Karawang | Lintaskarawang.com – Kondisi Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Kali Citarum terpantau mengalami kenaikan signifikan berdasarkan laporan Telemetri Kedung Gede pada Minggu, 18 Januari 2026. Kenaikan terjadi sejak dini hari hingga siang hari, dengan status berubah dari Aman menjadi Awas.
Berdasarkan data pemantauan, pada pukul 01.00 WIB TMA masih berada di angka 9,16 meter dengan debit 428,5 meter kubik per detik dan berstatus Aman. Namun, kondisi tersebut terus mengalami peningkatan secara bertahap seiring bertambahnya debit air.
Memasuki pukul 03.00 WIB, TMA tercatat naik menjadi 10,17 meter dengan debit 577,3 meter kubik per detik dan status berubah menjadi Siap. Kenaikan berlanjut hingga pukul 05.00 WIB dengan TMA mencapai 10,93 meter dan debit 705,3 meter kubik per detik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada pukul 06.00 WIB, kondisi Sungai Citarum memasuki status Siaga setelah TMA menyentuh angka 11,27 meter dengan debit 767,1 meter kubik per detik. Status Siaga ini berlanjut hingga pukul 07.00 WIB dengan TMA 11,52 meter.
Situasi semakin mengkhawatirkan pada pukul 08.00 WIB ketika TMA mencapai 12,00 meter dengan debit 909,3 meter kubik per detik dan resmi masuk status Awas. Kenaikan ini menandakan potensi ancaman luapan air ke wilayah sekitar bantaran sungai.
Hingga pukul 13.00 WIB, TMA terus meningkat menjadi 12,70 meter dengan debit air mencapai 1.058,1 meter kubik per detik. Kondisi ini menunjukkan tekanan air yang cukup tinggi dan berpotensi menimbulkan dampak banjir di daerah hilir.
Sesuai ketentuan, kondisi Aman ditetapkan apabila TMA berada di bawah atau sama dengan 9,99 meter. Sementara itu, status Siap berada pada kisaran 10 hingga 10,99 meter, Siaga pada 11 hingga 11,99 meter, dan Awas apabila TMA melebihi 12 meter.
Dengan status Awas yang telah tercapai, masyarakat yang bermukim di sekitar aliran Sungai Citarum diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, memantau informasi resmi, serta menyiapkan langkah antisipasi apabila terjadi luapan air.
Pihak terkait diharapkan terus melakukan pemantauan intensif dan menyampaikan informasi terkini kepada masyarakat guna meminimalisir risiko serta dampak yang dapat ditimbulkan akibat meningkatnya debit dan tinggi muka air Sungai Citarum. (LK)













Tinggalkan Balasan