Sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian DBD, Dinkes Karawang Libatkan Rescue Karang Taruna

- Penulis

Senin, 2 Juni 2025 - 11:45

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sosialisasi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus dan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J)

Sosialisasi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus dan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J)

Karawang, Lintaskarawang.com – Dalam upaya menekan angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) menggelar sosialisasi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus dan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J), Senin (2/6/2025).

Kegiatan yang dipimpin oleh dr. Yayuk Sri Rahayu, MKM, selaku Kabid P2P Dinkes Karawang, ini menggandeng Unit Teknis Rescue Karang Taruna Kabupaten Karawang untuk menjadi motor penggerak sosialisasi PSN 3M Plus ke masyarakat. Materi pembekalan yang diberikan mencakup langkah-langkah pencegahan DBD seperti menguras dan menyikat tempat penampungan air (TPA), menutup rapat TPA, serta memanfaatkan dan mendaur ulang barang bekas.

“Melalui kolaborasi ini, kami berharap Rescue Karang Taruna dapat membantu mengedukasi masyarakat Karawang tentang pentingnya PSN 3M Plus serta mendorong implementasi G1R1J, di mana setiap rumah memiliki satu Jumantik yang bertugas memantau jentik nyamuk,” ujar dr. Yayuk.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, Rescue Karang Taruna akan berkoordinasi dengan puskesmas setempat untuk memperkuat implementasi PSN 3M Plus. Tujuannya agar penularan DBD dapat ditekan secara efektif dan berkelanjutan di Kabupaten Karawang. Tim Rescue juga akan memanfaatkan daftar ceklis PSN yang disusun oleh Dinkes untuk mempermudah pengawasan dan evaluasi.

Baca Juga:  RSUD Jatisari Hadirkan Layanan Spesialis Jantung untuk Pasien BPJS, Tingkatkan Akses Kesehatan di Karawang

Sebagai informasi, DBD merupakan penyakit infeksi akibat virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Gejala utamanya meliputi demam tinggi mendadak (39-40°C), sakit kepala parah, nyeri belakang mata, nyeri otot, muncul ruam kulit, mimisan, dan gusi berdarah. Jika disertai tanda bahaya seperti nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, sulit bernapas, atau penurunan kesadaran, maka pasien harus segera mendapatkan penanganan medis untuk menghindari syok dengue yang dapat berakibat fatal.

Untuk pencegahan, masyarakat diminta melaksanakan PSN secara rutin seminggu sekali dengan 3M Plus, yaitu menguras, menutup, mendaur ulang, dan ditambah langkah tambahan seperti menghindari pakaian bergantungan, menggunakan kelambu atau lotion anti nyamuk, memelihara ikan pemakan jentik, serta memanfaatkan tanaman pengusir nyamuk. Abatisasi dan fogging akan dilakukan jika ditemukan kasus DBD di suatu wilayah, setelah melalui penyelidikan epidemiologi oleh petugas kesehatan.

“Perlu diingat, fogging hanya membunuh nyamuk dewasa. Jika PSN tidak dilakukan, maka telur dan jentik nyamuk akan terus berkembang menjadi nyamuk dewasa,” tegas dr. Yayuk.

Mari bersama-sama cegah DBD dengan gerakan PSN 3M Plus melalui G1R1J, demi Karawang yang sehat dan bebas dari ancaman DBD. (LK)

 

Berita Terkait

RSUD Jatisari Luncurkan UPD dan Layanan Homecare MESRA, Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat
Pahami Sistem Triase di IGD, RSUD Jatisari: Prioritas Berdasarkan Tingkat Kegawatan Pasien
RSUD Jatisari Hadirkan Dokter Spesialis Urologi, Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat Karawang
Berawal dari Orang Tua Sakit, Akang Abdol Dirikan Tabib Karawang dengan Pengobatan Seikhlasnya
Sosialisasi Pencegahan Kusta Digelar di Karees, Empat Warga Palumbonsari Terdata Pernah Mengidap
Karawang Darurat HIV? 188 Kasus Baru Muncul dalam Tiga Bulan, Remaja Mulai Terpapar
ANCAMAN NYATA PENYALAHGUNAAN TRAMADOL, GENERASI MUDA TERANCAM GANGGUAN MENTAL
Wabup Karawang Maslani Sidak RSUD Jatisari Pastikan Pelayanan Kesehatan Berjalan Optimal
Berita ini 22 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:16

Disdikbud Karawang Harus Jelaskan Buku “Buatmu”: Ada Dugaan Pengarahan Pengadaan melalui Dana BOS?

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:46

Lawan Kekerasan Anak dan Perempuan, Polresta Karawang Perkuat Sinergi Lintas Sektor

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:02

BARJAS KARAWANG DISOROT! Dugaan Kongkalikong Tender Flyover Cikampek Harus Diusut

Rabu, 29 Juli 2026 - 05:04

Satu Lolos di LPSE, Dua Diundang Klarifikasi: Dugaan Kejanggalan Tender Karawang Picu Sorotan Publik

Selasa, 28 Juli 2026 - 06:03

Tangis Anak Bongkar Dugaan Asusila di Tirtajaya, Kasus Kini Ditangani Polres Karawang

Senin, 27 Juli 2026 - 04:45

Bapenda Karawang Perkuat Sinergi dengan Dunia Usaha, Sosialisasikan Opsen PKB dan BBNKB 2026 kepada 900 Peserta

Jumat, 24 Juli 2026 - 03:48

Ketua Umum Garda Wisesa Nusantara Kutuk Keras Oknum Pembuang Limbah B3 di Irigasi Desa Telukbango: “Ini Kejahatan Lingkungan”

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:15

Proyek Rehabilitasi SDN Mekarpohaci III Disorot, Dugaan Material Kayu Tak Sesuai Spesifikasi Picu Permintaan Evaluasi

Berita Terbaru