Banyak Macan Tutul Berkeliaran, Amankah Mendaki Gunung Sanggabuana?

- Penulis

Selasa, 23 September 2025 - 12:39

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Doc. Istimewa SCF

Doc. Istimewa SCF

Karawang, Lintaskarawang.com – Baru-baru ini, Tim Ekspedisi Macan Tutul Jawa Sanggabuana yang dibentuk oleh TNI AD bersama Sanggabuana Conservation Foundation (SCF) melaporkan adanya 198 aktivitas Macan Tutul Jawa di kawasan Pegunungan Sanggabuana. Dari hasil identifikasi, tercatat 19 individu, salah satunya betina yang membawa dua anak.

Ekspedisi ini telah berlangsung sejak Februari 2025 setelah dilepas langsung oleh KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak, M.Sc. Tujuannya adalah menghitung populasi Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas), memetakan sebarannya, mengkaji satwa mangsa, serta menyusun langkah mitigasi potensi konflik dengan manusia. Selain itu, ekspedisi juga berfokus pada edukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian satwa liar.

Dengan temuan tersebut, muncul pertanyaan: apakah mendaki Gunung Sanggabuana masih aman? Maklum, gunung dengan ketinggian 1.300 mdpl ini setiap akhir pekan selalu dipadati pengunjung yang melakukan trekking, ziarah, maupun olahraga trail run.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menjawab hal itu, Bernard T. Wahyu Wiryanta selaku Leader Tim Ekspedisi memastikan jalur resmi pendakian, terutama yang melalui Desa Mekarbuana, tetap aman. Meski kamera jebak sempat merekam keberadaan macan tutul dan macan kumbang di jalur pendakian, satwa ini cenderung menghindari manusia.

“Masih aman, yang penting tidak keluar dari jalur resmi yang sudah ditetapkan oleh pengelola,” tegas Bernard. Dari data SCF, rekaman kamera trap bahkan memperlihatkan macan tutul maupun macan kumbang menggunakan jalur yang sama dengan pendaki, peziarah, dan pelari. Meski begitu, hingga kini belum ada insiden yang membahayakan pengunjung.

Baca Juga:  KASAD LEPAS GARUDA KEMBALI KE LANGIT SANGGABUANA

Bernard yang juga seorang fotografer dan peneliti satwa liar menambahkan, jika bertemu macan di jalur pendakian, pengunjung tidak perlu panik. Caranya cukup tenang, berhenti sejenak, lalu menciptakan bunyi-bunyian seperti dengan alat masak berbahan logam atau peluit. “Biasanya macan akan segera menyingkir. Ranger kami juga pernah berpapasan dalam jarak 6 meter, dan itu tidak apa-apa,” jelasnya.

Namun, Bernard kembali menegaskan bahwa aktivitas pengunjung hanya diperbolehkan di jalur resmi serta lokasi wisata alam yang sudah ditentukan, seperti Curug Cigeuntis, Curug Cikoleangkak, Curug Bandung, dan Curug Cipanunda. Kegiatan di luar jalur resmi, apalagi berburu dengan senjata api atau senapan angin, dilarang keras.

“Bersama TNI, Polri, dan Polhut Perhutani, kami rutin melakukan patroli untuk menindak para pemburu satwa liar di kawasan Pegunungan Sanggabuana. Tidak hanya perburuan satwa, penggunaan senjata api dan senapan angin ilegal juga akan kami proses,” tutup Bernard. (LK)

 

 

Berita Terkait

Dugaan Penyimpangan BUMDes dan BLT Dana Desa Mencuat di Desa Gombongsari, Departemen Umum Hankam 88 Laskar NKRI Siap Tempuh Jalur Hukum
MBG untuk Anak, Bukan untuk Ulat: Dugaan Temuan Ulat di SDN Ciptamargi 4 Harus Diusut
Karawang Job Fair 2026 Dibuka, Tersedia Formasi Khusus Penyandang Disabilitas
BPD Tirtasari Memanas! Jumlah Pemilih Mendadak Berlipat, Proses Pemilihan Dituntut Diulang
DPRD Karawang Gelar Rapat Paripurna, Bahas KUA-PPAS 2027 dan Propemperda 2026
BUMDes Mandiri Sejahtera Parungmulya Dorong Masyarakat Jadi Mitra Strategis Kawasan Industri
Dugaan Intimidasi Jelang Pilkades Sumber Urip, Warga Mengaku Dimaki dan Diancam Putus Listrik.
Diduga Minta Uang, Pekerjaan Pemagaran di Sindangmulya Dihentikan Kades, Warga Desak PRKP Turun Tangan
Berita ini 129 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 14:27

Semarak Hari Jadi Karawang ke-393, 1.500 Peserta Ramaikan Fun Run 3,93K

Sabtu, 5 September 2026 - 15:22

RESCUE Berdampak & Karang Taruna Desa Situdam Gelar Aksi Bersih Sungai Cilamaya,Dalam Rangka Menyambut Milangkala Karawang ke-393  

Kamis, 3 September 2026 - 03:06

Langkah Perdana Menuju Pilkades 2026, Are Resmi Daftar Pertama di Dukuh Karya dengan Gelombang Dukungan

Rabu, 2 September 2026 - 04:45

Peringati HUT Karawang ke-393, Pemkab Buka Peluang Kerja bagi Warga Desil 1, 2 Dan 3

Rabu, 2 September 2026 - 04:08

LASKAR NKRI DPC Rengasdengklok Turut Serta Aksi Demonstrasi di PT Summit Adyawinsa Indonesia, DPP LASKAR NKRI Turun Langsung

Selasa, 1 September 2026 - 06:54

Mentan Sidak Pompanisasi di Karawang, Pastikan Bantuan Tepat Sasaran untuk Petani

Selasa, 1 September 2026 - 06:47

Hadiah Cinta untuk Orang Tua, Wabup Karawang Resmikan Masjid Al-Hayza di Klari

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:52

Bawa Aspirasi Petani ke Menteri Pertanian, Ade Golun PJT II Rengasdengklok Sampaikan Keluhan Irigasi yang Dikeluhkan Warga

Berita Terbaru