Pemerintah Sampaikan Duka Cita Atas Gugurnya Tiga Personel Penjaga Perdamaian di Lebanon

- Penulis

Minggu, 5 April 2026 - 15:46

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Poto: Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan keterangannya kepada awak media di Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, pada Sabtu, 4 April 2026. (Foto: BPMI Setpres

Keterangan Poto: Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan keterangannya kepada awak media di Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, pada Sabtu, 4 April 2026. (Foto: BPMI Setpres

Tangerang, Lintaskarawang.com – Pemerintah Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya tiga personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tengah bertugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Ketiga prajurit tersebut adalah Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadon.

Menteri Luar Negeri Sugiono, saat memberikan keterangan di Bandara Internasional Soekarno–Hatta, menyampaikan belasungkawa atas peristiwa yang menimpa para prajurit.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita semua mengucapkan duka cita yang sedalam-dalamnya bagi keluarga yang ditinggalkan, semoga arwah para kusuma bangsa ini diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa dan keluarga diberi kekuatan dalam menghadapi musibah ini,” ujar Menlu Sugiono, dalam keterangannya kepada awak media di Bandara udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (04/04/26).

Selain tiga personel yang gugur, pemerintah juga menerima laporan adanya tiga prajurit yang mengalami luka-luka dalam insiden serangan serupa.

“Laporan yang saya terima tadi malam menyebutkan ada tiga prajurit TNI yang terluka, penyebab kejadian ini sebagaimana dua insiden sebelumnya, masih dalam proses investigasi UNIFIL,” tambahnya.

Menindaklanjuti insiden tersebut, Perwakilan Tetap Indonesia di New York telah mengajukan permintaan agar Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menggelar rapat luar biasa dan permintaan ini disetujui oleh Prancis selaku penholder isu Lebanon.

Baca Juga:  Wujud Solidaritas, Pemkab Karawang Kirim Bantuan bagi Masyarakat Aceh Tamiang

“Dalam rapat tersebut, Indonesia menegaskan kecaman keras terhadap serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian, kami juga meminta investigasi menyeluruh karena insiden ini menyangkut misi resmi PBB,” ujar Menlu Sugiono.

Ia menegaskan bahwa tindakan menyerang pasukan penjaga perdamaian tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun. Menurutnya, pasukan UNIFIL bertugas menjaga perdamaian, bukan melakukan operasi penyerangan.

“They are peacekeeping, not peacemaking. Mereka tidak dilengkapi kemampuan ofensif. Mandatnya adalah menjaga situasi damai,” tegasnya.

Pemerintah Indonesia juga mendorong PBB melakukan evaluasi menyeluruh terkait aspek keselamatan personel penjaga perdamaian, terutama yang bertugas di Lebanon.

“Kita berupaya agar seluruh pasukan penjaga perdamaian kita dapat menjalankan tugas dengan aman dan selamat,” kata Menlu.

Langkah diplomatik ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya berduka, tetapi juga aktif mendorong perbaikan keamanan bagi seluruh personel penjaga perdamaian di berbagai wilayah konflik.

Di tengah rasa kehilangan, pemerintah menegaskan kembali komitmennya untuk selalu hadir melindungi setiap prajurit yang mengemban tugas di luar negeri, demi menjaga perdamaian dunia.(***)

Source: Setkab RI

Editor: Aan Ade Warino

Berita Terkait

Wamensos Lepas Kontingen Garuda Baru, Indonesia Siap Berlaga di Street Child World Cup Meksiko
Kemenpora dan Kemenperin Teken PKS, Perkuat Industri Olahraga Nasional
Kunjungi SRMP 22 Sigi, Gus Ipul Cek Pemanfaatan Fasilitas Pendidikan
Kemensos dan UIN Datokarama Palu Teken MoU Penguatan Penanganan Kelompok Rentan
Usai Tutup Masa Jabatan, Anwar Usman Tersungkur di MK
Kasus Suap Proyek Bekasi, Ade Kuswara Kunang Klaim Tak Ada Aliran Dana ke Ono Surono
LSM Laskar NKRI Napak Tilas di Monumen Kebulatan Tekad Rengasdengklok
Prabowo Kumpulkan Kabinet, Putuskan Harga Haji Turun dan IUP di Kawasan Hutan Dievaluasi
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 09:07

LBH GABBAR Surati BAPENDA Karawang, Minta Klarifikasi Pengelolaan Pajak Daerah dan Upah Pungut

Selasa, 2 Juni 2026 - 04:34

Ketua DPAC PSN Tempuran Serahkan Tembusan SK Kepengurusan kepada Muspika, Perkuat Sinergi dengan Pemerintah dan Aparat

Senin, 1 Juni 2026 - 06:09

Maju di Pilkades Rengasdengklok Selatan, Aka Prioritaskan Pelayanan dan Kesejahteraan Masyarakat

Senin, 1 Juni 2026 - 02:52

Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Ujang Suhana: Bung Karno Beri Nyali, Tan Malaka Beri Otak, Prabu Siliwangi Beri Adab

Minggu, 31 Mei 2026 - 06:03

Proyek Drainase Pulojaya Disorot: Kualitas Dipertanyakan, Pengawas Jangan Tutup Mata!

Sabtu, 30 Mei 2026 - 02:22

Ade Golun PJT II Keluhkan Semrawutnya Kabel dan Tiang Utilitas yang Hambat Normalisasi Saluran di Batujaya

Jumat, 29 Mei 2026 - 04:51

Natala Sumedha Soroti Dugaan Wanprestasi PT CNP, Pemkab Karawang Diminta Tegas

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:44

Alfamart di Kalijaya Diprotes Warga, Legalitas Perizinan Belum Terjawab dalam Musyawarah

Berita Terbaru