RSUD Jatisari Perkuat Layanan Kesehatan dengan Kehadiran Unit Pengelola Darah

- Penulis

Rabu, 25 Februari 2026 - 01:35

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokter Spesialis Patologi Klinik, dr. Ilmi Cahya Ruslina

Dokter Spesialis Patologi Klinik, dr. Ilmi Cahya Ruslina

Karawang | Lintaskarawang.com – RSUD Jatisari kini bersiap memiliki Unit Pengelola Darah (UPD) sebagai langkah strategis memperkuat layanan kesehatan, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan darah secara mandiri. Peresmian unit baru tersebut dijadwalkan berlangsung setelah Idulfitri 2026.

Dokter Spesialis Patologi Klinik, dr. Ilmi Cahya Ruslina, menjelaskan bahwa sebelumnya RSUD Jatisari hanya memiliki layanan transfusi darah yang berlokasi di Kenanga. Kini, rumah sakit tersebut telah resmi mengantongi izin operasional UPD sejak 13 Februari 2026.

“Sebelumnya kami masih bergantung pada pasokan darah dari Palang Merah Indonesia. Sekarang izin operasional UPD sudah terbit, dan kami sedang melakukan pelatihan, konsolidasi, serta melengkapi peralatan,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan, target operasional penuh direncanakan pada April mendatang. Meski pasien yang membutuhkan transfusi sudah ada, penyediaan darah saat ini masih belum sepenuhnya mandiri dan tetap berkoordinasi dengan PMI.

Setelah resmi beroperasi, RSUD Jatisari akan mengelola pengadaan serta distribusi darah secara mandiri, termasuk penyelenggaraan kegiatan donor darah. Pada tahap awal, manajemen akan menggelar donor darah khusus. Jika jumlah pendonor meningkat signifikan, rumah sakit juga berencana membentuk unit donor darah keliling.

Baca Juga:  RSUD Jatisari Karawang Tingkatkan Pelayanan Gizi untuk Pasien Rawat Inap dan Rawat Jalan

UPD nantinya tidak hanya melayani transfusi darah utuh, tetapi juga pemisahan komponen darah sesuai kebutuhan medis. Darah yang terkumpul akan diproses menjadi sel darah merah pekat (Pack Red Cell), trombosit, dan plasma.

Saat ini, operasional UPD didukung delapan tenaga teknis medis dan 15 tenaga nonmedis. Manajemen menargetkan ketersediaan stok darah yang stabil untuk memenuhi kebutuhan pasien secara berkelanjutan.

Kebutuhan darah di RSUD Jatisari mencapai sekitar 200 kantong per bulan, dengan volume 350 hingga 450 mililiter per kantong. Dalam tiga bulan terakhir, kebutuhan berkisar antara 150 hingga 200 kantong darah.

Pada tahap awal, unit ini memprioritaskan tiga komponen utama, yakni sel darah merah untuk pasien anemia dan perdarahan, trombosit bagi pasien demam berdarah dengan kadar trombosit rendah, serta plasma darah yang mengandung faktor pembekuan untuk pasien dengan gangguan koagulasi.

“Pasien dengan gangguan pembekuan darah atau perdarahan sangat membutuhkan transfusi plasma. Begitu pula pasien anemia, kanker darah dengan hemoglobin rendah, hingga pasien hemodialisis yang umumnya datang dengan kadar hemoglobin rendah sehingga memerlukan transfusi,” pungkasnya.

(LK)

Berita Terkait

RSUD Jatisari Luncurkan UPD dan Layanan Homecare MESRA, Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat
Pahami Sistem Triase di IGD, RSUD Jatisari: Prioritas Berdasarkan Tingkat Kegawatan Pasien
RSUD Jatisari Hadirkan Dokter Spesialis Urologi, Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat Karawang
Berawal dari Orang Tua Sakit, Akang Abdol Dirikan Tabib Karawang dengan Pengobatan Seikhlasnya
Sosialisasi Pencegahan Kusta Digelar di Karees, Empat Warga Palumbonsari Terdata Pernah Mengidap
Karawang Darurat HIV? 188 Kasus Baru Muncul dalam Tiga Bulan, Remaja Mulai Terpapar
ANCAMAN NYATA PENYALAHGUNAAN TRAMADOL, GENERASI MUDA TERANCAM GANGGUAN MENTAL
Wabup Karawang Maslani Sidak RSUD Jatisari Pastikan Pelayanan Kesehatan Berjalan Optimal
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:30

Ketum BARAK Indonesia Tantang KIM Buka Data: Jangan Asal Kaitkan Ormas dengan Gangguan Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:23

Ketum Banaspati Minta KIM Tak Cap Ormas dan LSM sebagai Gangguan Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:43

Laskar Merah Putih Kritik KIM: Jangan Stigmatisasi Ormas sebagai Pengganggu Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:29

Fajar Try Suari Kritik Narasi KIM: Audiensi Ormas dan LSM Tak Bisa Serta-Merta Dikategorikan Gangguan Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:16

KIM Disorot, H. Surono: Jangan Balik Narasi, Kritik Masyarakat Harus Dijawab

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:07

Kunjungan Panja DPR RI Dituding Bersifat Sepihak: Pengamat Sebut Keluhan Kawasan Industri Karawang Kaburkan Akar Masalah Lingkungan dan Hak Warga Lokal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:53

BPPKB Banten Karawang Sentil KIM: Jangan Jadikan Investasi Alasan Membungkam Kritik

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:46

Sekjen DPP GMPI Kritik Keras KIM Karawang: Jangan Jadikan Isu Investasi untuk Membungkam Kontrol Sosial

Berita Terbaru