Karawang, Lintaskarawang.com – 28 Maret 2025. Peredaran obat-obatan terlarang di Karawang kembali menjadi sorotan. Modus baru dengan sistem Cash on Delivery (COD) semakin marak digunakan untuk mengelabui petugas. Fenomena ini semakin mengkhawatirkan karena konsumennya didominasi oleh para pekerja pabrik.
Dari informasi yang dihimpun, setiap pagi antrean pembeli terlihat di lokasi-lokasi tertentu. Mereka mengenakan seragam karyawan perusahaan, menunjukkan bahwa mayoritas pelanggan berasal dari kalangan buruh pabrik. Kondisi ini menimbulkan keprihatinan di tengah masyarakat, mengingat efek negatif penyalahgunaan obat-obatan terhadap kesehatan dan produktivitas kerja.
“Itu kalau pagi-pagi sudah pada antre yang beli, lur. Pakai seragam karyawan PT semua, lur. Konsumennya buruh pabrik, lur,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Maraknya sistem COD dalam transaksi barang haram ini menjadi tantangan baru bagi aparat penegak hukum. Para pengedar tidak lagi menggunakan cara konvensional, melainkan memanfaatkan teknologi untuk menghindari razia.
Pemerintah dan aparat hukum diharapkan segera mengambil tindakan konkret untuk menghentikan peredaran obat-obatan terlarang ini. Selain itu, kesadaran masyarakat, khususnya para pekerja, juga menjadi kunci dalam memberantas penyalahgunaan narkoba di Karawang. (LK)













Tinggalkan Balasan