Peringati Hari Owa Sedunia, Fakultas Teknik Unsika dan Ranger SCF Rehabilitasi Habitat Owa Jawa di Sanggabuana

- Penulis

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:41

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Memperingati Hari Owa Sedunia atau International Gibbon Day yang jatuh pada 24 Oktober 2026, Sanggabuana Wildlife Ranger bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) menggelar kegiatan Kemah Konservasi sekaligus rehabilitasi habitat Owa Jawa di kawasan Pegunungan Sanggabuana, Jawa Barat.

Memperingati Hari Owa Sedunia atau International Gibbon Day yang jatuh pada 24 Oktober 2026, Sanggabuana Wildlife Ranger bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) menggelar kegiatan Kemah Konservasi sekaligus rehabilitasi habitat Owa Jawa di kawasan Pegunungan Sanggabuana, Jawa Barat.

KARAWANG | Lintaskarawang.com — Memperingati Hari Owa Sedunia atau International Gibbon Day yang jatuh pada 24 Oktober 2026, Sanggabuana Wildlife Ranger bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) menggelar kegiatan Kemah Konservasi sekaligus rehabilitasi habitat Owa Jawa di kawasan Pegunungan Sanggabuana, Jawa Barat.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini bertujuan melindungi Owa Jawa beserta habitat alaminya yang semakin terancam akibat degradasi hutan, alih fungsi lahan, perburuan, serta perdagangan satwa liar.

Kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa Fakultas Teknik Unsika, Polisi Kehutanan (Polhut) Perum Perhutani BKPH Pangkalan, perwakilan Fakultas Kehutanan IPB University, Masyarakat Mitra Ranger, serta komunitas Baraya Sanggabuana.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Eksekutif Sanggabuana Conservation Foundation (SCF), Annisa Sutarno, mengatakan peringatan Hari Owa Sedunia tahun ini sengaja dilaksanakan di Pegunungan Sanggabuana untuk mendorong keterlibatan generasi muda, khususnya Generasi Z, dalam upaya konservasi langsung di habitat alami satwa.

“Jika bulan lalu bekerja sama dengan Indofest kami mengadakan Indofest Explore The Wildlife, maka pada perayaan International Gibbon Day tahun ini kami mengajak Gen Z untuk masuk ke dalam hutan habitat Owa Jawa, mendengarkan nyanyian Owa Jawa, sekaligus menjaga hutan habitat Owa Jawa di Pegunungan Sanggabuana,” jelas Annisa saat ditemui di Basecamp Ranger SCF, Puncak Sempur.

Sementara itu, Ketua Umum BEM Fakultas Teknik Unsika, Andika Pradipta, mengatakan keberlangsungan hidup Owa Jawa tidak dapat dipisahkan dari upaya pemulihan habitat alaminya.

Menurutnya, penanaman pohon menjadi salah satu langkah penting untuk memulihkan ekosistem hutan sekaligus menyediakan sumber pakan alami dan jalur pergerakan bagi Owa Jawa.

“Bertepatan dengan Hari Owa Sedunia, kita berkolaborasi dengan SCF menanam pohon puspa dan pohon jenis lain sebagai pakan alami sekaligus jalur pergerakan mereka. Kita tidak sekadar menanam bibit, melainkan merajut kembali koridor ruang gerak owa yang terputus akibat pembukaan lahan untuk tanaman produksi, karena pepohonan yang tumbuh adalah jaminan bagi keberlanjutan ekosistem dan masa depan populasi Owa di Gunung Sanggabuana ini,” beber Andika saat ditemui di kawasan hutan Pegunungan Sanggabuana.

Andika menjelaskan, ratusan pohon yang ditanam bersama Ranger SCF, Perum Perhutani, dan komunitas Baraya Sanggabuana akan dipantau selama minimal enam bulan.

Lebih dari 60 mahasiswa dan anggota komunitas terlibat dalam kegiatan tersebut. Setelah penanaman, setiap pohon langsung diberi penanda lokasi atau geotagging untuk memudahkan proses pemantauan secara rutin setiap bulan.

Annisa Sutarno mengapresiasi keterlibatan mahasiswa Fakultas Teknik Unsika dalam kegiatan konservasi tersebut. Ia menegaskan bahwa penanaman pohon di kawasan Pegunungan Sanggabuana tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi harus disertai pemantauan dan perawatan secara berkelanjutan.

Baca Juga:  UNSIKA Wisuda 1.200 Lulusan, Tekankan Nilai Pendidikan Ki Hajar Dewantara

Menurut Annisa, masyarakat maupun pihak swasta yang melakukan penanaman pohon di kawasan hutan Pegunungan Sanggabuana wajib melakukan pemantauan dan perawatan minimal selama enam bulan hingga tanaman mampu bertahan hidup di habitatnya.

Apabila tidak dapat melakukan pemantauan dan perawatan secara mandiri, pihak yang melakukan penanaman dapat menyerahkan tanggung jawab perawatan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan.

“Daripada nanam 5.000 pohon hanya untuk kepentingan seremoni dan publikasi, setelah ditanam kemudian ditinggalkan tanpa perawatan, lebih baik menanam 100 pohon, tetapi dipastikan dirawat dan hidup tanamannya. Apa yang sudah dilakukan oleh teman-teman FT Unsika ini sudah benar dan merupakan cara yang tepat melindungi habitat Owa Jawa,” tutup Annisa.

Populasi Owa Jawa Terus Menjadi Perhatian

Berdasarkan hasil pendataan SCF bersama Kostrad TNI AD dan AOP pada 2024, ditemukan sebanyak 103 kelompok Owa Jawa yang terdiri atas 311 individu di kawasan hutan Pegunungan Sanggabuana dengan luas sekitar 16.500 hektare.

Secara global, populasi Owa Jawa diperkirakan tersisa sekitar 4.000 individu. Owa Jawa merupakan primata endemik Pulau Jawa yang berstatus satwa dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106 Tahun 2018.

Selain itu, Owa Jawa masuk dalam Daftar Merah International Union for Conservation of Nature (IUCN) dengan kategori Endangered (EN) atau terancam punah. Satwa ini juga tercantum dalam Appendix I Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES), yang mengatur perdagangan internasional spesies yang terancam punah.

Dari sekitar 20 jenis owa yang dikenal di dunia, sembilan jenis di antaranya terdapat di Indonesia dan tersebar di Pulau Sumatera, Kalimantan, serta Jawa.

Di Pulau Sumatera, terdapat empat jenis owa, yaitu Owa Siamang (Symphalangus syndactylus), Owa Ungko (Hylobates agilis), Owa Serudung (Hylobates lar), dan Owa Bilau (Hylobates klossii).

Sementara itu, di Pulau Kalimantan terdapat empat jenis, yakni Owa Jenggot Putih (Hylobates albibarbis), Owa Kalawat (Hylobates muelleri), Owa Kelempiau Utara (Hylobates funereus), dan Owa Kelempiau Barat (Hylobates abbotti).

Adapun di Pulau Jawa, hanya terdapat satu jenis owa, yaitu Owa Jawa (Hylobates moloch), yang keberlangsungan hidupnya sangat bergantung pada kelestarian hutan sebagai habitat alami.

Melalui kegiatan Kemah Konservasi dan rehabilitasi habitat ini, kolaborasi antara mahasiswa, pegiat konservasi, masyarakat, dan pengelola kawasan hutan diharapkan dapat memperkuat upaya pelestarian Owa Jawa serta menjaga keberlanjutan ekosistem Pegunungan Sanggabuana.

(LK)

Berita Terkait

Ratusan Kapal Iringi Pelarungan Dondang, Ruat Laut Blanakan ke-59 Meriahkan Laut Jawa dan Jadi Simbol Syukur Nelayan Subang
Banteng Jabar Juara Soekarno Cup 2026, Megawati Tutup Turnamen Nasional di Stadion GBT Surabaya
Dijanjikan Kerja di Turki, Malah Berujung di Irak: Dua PMI Asal Jabar Menanti Jalan Pulang
Resmi! Polres Karawang Naik Status Jadi Polresta, Kombes Mario Prahatinto Resmi Pimpin
Refleksi 30 Tahun Kudatuli, DPC PDI Perjuangan Karawang Gelar Teatrikal “Suara Diponegoro” dan Renungan Malam
Warga Perum Karawang Jaya Gotong Royong Sambut HUT ke-81 RI, Semangat Nasionalisme dan Kebersamaan Menggema
Dewan Pers Tegur Ucapan yang Merendahkan Wartawan, Hotman Paris Akhirnya Minta Maaf
Di Harkopnas ke-79 Presiden Prabowo Euweuh Pangaruhna Pemerintah Tetap Fokus Jalankan Program Rakyat
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:13

Aspirasi FMSB Tak Terjawab, Ketegasan Pemkab Subang dalam Kasus PT CMM Jadi Sorotan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:03

Pembangunan Drainase di Pinayungan Dikeluhkan Warga, Pemasangan U-Ditch dan Kemacetan Jadi Sorotan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:12

Resto Saung Berkah Gurame Layangkan Somasi ke Resto Sumoreang, Minta Klarifikasi dan Permintaan Maaf Terbuka

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:34

DPRD Karawang Siap Kawal Aspirasi PPPK Paruh Waktu, Perjuangkan Kepastian Status dan Kesejahteraan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:46

PT NIJ Tak Hadiri RDP, DPRD Karawang Kecewa: Persoalan Kemitraan dan Tenaga Kerja Jadi Sorotan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:43

Munas APPI 2026 Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:30

Bupati Karawang Komitmen Tingkatkan Anggaran UMKM, Targetkan Capai Rp13 Miliar di 2027

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:17

JUT Kosambibatu Disorot, Hasil Pengukuran dan Klarifikasi Pihak Terkait Jadi Bahan Verifikasi

Berita Terbaru