Karawang | Lintaskarawang.com – Di tengah kesibukannya sebagai pekerja pabrik dan aktivis serikat, Wawan Setiawan menunjukkan bahwa semangat berwirausaha bisa berjalan beriringan, Ia kini mengambil peran baru dengan memimpin kelompok tani budidaya lele di Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang.
Wawan, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Federasi Serikat Pekerja Islam dan karyawan di PT Cangshin Indonesia, resmi bergabung dengan Yayasan UMKM Karawang Enterpreneur Sejahtera (KERSA).
Melalui wadah tersebut, ia berkomitmen menghidupkan kembali kelompok-kelompok budidaya lele yang sebelumnya sempat vakum.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ditemui di sekretariat KERSA, Wawan mengungkapkan bahwa usaha budidaya lele yang dijalaninya sudah dimulai sejak lama secara mandiri, namun perjalanan tersebut diakuinya tidak selalu berjalan mulus.
“Saya mulai dari nol, belajar secara otodidak, kendala terbesar ada di pemasaran dan minimnya pemahaman tentang sistem budidaya yang baik,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menghadapi tantangan dalam aspek legalitas usaha, produk lele yang dihasilkannya belum dilengkapi dokumen penting seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, hingga Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), yang berdampak pada terbatasnya akses pasar.
Bergabung dengan KERSA menjadi titik balik bagi Wawan, ia melihat adanya peluang untuk berkembang melalui pendampingan, edukasi, serta jaringan komunitas yang lebih luas.
“KERSA bukan hanya wadah, tapi juga tempat belajar, kita bisa mendapat ilmu dari narasumber terpercaya, sekaligus berbagi pengalaman dengan pelaku UMKM lainnya,” katanya.
Dalam waktu dekat, kelompok pembudidaya lele di Kecamatan Klari akan didaftarkan secara resmi ke dinas terkait, langkah ini diharapkan membuka akses terhadap berbagai program pemerintah, mulai dari pelatihan hingga bantuan usaha.
Wawan menegaskan, visinya tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga mendorong kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya administrasi dan legalitas. Menurutnya, hal tersebut menjadi kunci untuk memperluas pasar, baik secara daring maupun luring.
“Saya sudah lama menunggu adanya komunitas seperti ini yang bisa jadi tempat diskusi, berbagi solusi, dan saling menguatkan antar pelaku UMKM,” tuturnya.
Berbasis di Perumahan Budiman, Kecamatan Klari, Wawan optimistis kebangkitan budidaya lele dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat setempat, ia ingin membuktikan bahwa pekerja juga mampu menjadi pembudidaya sukses, selama memiliki kemauan belajar dan berkolaborasi.
Langkah Wawan Setiawan menjadi cerminan bahwa perubahan dapat dimulai dari keberanian mengambil peluang, bahkan di tengah keterbatasan.
Penulis: Nur Miroj
Editor: Aan Ade Warino













Tinggalkan Balasan