Komisi IV DPRD Karawang Gelar RDP Bersama ATEKA, Soroti Transisi ASN Paruh Waktu Tenaga Kependidikan

- Penulis

Kamis, 19 Februari 2026 - 14:33

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang | Lintaskarawang.com – DPRD Kabupaten Karawang melalui Komisi IV menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama ATEKA (Asosiasi Tenaga Kependidikan Karawang), Rabu (18/02/2026), bertempat di Ruang Rapat II DPRD Kabupaten Karawang. Rapat tersebut membahas dinamika transisi status kepegawaian ASN paruh waktu bagi tenaga kependidikan di Kabupaten Karawang.

RDP ini turut menghadirkan perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karawang, BKPSDM Kabupaten Karawang, serta BPKAD Kabupaten Karawang. Kehadiran tiga instansi strategis tersebut bertujuan untuk menyinergikan kebijakan pendidikan, pengelolaan ASN, dan penganggaran daerah secara kolaboratif dan terintegrasi.

Dalam forum tersebut, ATEKA menyampaikan aspirasi terkait ketidakpastian status dan skema pengangkatan ASN paruh waktu tenaga kependidikan. Mereka meminta adanya kejelasan regulasi, mekanisme penggajian, serta kepastian jenjang karier yang adil dan transparan, terutama di tengah kebijakan nasional mengenai penataan tenaga non-ASN.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Komisi IV DPRD menegaskan bahwa persoalan ini bukan hanya menyangkut administrasi kepegawaian, tetapi juga berdampak langsung terhadap kualitas layanan pendidikan di sekolah-sekolah. Oleh karena itu, diperlukan langkah konkret dan terukur agar transisi status kepegawaian tidak menimbulkan gejolak di lapangan.

Baca Juga:  Praktisi Hukum Geram, Sekolah Nyaris Roboh Ancam Keselamatan Siswa di Karawang

Berdasarkan situasi awal tahun 2026, sejumlah agenda strategis turut menjadi pembahasan, di antaranya sinkronisasi penyusunan Rencana Kerja Anggaran (RKA) Disdikbud dengan BPKAD dalam kerangka APBD 2026/2027. Fokusnya meliputi revitalisasi satuan pendidikan, bantuan digitalisasi pembelajaran, serta pengelolaan dan penertiban aset sekolah.

Selain itu, rapat juga menyoroti manajemen kepegawaian dan formasi PPPK paruh waktu. Disdikbud bersama BKPSDM diminta melakukan pemetaan kebutuhan riil tenaga kependidikan, sementara BPKAD memastikan kesiapan anggaran agar kebijakan pengangkatan tidak menjadi beban fiskal yang tak terencana.

Agenda lain yang mengemuka adalah rekonsiliasi Barang Milik Daerah (BMD) di lingkungan pendidikan. BPKAD diharapkan memberikan pendampingan teknis agar verifikasi dan pencatatan aset sekolah berjalan tertib administrasi, sekaligus mendukung transparansi pengelolaan keuangan daerah.

Tak kalah penting, Komisi IV juga mendorong percepatan penerapan sistem E-Office dan digitalisasi administrasi pendidikan. Evaluasi realisasi anggaran dan capaian kinerja triwulan menjadi perhatian serius, guna memastikan setiap kebijakan yang menyangkut tenaga kependidikan berjalan efektif, efisien, dan berpihak pada kepentingan dunia pendidikan di Karawang.

(LK)

Berita Terkait

Warga Mulyajaya Soroti Aset dan Dana Desa Rp190 Juta, Inspektorat Diminta Tegak Lurus
Lebih Praktis! TANGKAR Resmi Jadi SuperApp untuk Semua Layanan Publik Karawang
Wakil Abo Bongkar Polemik Beras Bapanas di Rengasdengklok Selatan: Beras 90 karung di GOR, Warga Mengaku Belum Kebagian
Sungai Perbatasan Cilamaya–Ciasem Dikeluhkan Berbau Menyengat, Warga Minta DLHK Turun Tangan
Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Jalan Poros Tanjung Mekar Rp189 Juta Disorot Warga
DPRD Karawang Resmi Dukung Draft RUU Perlindungan Ketenagakerjaan
Skandal KPR Fiktif Karawang Makin Melebar! Kejari Tetapkan Dua Bos Bank Himbara Jadi Tersangka, Total Kini 7 Orang
Proyek Jalan di Puseurjaya Disorot, Muncul Dugaan Permintaan Uang Koordinasi hingga Jutaan Rupiah
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 05:14

Warga Mulyajaya Soroti Aset dan Dana Desa Rp190 Juta, Inspektorat Diminta Tegak Lurus

Rabu, 16 September 2026 - 02:32

Lebih Praktis! TANGKAR Resmi Jadi SuperApp untuk Semua Layanan Publik Karawang

Jumat, 11 September 2026 - 04:25

Sungai Perbatasan Cilamaya–Ciasem Dikeluhkan Berbau Menyengat, Warga Minta DLHK Turun Tangan

Jumat, 11 September 2026 - 04:12

Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Jalan Poros Tanjung Mekar Rp189 Juta Disorot Warga

Jumat, 11 September 2026 - 02:35

DPRD Karawang Resmi Dukung Draft RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Kamis, 10 September 2026 - 12:14

Skandal KPR Fiktif Karawang Makin Melebar! Kejari Tetapkan Dua Bos Bank Himbara Jadi Tersangka, Total Kini 7 Orang

Kamis, 10 September 2026 - 08:22

Proyek Jalan di Puseurjaya Disorot, Muncul Dugaan Permintaan Uang Koordinasi hingga Jutaan Rupiah

Senin, 7 September 2026 - 12:27

63 Desa Terima LHP AMJ, Publik Karawang Menanti Dibukanya Temuan dan Tindak Lanjut

Berita Terbaru