Proyek Pengecoran Jalan Usaha Tani di Karawang Menuai Kontroversi

- Penulis

Kamis, 18 April 2024 - 07:50

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – 17 April 2024. Proyek pengecoran jalan usaha tani di Desa Karangjaya, kecamatan Pedes, kabupaten Karawang, dengan panjang 255 meter, lebar 1,40 meter, dan tinggi 10 cm, sedang dalam proses pengerjaan. Dana desa digunakan untuk mendanai proyek ini, menunjukkan komitmen untuk meningkatkan infrastruktur lokal.

“Ini ketebalan betonnya yakin 10 cm karena belum diratakan, ada variasi dalam ketebalan. Dasarnya Kang yakin 10 cm ya,” kata Kang Unay dari tim investigasi.

Namun, Oting, salah satu pekerja proyek, tidak memiliki keyakinan yang sama. Dia tidak membawa meteran saat dia mengatakan ketebalan beton 10 cm, menyebabkan keraguan. Setelah diukur bersama ternyata memang betul dari hasil pengukuran ketinggian coran beton tidak mencapai 10 cm melainkan hanya 6 cm.

Proses pelaksanaan pekerjaan ini juga memunculkan kontroversi terkait penggunaan plastik sebagai lapisan pembatas antara tanah dan semen. Oting menjelaskan bahwa plastik tidak digunakan sebelum pengecoran dimulai.

Namun, tim investigasi mempertanyakan keputusan tersebut, menyatakan bahwa penggunaan plastik penting untuk menjaga kualitas semen dan mencegah penyerapan ke tanah.

Kontroversi semakin memuncak ketika Oting tidak dapat menjelaskan mengapa plastik tidak digunakan sebelumnya. Meskipun demikian, para pekerja tetap berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini, meskipun kontroversi seputar penggunaan plastik masih mengemuka. (Ajat)

Berita Terkait

MBG untuk Anak, Bukan untuk Ulat: Dugaan Temuan Ulat di SDN Ciptamargi 4 Harus Diusut
Karawang Job Fair 2026 Dibuka, Tersedia Formasi Khusus Penyandang Disabilitas
BPD Tirtasari Memanas! Jumlah Pemilih Mendadak Berlipat, Proses Pemilihan Dituntut Diulang
DPRD Karawang Gelar Rapat Paripurna, Bahas KUA-PPAS 2027 dan Propemperda 2026
BUMDes Mandiri Sejahtera Parungmulya Dorong Masyarakat Jadi Mitra Strategis Kawasan Industri
Dugaan Intimidasi Jelang Pilkades Sumber Urip, Warga Mengaku Dimaki dan Diancam Putus Listrik.
Diduga Minta Uang, Pekerjaan Pemagaran di Sindangmulya Dihentikan Kades, Warga Desak PRKP Turun Tangan
Ayo Bayar PBB-P2 Sebelum 30 September, Inilah Beragam Manfaatnya
Berita ini 15 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:41

Direktur CV. Pakar Bangunan Konstruksi,Nurhali Ajak Masyarakat Isi Kemerdekaan dengan Semangat Gotong Royong dan Pembangunan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 07:35

Hj. Saidah Anwar Nahkodai PBI Karawang Periode 2026–2030, Siap Bangun Prestasi Olahraga Boling

Kamis, 6 Agustus 2026 - 06:48

Puji Gerak Cepat Bupati Karawang, Ketua Pembina KIS Esther Tan Apresiasi Penanganan Kasus Karmila

Kamis, 6 Agustus 2026 - 06:15

Langkah Cepat Pemkab Karawang Atasi Kendala Sekolah Ananda Karmila, Tuai Apresiasi dari PSI dan Komunitas KIS

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 04:13

Desa Payungsari Sukses Laksanakan Penetapan Calon Anggota BPD 2026 – 2034 Sesuai Perbup Karawang No.24 Tahun 2026

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:23

Pendidikan politik repdem Karawang jadi momentum Perkuat solidaritas dan mantapkan barisan hadapi tantangan Zaman

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:14

Peduli Kesehatan Masayarakat, RSUD Jatisari Buka Stand Pelayanan Kesehatan Gratis Untuk Masyarakat Di Gebyar Paten Kecamatan Jatisari

Kamis, 30 Juli 2026 - 04:51

Masyarakat Dusun Bojong Karya II Didorong Kelola Limbah Organik Jadi Eco Enzym dan Komposter Oleh Mahasiswa KKN UBP Karawang.

Berita Terbaru