum Perhutani.” Tutup Eka Marhadi.

Abiburohman dari Komunitas Baraya Sanggabuana, komunitas yang aktif dalam kegiatan pelestarian hutan di kawasan Pegunungan Sanggabuana juga senada dengan Eka Marhadi. Menurut Abiburohman tambang-tambang liar ini jelas-jelas merusak ekosistem Sanggabuana yang sedang berproses menjadi Taman Nasional. “Kami dan teman-teman merehabilitasi hutan Sanggabuana, mengembalikan hutan sebagaimana mestinya sebagai hutan. Supaya mata air tetap mengalir, satwa-satwa liar berkembang biak dengan baik dan masyarakat mendapat manfaat ekonomi. Tidak hanya mendapat air dan oksigen serta terhindar dari bencana saja. Diluar itu, sebaliknya masih banyak oknum yang merusak hutan. Kami jadi bekerjaran dengan mereka, siapa yang lebih cepat, lebih cepat kami merehabilitasi hutan atau lebih cepat mereka merusak alam.” Tutur Abiburohman.

Abiburohman menambahkan, setidaknya jika masyarakat tidak ikut membantu memperbaiki alam Sanggabuana janganlah merusak. “Minimal jika tidak membantu kami memperbaiki alam Sanggabuana, jangan merusak. Jangan sampai kita nanti kedepan meninggalkan bencana buat anak cucu kita. Jangan sampai kita tidak meninggalkan mata air untuk anak cucu kita tapi malah meninggalkan air mata.” Tutup Abiburohman.

(Redaksi)

Berita Terkait

Bapenda Karawang Perkuat Sinergi dengan Dunia Usaha, Sosialisasikan Opsen PKB dan BBNKB 2026 kepada 900 Peserta
Ketua Umum Garda Wisesa Nusantara Kutuk Keras Oknum Pembuang Limbah B3 di Irigasi Desa Telukbango: “Ini Kejahatan Lingkungan”
Proyek Rehabilitasi SDN Mekarpohaci III Disorot, Dugaan Material Kayu Tak Sesuai Spesifikasi Picu Permintaan Evaluasi
Aktivitas Pengurugan di Lahan LP2B Masih Berjalan, Ketegasan Satpol PP Karawang Dipertanyakan
TOKO SUBUR TELOR DILAPORKAN JUAL MINYAK GORENG CURAH TANPA LEBEL SNI & MERK
Dewan Tani H. Karsim Dengarkan Keluhan Petani Sekarwangi, Soroti Krisis Air Irigasi hingga Serangan Hama Tikus
Dewan Pers Tegur Ucapan yang Merendahkan Wartawan, Hotman Paris Akhirnya Minta Maaf
Diduga Tidak Netral, Aktivis Laskar NKRI Soroti Pencalonan BPD Perwakilan Perempuan di Desa Gombongsari
Berita ini 40 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:21

Satu Hari Dua Telur, Sejuta Harapan untuk Masa Depan Anak: Batujaya Perkuat Upaya Tekan Angka Stunting

Senin, 13 Juli 2026 - 00:20

Ratusan Warga Antusias Ikuti Pemeriksaan Mata dan Pembagian Kacamata Gratis di Vihara Buddha Loka

Minggu, 5 Juli 2026 - 10:08

Rayakan Milad ke-1 Pasca Vakum, Jajaran Komunikasi Cengkong (JKC) Gelar Santunan 50 Anak Yatim Piatu

Selasa, 23 Juni 2026 - 06:48

Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, MDTU Al Hidayah Karawang Santuni Anak Yatim dan Perkuat Kepedulian Sosial

Rabu, 27 Mei 2026 - 06:05

Owner PT Kevin Putra Singaraja dan Keluarga Bagikan Daging Kurban untuk Masyarakat

Sabtu, 18 April 2026 - 17:20

Penyerahan SK Bank Sampah dan Kunjungan Rescue Karang Taruna di Desa Cikalong

Rabu, 15 April 2026 - 11:48

PJT II Rengasdengklok Lakukan Pembersihan Irigasi, Masyarakat Diimbau Tidak Buang Sampah Sembarangan‎

Sabtu, 28 Maret 2026 - 08:15

RESCUE KARANG TARUNA GELAR AKSI BERSIH SAMPAH DAN ECENG GONDOK DI DESA TANJUNG MEKAR

Berita Terbaru