Karawang | Lintaskarawang.com — Warga Perum Villa Karawangi, Desa Cibalongsari, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada, Sabtu (19/09/26) malam.
Kegiatan tersebut menjadi momentum warga untuk memperkuat silaturahmi dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.
Peringatan Maulid Nabi yang berlangsung di Musala Al Madinah, Perum Villa Karawangi RT 17/RW 14, mengusung tema “Menjadikan Akhlak Mulia Rasulullah sebagai Landasan Kuat Menjaga Kerukunan Antarwarga.”
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan dihadiri Ketua RT 17 beserta jajaran dan staf, pengurus Musala Al Madinah, serta unsur lingkungan setempat, termasuk RW dan kepala dusun.
Ketua RT 17, Mulyadi, mengatakan tema yang diangkat tidak sekadar menjadi slogan dalam kegiatan keagamaan. Menurut dia, nilai yang terkandung dalam keteladanan Rasulullah perlu diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Bagi saya pribadi sebagai Ketua RT 17 mengajak seluruh warga Villa Karawangi khususnya warga RT 17, bisa mengambil kesimpulan dalam isi tema di atas, hanya untuk mengajak kembali kepada warga RT 17 Villa Karawangi harus bisa menjaga tali silaturahmi dalam kerukunan masyarakat atau antarwarga,” ujar Mulyadi.
Ia menuturkan, keberagaman warga menjadi alasan pentingnya menjaga hubungan sosial terutama di lingkungan RT 17, warga berasal dari berbagai latar belakang suku dan daerah.
Mulyadi menyebut warga RT 17 memiliki paguyuban Dulur Salembur sebagai salah satu wadah untuk mempererat hubungan antarwarga.
“Yang kita punya paguyuban Dulur Salembur RT 17, itu menjelaskan bahwa di ke-RT-an kita tidak hanya ada suku Sunda saja warganya, ada beberapa suku, di antaranya suku Jawa, Batak, Ambon, juga yang lainnya,” katanya.
Puncak kegiatan diisi tausiah oleh penceramah asal Subang, KH Muhammad Abdul Mu’min atau yang akrab disapa Abah Maung.
Dalam ceramahnya, Abdul Mu’min mengingatkan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak semestinya berhenti pada kegiatan seremonial tahunan. Menurut dia, esensi peringatan tersebut adalah mengenang sekaligus meneladani akhlak Rasulullah Muhammad SAW.
“Dalam peringatan Maulid Nabi bukan sekadar rutinitas tahunan atau perayaan seremonial. Mengapa Nabi Muhammad diutus ke dunia, dalam Al-Qur’an surat Al-Anbiya ayat 107, ‘Dan kami tidak mengutus engkau Muhammad melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam’,” ujar Abdul Mu’min.
Ia juga mengaitkan keteladanan Rasulullah dengan kehidupan bertetangga dan bermasyarakat. Perbedaan latar belakang, kata dia, merupakan bagian dari realitas kehidupan sosial yang perlu disikapi dengan akhlak.
“Jika kita tarik dalam konteks kehidupan bertetangga dan bermasyarakat saat ini, kita di sini, warga RT 17, pasti tidak sama dalam latar belakang, baik perbedaan suku, tingkatan ekonomi, bahkan mungkin berbeda dalam pandangan politik dan pilihan,” katanya.
Karena itu, ia mengajak warga meneladani cara Rasulullah SAW membangun kehidupan masyarakat Madinah yang hidup dalam keberagaman.
“Marilah kita teladani bagaimana Rasulullah SAW menjaga kerukunan warga di Madinah melalui akhlak tersebut,” ujar Abdul Mu’min.
Selain tausiah dan doa bersama, panitia juga menyiapkan sejumlah hadiah atau doorprize bagi warga yang hadir. Hadiah yang disediakan antara lain kipas angin, magic com, dan sejumlah hadiah lainnya.
Antusiasme warga terlihat saat panitia melakukan pengundian berdasarkan nomor kehadiran. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian acara yang diharapkan dapat mempererat kebersamaan warga RT 17 Perum Villa Karawangi.
Reporter: Dadan
Penyunting: Aan Ade Warino













Tinggalkan Balasan