Dugaan Markup Anggaran Dana Desa Sukaluyu Menjadi Sorotan

- Penulis

Kamis, 10 Oktober 2024 - 11:47

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi_korupsi_dana_desa-BONE-

ilustrasi_korupsi_dana_desa-BONE-

Karawang, Lintaskarawang.com – Penggunaan Dana Desa Sukaluyu untuk tahun anggaran 2021, 2022, dan 2023 kini tengah menjadi perhatian serius dari masyarakat. Laporan keuangan desa menunjukkan adanya dugaan markup pada beberapa pos anggaran, terutama terkait pemberdayaan masyarakat dan pelayanan umum. Realisasi anggaran yang ada diduga tidak sesuai dengan kondisi lapangan, menimbulkan kecurigaan dari warga setempat.

Data yang dihimpun oleh Media Lintas Karawang, salah satunya pos anggaran yang paling disorot adalah penguatan ketahanan pangan desa, terutama pengelolaan lumbung desa. Dana yang dianggarkan untuk program ini mencapai Rp 254.079.190, namun hingga saat ini manfaat program tersebut dirasa belum maksimal oleh masyarakat.

Hasil pantauan dan dari hasil inestigasi dilapangan, banyak warga mempertanyakan transparansi dan efektivitas dari anggaran tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, program “Desa Digital” yang menerima alokasi sebesar Rp 204.099.600 juga dianggap tidak berjalan sesuai harapan. Program yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan administrasi desa ini justru belum memberikan dampak nyata di lapangan, sehingga masyarakat mulai mempertanyakan pemanfaatan dana tersebut.

Pada tahun 2023, alokasi dana desa tahap pertama yang diterima sebesar Rp 293.013.600 dan tahap kedua sebesar Rp 583.882.800 kembali memicu tanda tanya. Beberapa program kesehatan desa, seperti operasional pos kesehatan desa (PKD), desa siaga kesehatan, dan pencegahan stunting, mengalokasikan dana yang cukup besar, namun pelayanan yang diterima masyarakat dinilai masih kurang optimal.

Program pelayanan kesehatan melalui Posyandu, termasuk pemberian makanan tambahan dan insentif bagi kader Posyandu, mengalokasikan dana lebih dari Rp 70 juta. Namun, kualitas pelayanan di beberapa Posyandu masih menjadi keluhan warga karena dianggap tidak sebanding dengan anggaran yang dikeluarkan.

Baca Juga:  Anniversary 3 Ormas GMPI "Membangun Soliditas Tanpa Batas"

Sorotan lainnya jatuh pada pembangunan infrastruktur, terutama gedung Poskesdes lantai dua yang dianggarkan sebesar Rp 143.620.870. Warga desa mempertanyakan progres pembangunan yang dinilai lambat dan hasilnya belum memadai, menimbulkan kekhawatiran akan penyalahgunaan anggaran.

Tak hanya itu, anggaran sebesar Rp 89.194.000 untuk pembangunan fasilitas pengelolaan sampah desa juga dipertanyakan. Warga merasa pengelolaan sampah di desa tidak mengalami peningkatan meskipun dana besar telah dialokasikan.

Dugaan markup ini semakin menguat dengan adanya berbagai laporan dari masyarakat yang menilai program pemberdayaan dan pelayanan publik tidak berjalan sesuai ekspektasi. Program pelatihan UMKM dan koperasi dengan anggaran Rp 20.000.000 serta bantuan pendidikan untuk siswa miskin sebesar Rp 50.000.000 dinilai tidak memberikan dampak yang signifikan.

Informasi lain menyebutkan bahwa Desa Sukaluyu termasuk desa mandiri dengan banyaknya dana CSR yang diterima. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa beberapa program Dana Desa tumpang tindih dengan dana CSR, memperkuat kecurigaan adanya penyimpangan anggaran.

Masyarakat berharap pihak terkait, seperti inspektorat dan aparat penegak hukum, segera melakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan Dana Desa Sukaluyu. Harapannya, kebenaran terkait dugaan markup ini dapat segera terungkap demi kepentingan dan kesejahteraan bersama.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Desa Sukaluyu belum memberikan klarifikasi. (Red)

 

Berita Terkait

Viral Ancam Gorok Wartawan, Ken Ken Diamankan dan Dilimpahkan ke Polresta Tangerang
Diduga Abaikan Kepatuhan Perizinan, PT. Raja Jeva Nisi Disorot Keras: Bangun Gudang Baru Tanpa PBG dan Belum Kantongi SLF
Merasa Dirugikan, Konsumen Kartika Residence Gandeng LBH Lintas Buana Nusantara untuk Tempuh Jalur Hukum
Identitas Pelajar yang Tewas di Bantaran Citarum Terungkap, Polisi Temukan Luka di Leher
Sesosok Mayat Diduga Remaja Ditemukan Tersungkur di Bantaran Citarum Karawang
Merasa Diberhentikan Sepihak, Ketua Pengawas Koperasi RS Bayukarta Minta DPRD Turun Tangan
LBH Lintas Buana Nusantara Ajukan RDP ke DPRD Karawang, Soroti Dugaan Kejanggalan Izin Alfamart di Talagasari
Jaga Karawang Tetap Kondusif, Polres Karawang Gandeng Masyarakat dalam Gerakan Sabuk Kamtibmas
Berita ini 36 kali dibaca
Tag :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 09:47

Polsek Purwasari Bersama Forkopimcam Panen Jagung Hibrida, Perkuat Ketahanan Pangan di Karawang

Senin, 11 Mei 2026 - 14:12

KWT Mbah Cipto di Telukjambe Jadi Percontohan Urban Farming, Produksi Ribuan Sayuran hingga Edukasi Anak

Minggu, 10 Mei 2026 - 04:04

Aep Syaepuloh Bahagia Ikuti Kirab Mahkota Binokasih, Tunggangi Kuda dan Sapa Ribuan Warga Karawang

Minggu, 10 Mei 2026 - 03:48

Karawang Bergemuruh, Ribuan Warga Sambut Kirab Mahkota Binokasih hingga Larut Malam

Sabtu, 9 Mei 2026 - 15:20

Aep-KDM Tampil Berdampingan di Kirab Binokasih, Ribuan Warga Karawang Histeris

Jumat, 8 Mei 2026 - 10:26

Karawang Jadi Tuan Rumah Kirab Budaya Tatar Sunda, Polres Siaga Amankan Jalur dan Antisipasi Macet

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:44

Delapan Warga Karawang Dipulangkan dari Perkebunan Tebu OKI, Diduga Jadi Korban Eksploitasi Kerja

Rabu, 6 Mei 2026 - 07:02

Warga Karangjaya Tirtamulya Sentil Pemerintah Lewat TikTok, Akses TPU Dinilai Tak Manusiawi

Berita Terbaru