Kritik Kang Ejen: Jalan Kampung Kopi, Sarana Ketahanan Pangan atau Ladang Lumpur?

- Penulis

Minggu, 8 Desember 2024 - 12:08

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Kondisi jalan perbatasan antara Desa Kutalanggeng dan Desa Ciptasari, tepatnya di Jalan Kampung Kopi, RT 09 RW 05, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang, mendapat sorotan tajam dari masyarakat. Jalan yang hingga kini masih berupa tanah berlumpur menjadi keluhan warga, terutama saat musim hujan, karena menghambat aktivitas sehari-hari.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Jenderal DPP BUAS, DIDI HOLIDI, S.H., atau yang akrab disapa Kang Ejen, melayangkan kritik keras kepada Kepala Desa Kutalanggeng. Menurutnya, kondisi jalan ini mencerminkan kurangnya perhatian dari pemerintah desa terhadap kebutuhan mendasar warganya.

“Kami mempertanyakan sejauh mana Dana Desa yang setiap tahunnya dialokasikan digunakan. Kenapa sampai hari ini jalan utama warga masih seperti ini? Ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga menyangkut ketahanan pangan dan akses ekonomi warga,” ujar Kang Ejen dengan nada tegas. Minggu (8/12/2024).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi jalan yang hingga kini masih berupa tanah berlumpur menjadi keluhan warga sampai ditanam pohon pisang
Kondisi jalan yang hingga kini masih berupa tanah berlumpur menjadi keluhan warga sampai ditanam pohon pisang

Kang Ejen berencana menggelar audiensi bersama Inspektorat Kabupaten Karawang untuk mengusut penggunaan Dana Desa secara transparan dari tahun ke tahun. Ia menegaskan, audit ini penting untuk memastikan anggaran yang diberikan pemerintah pusat benar-benar digunakan untuk pembangunan sarana dan prasarana yang mendukung kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga:  Bupati Karawang Serahkan SK Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa kepada 282 Desa

Pemerintah pusat sendiri melalui program ketahanan pangan telah memberikan perhatian lebih terhadap pengadaan sarana dan prasarana desa. Namun, realisasi di lapangan sering kali tidak sesuai dengan harapan. “Fokus pemerintah pusat jelas, tetapi apakah pelaksanaan di tingkat desa sejalan? Ini yang perlu kita kawal bersama,” tambah Kang Ejen.

Warga berharap, setelah kritik ini dilayangkan, ada langkah konkret dari pemerintah desa untuk segera memperbaiki jalan tersebut. “Kami sudah terlalu lama menunggu. Semoga ada perubahan nyata, karena jalan ini sangat penting untuk aktivitas kami sehari-hari,” ungkap salah satu warga setempat.

Upaya audiensi yang direncanakan Kang Ejen bersama DPP BUAS diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju transparansi dan perbaikan infrastruktur di wilayah tersebut. Hal ini sejalan dengan harapan masyarakat akan pembangunan yang lebih merata dan berkeadilan di Kabupaten Karawang.

“Kami akan terus mengawal isu ini, karena pelayanan dan kesejahteraan warga adalah prioritas yang tidak boleh diabaikan,” tutup Kang Ejen. (Red)

Berita Terkait

Warga Mulyajaya Soroti Aset dan Dana Desa Rp190 Juta, Inspektorat Diminta Tegak Lurus
Lebih Praktis! TANGKAR Resmi Jadi SuperApp untuk Semua Layanan Publik Karawang
Wakil Abo Bongkar Polemik Beras Bapanas di Rengasdengklok Selatan: Beras 90 karung di GOR, Warga Mengaku Belum Kebagian
Sungai Perbatasan Cilamaya–Ciasem Dikeluhkan Berbau Menyengat, Warga Minta DLHK Turun Tangan
Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Jalan Poros Tanjung Mekar Rp189 Juta Disorot Warga
DPRD Karawang Resmi Dukung Draft RUU Perlindungan Ketenagakerjaan
Skandal KPR Fiktif Karawang Makin Melebar! Kejari Tetapkan Dua Bos Bank Himbara Jadi Tersangka, Total Kini 7 Orang
Proyek Jalan di Puseurjaya Disorot, Muncul Dugaan Permintaan Uang Koordinasi hingga Jutaan Rupiah
Berita ini 18 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 05:14

Warga Mulyajaya Soroti Aset dan Dana Desa Rp190 Juta, Inspektorat Diminta Tegak Lurus

Rabu, 16 September 2026 - 02:32

Lebih Praktis! TANGKAR Resmi Jadi SuperApp untuk Semua Layanan Publik Karawang

Jumat, 11 September 2026 - 04:25

Sungai Perbatasan Cilamaya–Ciasem Dikeluhkan Berbau Menyengat, Warga Minta DLHK Turun Tangan

Jumat, 11 September 2026 - 04:12

Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Jalan Poros Tanjung Mekar Rp189 Juta Disorot Warga

Jumat, 11 September 2026 - 02:35

DPRD Karawang Resmi Dukung Draft RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Kamis, 10 September 2026 - 12:14

Skandal KPR Fiktif Karawang Makin Melebar! Kejari Tetapkan Dua Bos Bank Himbara Jadi Tersangka, Total Kini 7 Orang

Kamis, 10 September 2026 - 08:22

Proyek Jalan di Puseurjaya Disorot, Muncul Dugaan Permintaan Uang Koordinasi hingga Jutaan Rupiah

Senin, 7 September 2026 - 12:27

63 Desa Terima LHP AMJ, Publik Karawang Menanti Dibukanya Temuan dan Tindak Lanjut

Berita Terbaru