Tidak Ada Upaya Jegal-Menjegal dalam Pilkada Karawang, Ini Kata Pengamat Politik

- Penulis

Selasa, 18 Juni 2024 - 06:53

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bunda Ani Pengamat Politik

Bunda Ani Pengamat Politik

Karawang, Lintaskarawang.com – 18 Juni 2024. Perhelatan Pilkada Karawang yang akan digelar pada 27 November 2024 mendatang telah menghadirkan sejumlah calon Bupati Karawang. Di antara calon-calon tersebut, terdapat nama-nama yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Karawang, seperti petahana H. Aep Syaepuloh, Sekda Karawang H. Acep Jamhuri, dan politisi Gerindra Gina Fadlia Swara.

Pengamat politik Bunda Ani mengungkapkan bahwa meskipun kompetisi Pilkada sering kali dipenuhi oleh berbagai dinamika, para kontestan di Karawang tahun ini tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip demokrasi. “Tidak ada upaya jegal menjegal dalam kontestasi ini. Buat apa dijegal seperti jagal potong sapi? Ini adalah kompetisi yang sehat,” kata Bunda Ani dalam sebuah diskusi publik di Kafe ternama di Karawang.

Bunda Ani menambahkan bahwa masyarakat tidak perlu panik atau menuding salah satu pasangan calon melakukan tindakan kecurangan. “Biasa saja, jangan panik dan menuding salah satu pasangan calon berbuat jegal menjegal. Itu tandanya ketakutan,” jelasnya. Menurutnya, prinsip demokrasi akan tetap terjaga jika semua pihak bersikap bijak dan sportif.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Bunda Ani, kasus hukum yang mungkin melibatkan salah satu calon harus dilihat secara objektif dan tidak ditafsirkan sebagai upaya penjegalan. “Apabila ada di antara calon yang terkait dengan proses hukum, jangan tafsirkan itu sebagai suatu penjegalan atas keinginannya untuk menjadi calon,” ujarnya.

Baca Juga:  H. Asep Aang Rahmatullah Resmi Dilantik Sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang

Dia menekankan bahwa proses hukum di negara ini berjalan secara murni tanpa ada intimidasi dari pihak manapun. “Kasus hukum murni tanpa ada intimidasi dari siapapun,” tegas Bunda Ani, menepis anggapan bahwa ada kekuatan tertentu yang mencoba menghalangi langkah para calon.

Selain itu, Bunda Ani juga mengingatkan agar masyarakat tidak cepat berasumsi negatif terhadap proses yang sedang berjalan. “Berasumsi dan beropini baiklah, tapi jangan sampai menyebarkan fitnah yang tidak berdasar,” katanya.

Jika ada pihak yang merasa dirugikan atau memiliki keluhan, Bunda Ani menyarankan untuk menyampaikan komplain tersebut kepada aparat penegak hukum (APH). “Silahkan komplain sama APH jika merasa ada yang tidak beres. Semua ada mekanismenya,” jelasnya.

Bunda Ani berharap Pilkada Karawang 2024 ini dapat berlangsung dengan damai dan demokratis, sehingga bisa menghasilkan pemimpin yang benar-benar diinginkan oleh masyarakat. “Mari kita junjung tinggi prinsip demokrasi, agar Pilkada ini berjalan lancar dan menghasilkan pemimpin yang terbaik,” tutupnya. (Ddg)

Berita Terkait

Tiga RSUD Karawang Raih Terbaik I Helaran Budaya, Bukti Kekompakan Layanan Publik
Diduga Kain Tampon Tertinggal di Rongga Hidung Pasien, Kuasa Hukum Soroti Penanganan RS Citra Sari Husada dan Minta DPRD Karawang Turun Tangan
Diduga Ada Mark-Up Anggaran Rehabilitasi SDN Solokan I Pakisjaya, Proyek Rp327 Juta Disorot
Warga Mulyajaya Soroti Aset dan Dana Desa Rp190 Juta, Inspektorat Diminta Tegak Lurus
Lebih Praktis! TANGKAR Resmi Jadi SuperApp untuk Semua Layanan Publik Karawang
Wakil Abo Bongkar Polemik Beras Bapanas di Rengasdengklok Selatan: Beras 90 karung di GOR, Warga Mengaku Belum Kebagian
Sungai Perbatasan Cilamaya–Ciasem Dikeluhkan Berbau Menyengat, Warga Minta DLHK Turun Tangan
Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Jalan Poros Tanjung Mekar Rp189 Juta Disorot Warga
Berita ini 8 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 10:39

Tiga RSUD Karawang Raih Terbaik I Helaran Budaya, Bukti Kekompakan Layanan Publik

Kamis, 17 September 2026 - 15:05

Diduga Ada Mark-Up Anggaran Rehabilitasi SDN Solokan I Pakisjaya, Proyek Rp327 Juta Disorot

Rabu, 16 September 2026 - 05:14

Warga Mulyajaya Soroti Aset dan Dana Desa Rp190 Juta, Inspektorat Diminta Tegak Lurus

Rabu, 16 September 2026 - 02:32

Lebih Praktis! TANGKAR Resmi Jadi SuperApp untuk Semua Layanan Publik Karawang

Selasa, 15 September 2026 - 04:35

Wakil Abo Bongkar Polemik Beras Bapanas di Rengasdengklok Selatan: Beras 90 karung di GOR, Warga Mengaku Belum Kebagian

Jumat, 11 September 2026 - 04:25

Sungai Perbatasan Cilamaya–Ciasem Dikeluhkan Berbau Menyengat, Warga Minta DLHK Turun Tangan

Jumat, 11 September 2026 - 04:12

Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Jalan Poros Tanjung Mekar Rp189 Juta Disorot Warga

Jumat, 11 September 2026 - 02:35

DPRD Karawang Resmi Dukung Draft RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Berita Terbaru