DITEMUKAN 21 JENIS POHON FICUS DI SANGGABUANA

- Penulis

Senin, 12 Februari 2024 - 11:50

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Eksplorasi yang dilakukan Sanggabuana Wildlife Ranger (SCF) yang dibentuk oleh Sanggabuana Conservation Foundation (SCF) di Pegunungan Sanggabuana terus berlanjut dan berhasil mendata keanekaragaman hayati baru di Pegunungan Sanggabuana, Jawa Barat.

Dalam release yang dilakukan oleh SCF, pada awal tahun 2024 ini telah berhasil didata sebanyak 21 jenis tanaman dari keluarga Moraceaea dari Genus Ficus di kawasan hutan Pegunungan Sanggabuana. Moraceaea adalah keluarga ara-araan, salah satu suku anggota tanaman berbunga. Moraceaea merupakan keluarga tanaman berbunga yang terdiri dari 38 Genera dan lebih dari 1100 spesies.

Salah satu genus dari keluarga Moraceaea adalah genus Ficus. Tanaman yang ada di genus Ficus yang berhasil didata oleh para Ranger sebanyak 21 jenis atau spesies, yang tersebar di kawasan seluas 16.500 hektar kawasan hutan Pegunungan Sanggabuana.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Daftar ke 21 jenis Ficus ini termuat dalam daftar keanekaragaman hayati Pegunungan Sanggabuana dalam laporan “Kajian Usulan Perubahan Fungsi Hutan Kawasan Pegunungan Sanggabuana Menjadi Kawasan Konservasi Berupa Taman Nasional” yang dibuat oleh SCF. Selain tanaman dari Genus Ficus, dalam daftar keanekaragaman hayati Pegunungan Sanggabuana dilaporkan sudah terdata 176 spesies tanaman dari 39 Family.

Bernard T. Wahyu Wiryanta, Ketua Tim Pelaksana Kajian yang juga merupakan fotografer dan peneliti satwa liar Pegunungan Sanggabuana mengatakan bahwa Ficus merupakan spesies kunci dan berperan penting untuk menjaga ekosistem di Sanggabuana. Kebanyakan keluarga Ficus selain menjaga tata air juga merupakan sumber pakan alami untuk jenis-jenis burung, primata, serangga, dan sebagian mamalia.

“Burung Rangkong, Takur, Punai, Perkici, dan Merbah sepenuhnya tergantung pada buah-buahan dari genus Ficus pada saat musim berbuah. Buah Ficus juga menjadi makanan primata, terutama Owa Jawa yang menjadi salah satu satwa prioritas di kawasan Pegunungan Sanggabuana.” Jelas Bernard.

Bernard merinci daftar ke 21 jenis Ficus yang ada di Pegunungan Sanggabuana adalah Ficus benjamina/beringin, Ficus rumphii/waringin jawa, Ficus septica/awar-awar, Ficus fistulosa/benying, Ficus annulata/beringin pencekik, Ficus sundaica, Ficus mikrokarpa/beringin cina, Ficus fulva, Ficus padana/hamerang putih, Ficus elastica/karet merah, Ficus virens/bunut bangkok, Ficus variegata/nyawai, Ficus hispida/bisoro, Ficus callosa/ilat ilatan, Ficus carica/tin, Ficus religlosa/pohon bodhi, Ficus racemosa/loa, Ficus retusa/ara jejawi, Ficus ampelas/rampelas, Ficus aurata, dan Ficus pumila var. quercifolia.

Baca Juga:  Vihara Buddha Guna Karawang Gelar Makan Gratis: Menebar Kepedulian di Tengah Tantangan Ekonomi

“Beberapa jenis tanaman Ficus yang famiier di masyarakat misalnya Beringin atau Ficus benjamina. Juga ada pohon Ara dan Tin. Tapi yang menjadi maskot di Sanggabuana adalah pohon Loa atau Ficus racemosa. Ada beberapa Loa yang berukuran sangat besar, bahkan perlu 12 orang untuk memeluk batangnya.” Terang Bernard.

Pada tahun 2022 Bernard mengatakan bahwa pernah ada dua wisatawan dari Thailand beragama Budha yang meminta izin untuk bersemedi di pohon Loa raksasa tersebut dalam rangka ibadah.

Di banyak daerah, beberapa pohon dari keluarga Ficus selain mempunyai fungsi ekologis juga mempunyai makna penting bagi budaya dan agamawi. Seperti beringin sungsang yang ada di Alun-Alun Lor Keraton Yogya misalnya. Juga Ficus religlosa atau Pohon Bodhi yang terkenal dengan nama Sri Maha Bodhi yang ditanam di sebuah kuil di Sri Langka oleh raja Tissa pada tahun 288 Sebelum Masehi. Pohon Ara juga merupakan salah satu tanaman yang disebut dalam beberapa Kitab Suci, baik Injil maupun Al-Qur’an.

Oleh SCF beberapa jenis pohon Ficus ini akan dikembangkan secara in situ untuk merehabilitasi kawasan hutan di Sanggabuana. Selain untuk menambah populasi pakan alami satwa liar yang ada, juga untuk merehabilitasi mata air yanga da di kawasan Pegunungan Sanggabuana. “Beberapa jenis Ficus kami siapkan terutama untuk merehabilitasi Gunung Sinalanggeng yang sudah selesai ditambang oleh PT Atlasindo dan meninggalkan pemandangan yang merusak kecantikan landscape Sanggabuana.” Tutup Bernard.

(Red)

Berita Terkait

Diduga Tidak Netral, Aktivis Laskar NKRI Soroti Pencalonan BPD Perwakilan Perempuan di Desa Gombongsari
Pendaftaran BPD Desa Mekarsari Resmi Ditutup, Sosialisasi Jadi Sorotan Warga di Media Sosial
Kapolres Karawang Perkuat Sinergitas Bersama Kejari dan Yonif 305/Tengkorak, Wujudkan Karawang Aman dan Kondusif
Kapolda Jabar Ajak Semua Pihak Jaga Investasi di Karawang, Ormas dan LSM Sampaikan Aspirasi Soal Perusahaan Lokal
GMMK Gelar Aksi Unjuk Rasa, Desak Transparansi Anggaran dan Tes Urine Massal Pejabat Karawang
Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Pembangunan Rutilahu di Desa Kemiri Diprotes Keluarga Penerima Manfaat
Jaga Kondusivitas Kawasan Industri, Desa Mekarjaya dan Tamelang Sepakati Nota Kesepakatan Bersama dengan Karang Taruna
Dugaan Pengelolaan Dana Material P3-TGAI di Desa Malangsari Disorot, Ketua P3A Sebut Hanya Diberi Mandat Urus Pengairan
Berita ini 4 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 03:46

Pendaftaran BPD Desa Mekarsari Resmi Ditutup, Sosialisasi Jadi Sorotan Warga di Media Sosial

Kamis, 16 Juli 2026 - 02:05

Kapolres Karawang Perkuat Sinergitas Bersama Kejari dan Yonif 305/Tengkorak, Wujudkan Karawang Aman dan Kondusif

Senin, 13 Juli 2026 - 11:00

Kapolda Jabar Ajak Semua Pihak Jaga Investasi di Karawang, Ormas dan LSM Sampaikan Aspirasi Soal Perusahaan Lokal

Senin, 13 Juli 2026 - 10:13

GMMK Gelar Aksi Unjuk Rasa, Desak Transparansi Anggaran dan Tes Urine Massal Pejabat Karawang

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:13

Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Pembangunan Rutilahu di Desa Kemiri Diprotes Keluarga Penerima Manfaat

Kamis, 9 Juli 2026 - 09:57

Jaga Kondusivitas Kawasan Industri, Desa Mekarjaya dan Tamelang Sepakati Nota Kesepakatan Bersama dengan Karang Taruna

Rabu, 8 Juli 2026 - 04:52

Dugaan Pengelolaan Dana Material P3-TGAI di Desa Malangsari Disorot, Ketua P3A Sebut Hanya Diberi Mandat Urus Pengairan

Senin, 6 Juli 2026 - 06:41

Perjuangan H. Karsim Berbuah Hasil, Dinas Pertanian Setujui Normalisasi Irigasi Rawamerta

Berita Terbaru