Kritik Keras Aktivis Karawang Pengakuan Pahlawan Nasional Belum Sentuh Jantung Perjuangan Sunda

- Penulis

Selasa, 11 November 2025 - 13:54

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com -Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional tahun 2025 (mengacu pada penetapan terbaru) kembali menuai kritik tajam dari Jawa Barat. Kang Cucu, seorang aktivis budaya dan pemerhati sejarah dari Karawang, menyikapi penetapan tersebut dengan rasa keprihatinan mendalam, menyoroti bahwa kontribusi besar tokoh-tokoh perintis Sunda masih luput dari perhatian Pemerintah Pusat.

Kecewa pada Minimnya Pahlawan Kultural dari Jawa Barat
Dalam pernyataan persnya, Kang Cucu mengakui pentingnya pengakuan terhadap pahlawan yang baru ditetapkan, namun ia menyoroti minimnya representasi dari tokoh Jawa Barat, khususnya mereka yang berjuang di bidang non-militer.

“Kami mengapresiasi setiap pahlawan baru. Namun, sampai kapan mata negara ini tertutup untuk melihat jasa emas para pejuang intelektual dan kultural dari Tatar Pasundan?” tegas Kang Cucu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia berpendapat bahwa selama ini, pemerintah cenderung memprioritaskan pahlawan dengan riwayat perjuangan fisik dan militer, sehingga mengesampingkan tokoh-tokoh yang meletakkan fondasi peradaban modern bangsa.
Desakan untuk Pahlawan Perintis Pendidikan dan Perempuan
Kang Cucu secara spesifik menyebut beberapa nama tokoh Sunda yang perjuangannya dinilai jauh melampaui kepentingan daerah dan seharusnya menjadi pahlawan nasional:
1. Inggit Garnasih

“Beliau adalah tiang sandaran moral dan finansial dari Bung Karno selama 20 tahun pengasingan. Tanpa Inggit, belum tentu Proklamator kita sekuat itu. Mengapa pengakuan terhadap ‘Ibu Bangsa’ ini selalu tertunda? Ini adalah cermin kurangnya penghargaan terhadap peran perempuan Sunda dalam pusaran kemerdekaan

Baca Juga:  Kang Cucu Apresiasi Pembangunan Infrastruktur, Ingatkan Pentingnya Gedung Kesenian Karawang

2. Raden Ayu Lasminingrat (Garut)

“Sebagai pelopor pendidikan wanita di Indonesia. Lasminingrat mendirikan Sakola Kautamaan Istri* yang membentuk martabat kaum perempuan pribumi melalui pendidikan. Jasa beliau di bidang kesetaraan harus diakui sejajar dengan tokoh-tokoh pendidikan nasional lainnya.”

3. R.H. Moehamad Moesa (Garut) “Beliau adalah **Bapak Sastra Sunda Modern, yang karyanya dicetak secara luas dan digunakan sebagai sarana pendidikan moral dan pengetahuan di era kolonial. Kontribusi literasi dan edukasinya sangat fundamental bagi kebangkitan kesadaran pribumi.”
Tuntutan Aktivis Karawang
Kang Cucu menegaskan bahwa perjuangan tokoh-tokoh tersebut—yang berasal dari Karawang hingga Priangan—bukan hanya sekadar perjuangan lokal, melainkan kontribusi besar terhadap narasi kebangsaan secara utuh.

“Kami di Karawang, yang merupakan lumbung padi dan saksi bisu perjuangan, meminta Tim Peneliti Gelar Pahlawan Nasional (TP2GP) untuk segera meninjau ulang usulan-usulan dari Jawa Barat. Jangan biarkan generasi muda Sunda merasa bahwa jasa leluhurnya yang luar biasa dalam bidang pendidikan, kesenian, dan pergerakan kaum perempuan seolah tidak berarti di mata negara,” tutup Kang Cucu, berharap tahun depan akan ada keadilan sejarah bagi Pahlawan Perintis dari Tanah Pasundan.

Berita Terkait

Bupati Aep: Tahun Baru Islam Momentum Mempererat Persatuan dan Kepedulian Sosial
Aep Syaepuloh Bahagia Ikuti Kirab Mahkota Binokasih, Tunggangi Kuda dan Sapa Ribuan Warga Karawang
Karawang Bergemuruh, Ribuan Warga Sambut Kirab Mahkota Binokasih hingga Larut Malam
Aep-KDM Tampil Berdampingan di Kirab Binokasih, Ribuan Warga Karawang Histeris
Karawang Jadi Tuan Rumah Kirab Budaya Tatar Sunda, Polres Siaga Amankan Jalur dan Antisipasi Macet
Ribuan Warga Padati Pendopo Bojong Tugu, Hajat Bumi Babarit Berlangsung Semarak
Lewat Drama Tole Iskandar, PSN Kobarkan Nasionalisme di HUT Depok
Kirab Budaya Perdana Kongco Shia Djin Kong Meriahkan Rengasdengklok
Berita ini 12 kali dibaca
Tag :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:21

Satu Hari Dua Telur, Sejuta Harapan untuk Masa Depan Anak: Batujaya Perkuat Upaya Tekan Angka Stunting

Senin, 13 Juli 2026 - 00:20

Ratusan Warga Antusias Ikuti Pemeriksaan Mata dan Pembagian Kacamata Gratis di Vihara Buddha Loka

Minggu, 5 Juli 2026 - 10:08

Rayakan Milad ke-1 Pasca Vakum, Jajaran Komunikasi Cengkong (JKC) Gelar Santunan 50 Anak Yatim Piatu

Selasa, 23 Juni 2026 - 06:48

Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, MDTU Al Hidayah Karawang Santuni Anak Yatim dan Perkuat Kepedulian Sosial

Rabu, 27 Mei 2026 - 06:05

Owner PT Kevin Putra Singaraja dan Keluarga Bagikan Daging Kurban untuk Masyarakat

Sabtu, 18 April 2026 - 17:20

Penyerahan SK Bank Sampah dan Kunjungan Rescue Karang Taruna di Desa Cikalong

Rabu, 15 April 2026 - 11:48

PJT II Rengasdengklok Lakukan Pembersihan Irigasi, Masyarakat Diimbau Tidak Buang Sampah Sembarangan‎

Sabtu, 28 Maret 2026 - 08:15

RESCUE KARANG TARUNA GELAR AKSI BERSIH SAMPAH DAN ECENG GONDOK DI DESA TANJUNG MEKAR

Berita Terbaru