Musrenbang RKPD 2027 Kutawaluya, DPRD Dapil II H.Karsim Desak Solusi Konkret untuk Ulu-ulu, Pupuk, dan Infrastruktur Pertanian

- Penulis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 04:53

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lintaskarawang.com

Lintaskarawang.com

Karawang | Lintaskarawang.com Pemerintah Kabupaten Karawang menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 tingkat Kecamatan Kutawaluya, Selasa (13/02/2026). Forum yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Kutawaluya itu mengangkat tema “Penyediaan Infrastruktur Konektivitas Wilayah yang Berkualitas, Merata, dan Terintegrasi.”

Musrenbang tersebut menjadi tahapan penting dalam penyusunan perencanaan pembangunan daerah sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 dan Surat Edaran Bupati Karawang Nomor 134 Tahun 2026. Sejumlah unsur hadir dalam kegiatan itu, mulai dari Camat Kutawaluya Karta Wijaya, SE., anggota DPRD Kabupaten Karawang Dapil II, unsur TNI-Polri, kepala desa, BPD, LPM, hingga perwakilan kelompok masyarakat.

Lintaskarawang.com
Lintaskarawang.com
Dalam forum tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Karawang Dapil II, H. Karsim Atau Biasa di sebut dengan Panggilan Dewan tani, dalam Zoom meting menyampaikan kritik terbuka terkait persoalan mendasar yang dinilai belum terselesaikan dari tahun ke tahun, khususnya di sektor pertanian. Ia menegaskan bahwa perencanaan pembangunan tidak boleh berhenti pada tataran seremonial, melainkan harus menjawab persoalan riil di lapangan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu isu yang ia soroti adalah keberadaan ulu-ulu atau petugas pengatur air di saluran tersier. Menurutnya, hingga kini tidak ada kejelasan honor bagi mereka, padahal perannya krusial dalam menjaga kelancaran irigasi sawah.

“Saluran sekunder ada yang mengurus, tapi tersier yang langsung ke sawah petani justru tidak ada kepastian. Pekerjaan mereka berat, berhari-hari membersihkan saluran, tapi tidak ada honor tetap. Kalau ini dibiarkan, jangan heran kalau irigasi terbengkalai,” tegasnya.

Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Karawang agar segera mengambil kebijakan konkret terkait insentif bagi ulu-ulu.
Persoalan pupuk subsidi juga menjadi sorotan tajam.

Ia menyebut urea dan SP-36 sebagai kebutuhan pokok petani yang tidak bisa diganti begitu saja tanpa kajian dan uji coba yang jelas. Ia mengingatkan agar kebijakan perubahan subsidi tidak dilakukan sepihak tanpa sosialisasi kepada kelompok tani dan gapoktan.

“Kalau mau mengganti dengan pupuk organik, silakan buat demplot yang jelas dan terbukti. Jangan sampai kebijakan berubah, tapi hasil panen justru turun dan petani yang menanggung risiko,” ujarnya.

Baca Juga:  Dugaan Pengelolaan Dana Material P3-TGAI di Desa Malangsari Disorot, Ketua P3A Sebut Hanya Diberi Mandat Urus Pengairan

Di sektor infrastruktur, ia menyoroti kerusakan tanggul irigasi sekunder di sejumlah wilayah seperti Cilebar dan Jayakerta. Ia menilai kewenangan antara pihak pengelola sungai dan irigasi belum diiringi pengawasan yang maksimal, sehingga banyak tanggul rusak dan mengganggu sistem pengairan.

Ia mendorong adanya penegasan batas tanggul serta pembangunan jalan usaha tani agar tidak terjadi pengerukan yang merusak struktur tanggul.

Kualitas pembangunan turap jalan dan drainase pun tak luput dari kritik. Ia menilai ada proyek turap yang baru dibangun namun dalam hitungan bulan sudah mengalami kerusakan. Kondisi itu dinilai merugikan petani yang lahannya digunakan tanpa ganti rugi.

“Petani sudah ikhlas memberikan lahannya untuk pembangunan, tapi kalau hasilnya cepat rusak, itu jelas tidak adil. Kualitas harus dijaga, jangan sampai proyek baru beberapa bulan sudah hancur,” katanya.

Ia juga menyinggung dampak lanjutan seperti munculnya sarang tikus di turap yang rusak dan merugikan hasil panen.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya keberpihakan nyata terhadap kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di wilayah Rawamerta, Rengasdengklok, Kutawaluya, Cilebar, dan Jayakerta. Menurutnya, jika pertanian diperkuat dan petani sejahtera, maka arus urbanisasi ke kawasan industri dapat ditekan.

“Kalau pertanian maju dan penghasilan petani layak, masyarakat tidak perlu berbondong-bondong mencari kerja ke kota atau pabrik Yang ada Di kabupaten karawang ,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga meminta perhatian terhadap jalan penghubung Desa Panyingkiran dan Desa sekarwangi yang dilaporkan rusak parah dan sulit dilalui kendaraan roda empat. Ia berharap pemerintah desa dan instansi terkait segera merealisasikan perbaikan karena menyangkut keselamatan dan aktivitas ekonomi warga.

Musrenbang RKPD 2027 di Kecamatan Kutawaluya pun menjadi momentum bagi DPRD untuk mengingatkan agar pembangunan tidak sekadar tercatat dalam dokumen perencanaan, melainkan benar-benar diwujudkan secara berkualitas, terukur, dan berpihak pada kebutuhan dasar masyarakat, terutama petani sebagai tulang punggung wilayah Dapil II Karawang.

(Wahid)

Berita Terkait

Desa Rengasdengklok Selatan Bersama Mahasiswa UBP Resmikan Tempat Pengelolaan Sampah, Dorong Budaya Hidup Bersih dan Ramah Lingkungan
Pipik Taufik Ismail Serap Aspirasi Warga Nagasari, Tegaskan Fungsi Pengawasan Demi Pembangunan yang Tepat Sasaran
Bupati Karawang Lantik Direksi Petrogas dan Sejumlah Pejabat, Tekankan Profesionalisme dan Kolaborasi
Desa Pasirjengkol Siapkan Rangkaian Semarak HUT ke-81 RI, Kades Ajak Warga Perkuat Persatuan Lewat Beragam Lomba
Polsek Rengasdengklok Kawal Penertiban Bangunan Liar di Saluran Sekunder PJT II, Berlangsung Aman dan Kondusif
PJT II Dan Pemerintah Kabupaten karawang Tertibkan Bangunan Liar di Saluran Sekunder Cikangkung, Dua Alat Berat Diterjunkan
Ormas Paguyuban Masyarakat Karawang Ancam Demo 30 Hari Berturut-turut, Desak Bupati Tinjau Langsung Proyek Bermasalah
Sekda Karawang Ingatkan ASN Jaga Etos Kerja Usai Nobar Final Piala Dunia 2026, Omzet UMKM Tembus Rp1,19 Miliar
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 06:38

Warga Perum Karawang Jaya Gotong Royong Sambut HUT ke-81 RI, Semangat Nasionalisme dan Kebersamaan Menggema

Senin, 20 Juli 2026 - 14:14

Dewan Pers Tegur Ucapan yang Merendahkan Wartawan, Hotman Paris Akhirnya Minta Maaf

Senin, 13 Juli 2026 - 01:02

Di Harkopnas ke-79 Presiden Prabowo Euweuh Pangaruhna Pemerintah Tetap Fokus Jalankan Program Rakyat

Senin, 13 Juli 2026 - 00:58

Harkopnas Ke – 79 Karawang Mobilisasi 2.050 Anggota KDPMP Siap Wujudkan Koperasi Berdaya

Jumat, 3 Juli 2026 - 04:33

Panitia Resmi Terima Tiga Bakal Calon BPD Desa Gebangjaya, Tahapan Pemilihan Kini Bergulir

Kamis, 25 Juni 2026 - 03:29

DPRD Karawang Finalisasi Raperda Tantribun, Perkuat Aturan Ketertiban dan Perlindungan Masyarakat

Kamis, 25 Juni 2026 - 03:17

DPRD Karawang Bahas Raperda Kabupaten Layak Anak, Pansus Bedah Pasal Demi Pasal

Minggu, 21 Juni 2026 - 16:21

Perluas Struktur Organisasi, DPC PSN Karawang Serahkan SK DPAC Kecamatan Klari

Berita Terbaru