40 Kamera Jebak di Gunung Sanggabuana Rekam 19 Individu Macan Tutul Jawa

- Penulis

Minggu, 14 September 2025 - 13:46

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Doc. Istimewa Sanggabuana Wildlife Ranger

Doc. Istimewa Sanggabuana Wildlife Ranger

Karawang, Lintaskarawang.com – Enam bulan pasca dimulainya Sanggabuana Javan Leopard Survey (SJLS) di Pegunungan Sanggabuana, ratusan foto dan video hasil kamera jebak (trap camera) berhasil dikumpulkan. Rekaman tersebut menampilkan keberadaan macan tutul dan macan kumbang (Panthera pardus melas). Yang mengejutkan, beberapa kamera merekam induk macan berjalan bersama dua anaknya.

Kamera jebak tersebut dipasang oleh Sanggabuana Wildlife Ranger yang berada di bawah naungan Sanggabuana Conservation Foundation (SCF). Selain macan tutul, kamera juga banyak merekam satwa langka dilindungi lainnya.

Sebelumnya, KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc. melepas Tim Ekspedisi Macan Tutul Jawa pada 18 Februari 2025. Tim terdiri dari prajurit Menlatpur Kostrad Sanggabuana, Sanggabuana Wildlife Ranger, serta Polhut Perum Perhutani. Mereka ditugaskan melakukan survei populasi dan preferensi pakan macan tutul jawa di Pegunungan Sanggabuana, Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada Agustus 2025, tim yang diperkuat oleh personel Polsek Tegalwaru, Polres Karawang, melakukan pengambilan data sekaligus pemindahan kamera jebak. Puluhan kamera kemudian kembali dipasang di titik berbeda untuk melanjutkan pemantauan hingga November 2025.

Hasil separuh perjalanan SJLS ini menunjukkan capaian sesuai harapan. Ribuan foto dan video terkumpul, dengan ratusan di antaranya merekam sosok karnivora besar terakhir di Pulau Jawa. Bernard T. Wahyu Wiryanta, peneliti sekaligus fotografer satwa liar yang memimpin tim SJLS, menyebutkan bahwa 40 kamera yang disebar berhasil mengidentifikasi 19 individu macan tutul jawa.

“Dari hasil analisis pola totol dan ciri fisik lainnya, kami berhasil mendata 19 individu macan tutul jawa, sesuai harapan Jenderal Maruli saat melepas tim ekspedisi,” jelas Bernard.

Baca Juga:  GERAK CEPAT TNI AD DAN SCF MENYISIR HUTAN SANGGABUANA POLRES KARAWANG MEMBURU PEMBURU SATWA LIAR TEREKAM KAMERA

Rinciannya, 13 individu dewasa dan 1 anak macan tutul bercorak tutul, serta 4 individu dewasa dan 1 anak macan kumbang (melanistik). Berdasarkan jenis kelamin, tercatat 11 betina dan 3 jantan macan tutul, serta 3 betina dan 2 jantan macan kumbang. Salah satu momen paling menggembirakan adalah rekaman induk macan kumbang bersama dua anaknya dengan pola warna berbeda: satu tutul dan satu kumbang.

Metode identifikasi dilakukan dengan menganalisis pola totol unik tiap individu, yang mirip dengan sidik jari manusia. Selain macan tutul, kamera juga merekam satwa liar lain seperti elang jawa, elang brontok, kucing hutan, kancil, kijang, musang biul, lingsang, ayam hutan, babi hutan, lutung jawa, surili, landak, trenggiling, hingga burung paok pancawarna.

“Data ini tidak hanya merekam satwa target, tetapi juga preferensi pakan serta potensi ancaman terhadap keanekaragaman hayati Sanggabuana. Hasilnya akan menjadi dasar program pelestarian ke depan,” tambah Bernard.

Sementara itu, KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menyambut gembira hasil survei tersebut. Menurutnya, kegiatan ini adalah wujud nyata komitmen TNI AD dalam menjaga kelestarian alam melalui program unggulan Bersatu dengan Alam.

“Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, kita memiliki tanggung jawab besar menjaga keanekaragaman hayati demi kelangsungan generasi mendatang. TNI AD akan terus mendukung pelestarian hutan lindung,” tegas Maruli.

Melalui kerja sama TNI AD, SCF, dan pemangku kepentingan lainnya, hasil ekspedisi ini diharapkan mempercepat proses penetapan Pegunungan Sanggabuana sebagai kawasan konservasi. Hal ini sekaligus menegaskan peran TNI AD bukan hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga melestarikan lingkungan bagi generasi mendatang. (LK)

Berita Terkait

Dewan Tani H. Karsim Dengarkan Keluhan Petani Sekarwangi, Soroti Krisis Air Irigasi hingga Serangan Hama Tikus
Dewan Pers Tegur Ucapan yang Merendahkan Wartawan, Hotman Paris Akhirnya Minta Maaf
Diduga Tidak Netral, Aktivis Laskar NKRI Soroti Pencalonan BPD Perwakilan Perempuan di Desa Gombongsari
Pendaftaran BPD Desa Mekarsari Resmi Ditutup, Sosialisasi Jadi Sorotan Warga di Media Sosial
Kapolres Karawang Perkuat Sinergitas Bersama Kejari dan Yonif 305/Tengkorak, Wujudkan Karawang Aman dan Kondusif
Kapolda Jabar Ajak Semua Pihak Jaga Investasi di Karawang, Ormas dan LSM Sampaikan Aspirasi Soal Perusahaan Lokal
GMMK Gelar Aksi Unjuk Rasa, Desak Transparansi Anggaran dan Tes Urine Massal Pejabat Karawang
Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Pembangunan Rutilahu di Desa Kemiri Diprotes Keluarga Penerima Manfaat
Berita ini 54 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 04:09

Penutupan Nobar Juara Piala Dunia 2026 di Karawang Resmi Berakhir, Omzet UMKM Tembus Hampir Rp1,2 Miliar

Minggu, 19 Juli 2026 - 04:46

Diding Haryono Usung Transparansi dan Aplikasi Aspirasi, Siap Bertarung di Pemilihan BPD Desa Kutanegara

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:40

Korin Ucapkan Selamat HUT Bhayangkara ke-80, PT YPPI Dukung Turnamen Kapolsek Ciampel Cup U-35

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:38

Musdus Bojong Karya II Tetapkan Prioritas Pembangunan, Warga dan Mahasiswa UBP Karawang Dorong Solusi Pengelolaan Sampah

Jumat, 17 Juli 2026 - 05:36

Juru Pengairan PJT Pedes Soroti Minimnya Keterlibatan Linmas Desa Payungsari dalam Gorol Irigasi

Senin, 13 Juli 2026 - 00:51

Melangkah sebagai Bakal Calon BPD Periode 2026–2029, Dede Suhendar Siap Perjuangkan Aspirasi Warga Tiga Dusun

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:32

Mohon Doa dan Dukungan, Oo Maska Nyatakan Siap Maju sebagai Bakal Calon Anggota BPD Desa Kertasari

Senin, 6 Juli 2026 - 10:02

Serap Aspirasi Warga Karawang Barat, Pipik Taufik Ismail Siap Kawal Usulan SMA hingga Penanganan Banjir Citarum

Berita Terbaru