Sorotan Tajam Dana BOS Pemeliharaan Sarpras SMPN 1 Pangkalan, Publik Pertanyakan Transparansi di Tengah Revitalisasi Sekolah

- Penulis

Kamis, 5 Februari 2026 - 07:37

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Ilustrasi

Gambar Ilustrasi

Karawang | Lintaskarawang.com – Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk pemeliharaan sarana dan prasarana di SMP Negeri 1 Pangkalan, Kabupaten Karawang, menjadi sorotan tajam publik. Pasalnya, di tengah kucuran Dana BOS yang cukup besar pada pos pemeliharaan, sekolah tersebut juga diketahui menerima Program Revitalisasi Sekolah dari pemerintah pada Tahun Anggaran 2025.

Berdasarkan data yang dihimpun Lintaskarawang.com, SMPN 1 Pangkalan menerima Dana BOS pemeliharaan sarana dan prasarana dalam dua tahun terakhir dengan total nilai ratusan juta rupiah. Pada Tahun 2025 Tahap 1, dana pemeliharaan tercatat sebesar Rp84.807.000, sementara pada Tahap 2 mencapai Rp181.859.000.

Tidak hanya itu, pada Tahun 2024, SMPN 1 Pangkalan juga menerima Dana BOS pemeliharaan sarpras sebesar Rp39.526.600 pada Tahap 1 dan Rp118.713.400 pada Tahap 2. Akumulasi dana pemeliharaan tersebut menimbulkan pertanyaan publik terkait peruntukan dan realisasi kegiatan yang telah dilaksanakan pihak sekolah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sorotan kian menguat karena pada Tahun Anggaran 2025, SMPN 1 Pangkalan diketahui mendapatkan program Revitalisasi Sekolah yang secara khusus diperuntukkan bagi perbaikan dan peningkatan sarana serta prasarana pendidikan. Kondisi ini memunculkan dugaan potensi tumpang tindih anggaran antara Dana BOS pemeliharaan dan Dana Revitalisasi.

“Publik berhak tahu, dana pemeliharaan BOS itu digunakan untuk apa saja, fasilitas mana yang dipelihara, dan sejauh mana urgensinya jika di tahun yang sama sekolah juga mendapatkan revitalisasi,” ujar salah satu pemerhati pendidikan di Karawang, Kamis (5/2/2026).

Baca Juga:  Wakil Bupati Karawang Hadiri Nuzulul Quran di Ponpes Asshiddiqiyah Cilamaya Kulon

Menindaklanjuti hal tersebut, Redaksi Lintaskarawang.com secara resmi telah melayangkan surat permohonan konfirmasi kepada Kepala SMP Negeri 1 Pangkalan dengan Nomor 15/Konf-LK/II/2026. Surat tersebut menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas pengelolaan Dana BOS sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Dalam surat konfirmasi tersebut, media mempertanyakan secara rinci peruntukan Dana BOS pemeliharaan sarana dan prasarana Tahun 2024 dan 2025, jenis kegiatan pemeliharaan yang dilakukan—baik ringan maupun sedang—serta objek atau fasilitas sekolah yang menjadi sasaran kegiatan.

Selain itu, pihak sekolah juga diminta menjelaskan secara tegas mekanisme pemisahan dan batasan penggunaan anggaran antara Dana BOS pemeliharaan dengan Dana Revitalisasi Sekolah Tahun 2025, guna memastikan tidak terjadi duplikasi atau penyimpangan anggaran.

Redaksi Lintaskarawang.com menegaskan, permohonan konfirmasi ini merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial pers dan bertujuan untuk menghadirkan pemberitaan yang berimbang, objektif, serta berbasis data dan klarifikasi resmi.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak SMP Negeri 1 Pangkalan belum memberikan keterangan resmi terkait penggunaan Dana BOS pemeliharaan sarana dan prasarana tersebut. Redaksi menyatakan tetap membuka ruang hak jawab demi menjaga prinsip transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan pendidikan di Kabupaten Karawang. (LK)

Berita Terkait

Tiga RSUD Karawang Raih Terbaik I Helaran Budaya, Bukti Kekompakan Layanan Publik
Diduga Kain Tampon Tertinggal di Rongga Hidung Pasien, Kuasa Hukum Soroti Penanganan RS Citra Sari Husada dan Minta DPRD Karawang Turun Tangan
Diduga Ada Mark-Up Anggaran Rehabilitasi SDN Solokan I Pakisjaya, Proyek Rp327 Juta Disorot
Warga Mulyajaya Soroti Aset dan Dana Desa Rp190 Juta, Inspektorat Diminta Tegak Lurus
Lebih Praktis! TANGKAR Resmi Jadi SuperApp untuk Semua Layanan Publik Karawang
Wakil Abo Bongkar Polemik Beras Bapanas di Rengasdengklok Selatan: Beras 90 karung di GOR, Warga Mengaku Belum Kebagian
Sungai Perbatasan Cilamaya–Ciasem Dikeluhkan Berbau Menyengat, Warga Minta DLHK Turun Tangan
Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Jalan Poros Tanjung Mekar Rp189 Juta Disorot Warga
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 10:39

Tiga RSUD Karawang Raih Terbaik I Helaran Budaya, Bukti Kekompakan Layanan Publik

Kamis, 17 September 2026 - 15:05

Diduga Ada Mark-Up Anggaran Rehabilitasi SDN Solokan I Pakisjaya, Proyek Rp327 Juta Disorot

Rabu, 16 September 2026 - 05:14

Warga Mulyajaya Soroti Aset dan Dana Desa Rp190 Juta, Inspektorat Diminta Tegak Lurus

Rabu, 16 September 2026 - 02:32

Lebih Praktis! TANGKAR Resmi Jadi SuperApp untuk Semua Layanan Publik Karawang

Selasa, 15 September 2026 - 04:35

Wakil Abo Bongkar Polemik Beras Bapanas di Rengasdengklok Selatan: Beras 90 karung di GOR, Warga Mengaku Belum Kebagian

Jumat, 11 September 2026 - 04:25

Sungai Perbatasan Cilamaya–Ciasem Dikeluhkan Berbau Menyengat, Warga Minta DLHK Turun Tangan

Jumat, 11 September 2026 - 04:12

Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Jalan Poros Tanjung Mekar Rp189 Juta Disorot Warga

Jumat, 11 September 2026 - 02:35

DPRD Karawang Resmi Dukung Draft RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Berita Terbaru