Jepang Berhasil Menciptakan Rumah Berteknologi MagLev, Seperti apakah?

- Penulis

Minggu, 6 April 2025 - 09:20

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumber poto : dari halaman sosmed

Sumber poto : dari halaman sosmed

Karawang, Lintaskarawang.com – Jepang telah mengembangkan rumah terapung dengan teknologi levitasi magnetik untuk mengurangi dampak seismik gempa bumi. Teknologi ini memungkinkan bangunan terangkat dari tanah saat terjadi gempa, mencegah kerusakan struktural.

Dikutip dari halaman Seasia News, kamis (03/04/25), teknologi ini dipelopori oleh perusahaan Air Danshin sejak 2005. Perusahaan ini mengembangkan sistem berbasis sensor dan kompresor udara yang langsung mengangkat rumah sekitar 1,2 inci saat gempa terjadi.

Pengembangan ini dilakukan di Jepang, negara yang sering mengalami gempa bumi dan terus mencari solusi inovatif untuk meningkatkan ketahanan bangunan terhadap bencana alam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Konsep rumah terapung dengan levitasi magnetik telah dikembangkan sejak 2005 dan terus mengalami penyempurnaan hingga sekarang. Teknologi ini semakin menarik perhatian dunia sebagai solusi potensial untuk kawasan rawan gempa.

Rumah terapung ini tidak hanya mengurangi risiko kerusakan akibat gempa bumi tetapi juga menawarkan perlindungan terhadap banjir. Selain itu, konsep ini bisa menjadi dasar dalam perencanaan kota yang lebih tahan bencana.

Baca Juga:  Kritik Kang Ejen: Jalan Kampung Kopi, Sarana Ketahanan Pangan atau Ladang Lumpur?

Teknologi ini mengadopsi prinsip levitasi magnetik (Maglev) yang digunakan dalam kereta api berkecepatan tinggi. Sistem ini bekerja dengan sensor yang mendeteksi gempa, lalu kompresor udara dengan cepat mengangkat rumah menggunakan bantalan udara dan gaya tolak magnetik. Hal ini meminimalkan gesekan serta meningkatkan stabilitas struktur.

Studi oleh Furuya, M. Fujishita, dan tim mereka yang diterbitkan pada 2020 di Earthquake Response Engineering Conference menunjukkan bahwa metode ini efektif dalam mengurangi getaran akibat gempa pada bangunan, jembatan, dan struktur lainnya. Dengan pengembangan berkelanjutan, teknologi ini diharapkan dapat diterapkan lebih luas untuk meningkatkan ketahanan infrastruktur di berbagai negara rawan bencana.

Penulis : Aan
Source : Sosial Media

Berita Terkait

Pendaftaran BPD Desa Mekarsari Resmi Ditutup, Sosialisasi Jadi Sorotan Warga di Media Sosial
Kapolres Karawang Perkuat Sinergitas Bersama Kejari dan Yonif 305/Tengkorak, Wujudkan Karawang Aman dan Kondusif
Kapolda Jabar Ajak Semua Pihak Jaga Investasi di Karawang, Ormas dan LSM Sampaikan Aspirasi Soal Perusahaan Lokal
GMMK Gelar Aksi Unjuk Rasa, Desak Transparansi Anggaran dan Tes Urine Massal Pejabat Karawang
Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Pembangunan Rutilahu di Desa Kemiri Diprotes Keluarga Penerima Manfaat
Jaga Kondusivitas Kawasan Industri, Desa Mekarjaya dan Tamelang Sepakati Nota Kesepakatan Bersama dengan Karang Taruna
Dugaan Pengelolaan Dana Material P3-TGAI di Desa Malangsari Disorot, Ketua P3A Sebut Hanya Diberi Mandat Urus Pengairan
Perjuangan H. Karsim Berbuah Hasil, Dinas Pertanian Setujui Normalisasi Irigasi Rawamerta
Berita ini 74 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:40

Satlantas Polres Karawang Larang Mobil Pick Up Angkut Penumpang Demi Keselamatan

Selasa, 14 Juli 2026 - 06:56

Karang Taruna Desa Parungmulya dan Telukjambe Sepakat Jaga Iklim Investasi di PT. SAS Kawasan Industri BAM

Senin, 13 Juli 2026 - 01:52

Bupati Karawang Aep Syaepuloh Koperasi Harus Jadi Motor Penggerak UMKM dan Penguatan Ekonomi Daerah

Selasa, 7 Juli 2026 - 07:43

Petani Kemiri Apresiasi Program P3-TGAI, Jaringan Irigasi Diharapkan Mampu Tingkatkan Hasil Pertanian

Senin, 6 Juli 2026 - 10:43

Enam Bulan Menumpang, Kisah Ibu Sarwi Jadi Pengingat Pentingnya Respons Cepat Penanganan Rumah Roboh

Senin, 6 Juli 2026 - 06:12

Pipik Taufik Ismail Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Masyarakat dalam Pengawasan Pemerintahan 2026

Senin, 6 Juli 2026 - 03:50

Perjuangan Dede Anwar Berbuah Hasil, Delapan Warga Desa Ciranggon Terima Program Rumah Layak Huni 2026

Senin, 6 Juli 2026 - 02:51

Rahmat Binsar Lantik Pengurus PUK SPAI-FSPMI PT ISS Indonesia, Perkuat Soliditas Organisasi Pekerja

Berita Terbaru