Wacana Parkir Gratis RSUD Karawang Disorot, Mr. KiM: Jangan Sekadar Pencitraan, Harus Berkelanjutan

- Penulis

Sabtu, 4 April 2026 - 06:20

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang | Lintaskarawang.com – Wacana penggratisan tarif parkir di RSUD Karawang yang disampaikan oleh salah satu anggota DPRD Kabupaten Karawang dari Fraksi NasDem menuai beragam tanggapan. Pernyataan tersebut bahkan turut diramaikan oleh sejumlah praktisi hukum di Karawang yang mendorong agar kebijakan parkir rumah sakit digratiskan demi meringankan beban masyarakat.

Menanggapi hal itu, aktivis Karawang sekaligus CEO Lintas Karawang, Nurdin Syam (Mr. KiM), menyampaikan kritik tegas. Ia menilai wacana tersebut terkesan berlebihan dan cenderung bernuansa pencitraan tanpa mempertimbangkan aspek kebijakan secara menyeluruh.

“Saya rasa pernyataan ini terlalu hiperbola dan sedikit pencitraan. Setiap rumah sakit daerah, baik di Karawang maupun di Indonesia, memiliki regulasi terkait pengelolaan parkir yang juga menjadi bagian dari upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujar Mr. KiM Sabtu (4/4/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, jika parkir digratiskan, bukan hanya keluarga pasien yang akan memanfaatkan fasilitas tersebut. Potensi penyalahgunaan oleh masyarakat umum dinilai sangat besar, sehingga dapat menimbulkan kepadatan bahkan kekacauan di area rumah sakit.

“Kalau digratiskan, bisa saja masyarakat dari mana saja memanfaatkan parkir tersebut. Ini berpotensi membuat area parkir penuh, tidak terkendali, dan justru mengganggu pelayanan kesehatan. Kasihan pengelola rumah sakit yang seharusnya fokus pada layanan medis, malah direpotkan urusan parkir,” tegasnya.

Mr. KiM juga menyoroti bahwa pengelolaan parkir di RSUD selama ini menjadi salah satu sumber pendapatan yang turut menunjang operasional dan peningkatan layanan kesehatan. Oleh karena itu, kebijakan yang diambil harus mempertimbangkan keberlanjutan jangka panjang.

Baca Juga:  Ujang Suhana : Hut ke - 53 PDI perjuangan jadi momentum perkuat edukasi dan peran generasi muda di karawang

“Memang sekilas terlihat pro-rakyat, tapi kita juga harus melihat dari sisi keberlanjutan kebijakan publik. Banyak RSUD menjadikan parkir sebagai salah satu sumber PAD untuk mendukung peningkatan layanan kesehatan,” jelasnya.

Ia menambahkan, seharusnya diskursus publik tidak berhenti pada pilihan “gratis atau tidak”, melainkan bagaimana kebijakan tersebut dapat tetap adil bagi masyarakat tanpa mengorbankan kualitas pelayanan.

“Pertanyaannya bukan sekadar gratis atau tidak, tetapi bagaimana kebijakan ini tetap adil dan tidak mengurangi kualitas layanan ke depan. Masyarakat tidak hanya butuh biaya murah hari ini, tapi juga pelayanan kesehatan yang terus meningkat,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kebijakan yang tampak sederhana di permukaan kerap memiliki dampak berantai yang kompleks. Mulai dari kapasitas lahan parkir hingga kontribusi terhadap PAD harus menjadi bahan pertimbangan matang sebelum kebijakan diterapkan.

“Kadang kebijakan yang terlihat sederhana justru punya efek berantai. Kapasitas parkir, dampak terhadap PAD, hingga kualitas layanan harus dipikirkan secara komprehensif,” pungkasnya.

Perdebatan mengenai wacana ini dipastikan masih akan terus berkembang di tengah masyarakat. Diharapkan, setiap pihak dapat melihat persoalan secara utuh agar kebijakan yang dihasilkan tidak hanya populis, tetapi juga tepat sasaran dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Viral Ancam Gorok Wartawan, Ken Ken Diamankan dan Dilimpahkan ke Polresta Tangerang
Diduga Abaikan Kepatuhan Perizinan, PT. Raja Jeva Nisi Disorot Keras: Bangun Gudang Baru Tanpa PBG dan Belum Kantongi SLF
Merasa Dirugikan, Konsumen Kartika Residence Gandeng LBH Lintas Buana Nusantara untuk Tempuh Jalur Hukum
Identitas Pelajar yang Tewas di Bantaran Citarum Terungkap, Polisi Temukan Luka di Leher
Sesosok Mayat Diduga Remaja Ditemukan Tersungkur di Bantaran Citarum Karawang
Merasa Diberhentikan Sepihak, Ketua Pengawas Koperasi RS Bayukarta Minta DPRD Turun Tangan
LBH Lintas Buana Nusantara Ajukan RDP ke DPRD Karawang, Soroti Dugaan Kejanggalan Izin Alfamart di Talagasari
Jaga Karawang Tetap Kondusif, Polres Karawang Gandeng Masyarakat dalam Gerakan Sabuk Kamtibmas
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:50

Karang Taruna Karawang Matangkan Empat Agenda Strategis 2026, Fokus Konsolidasi hingga Regenerasi Organisasi

Senin, 11 Mei 2026 - 14:12

KWT Mbah Cipto di Telukjambe Jadi Percontohan Urban Farming, Produksi Ribuan Sayuran hingga Edukasi Anak

Minggu, 10 Mei 2026 - 04:04

Aep Syaepuloh Bahagia Ikuti Kirab Mahkota Binokasih, Tunggangi Kuda dan Sapa Ribuan Warga Karawang

Minggu, 10 Mei 2026 - 03:48

Karawang Bergemuruh, Ribuan Warga Sambut Kirab Mahkota Binokasih hingga Larut Malam

Sabtu, 9 Mei 2026 - 15:20

Aep-KDM Tampil Berdampingan di Kirab Binokasih, Ribuan Warga Karawang Histeris

Jumat, 8 Mei 2026 - 10:26

Karawang Jadi Tuan Rumah Kirab Budaya Tatar Sunda, Polres Siaga Amankan Jalur dan Antisipasi Macet

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:44

Delapan Warga Karawang Dipulangkan dari Perkebunan Tebu OKI, Diduga Jadi Korban Eksploitasi Kerja

Rabu, 6 Mei 2026 - 07:02

Warga Karangjaya Tirtamulya Sentil Pemerintah Lewat TikTok, Akses TPU Dinilai Tak Manusiawi

Berita Terbaru