Soal Anggaran Taman, DLHK Karawang Semua Terbuka dan Bisa Dicek Publik

- Penulis

Kamis, 11 September 2025 - 04:49

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Polemik seputar penggunaan anggaran pemeliharaan taman di Karawang kembali mencuat ke permukaan. Sorotan publik mengarah pada penggunaan bahan seperti sekam dan kompos, serta nilai anggaran yang disebut-sebut mencapai Rp 781 juta. Menanggapi hal tersebut, Dinas Lingkungan Hidup dan Keanekaragaman Hayati (DLHK) Karawang memastikan seluruh proses telah dilakukan secara transparan dan bertanggung jawab.

Kepala Bidang Pertamanan DLHK Karawang, Dede Pramiadi, menjelaskan bahwa angka Rp 781 juta yang ramai dibicarakan merupakan *pagu anggaran, bukan nilai kontrak pelaksanaan yang sebenarnya.

Itu adalah pagu anggaran. Nilai riil pelaksanaan di lapangan justru lebih rendah, yakni sekitar **Rp 625 juta. Dan itu bisa dilihat langsung di papan proyek, tegas Dede saat diwawancarai.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rincian Kegiatan dan Penggunaan Sekam

Anggaran tersebut mencakup serangkaian kegiatan pemuliaan tanah dan penghijauan taman kota, antara lain:

Pembersihan rumput hingga ke akar
Penggemburan tanah
Pemupukan dengan campuran sekam, kompos, dan pupuk kandang
Penanaman tanaman hias

Dede menjelaskan, penggunaan sekam menjadi bagian penting dalam proses perbaikan unsur hara tanah. DLHK mencampurkan sekam bakar, pupuk kandang, dan kompos ke dalam tanah sebagai upaya menyehatkan kembali media tanam.

Sekam itu bukan pemborosan. Ia bagian penting dari proses pemulihan unsur hara tanah. Kami mencampurkannya dengan kompos, sekam bakar, dan pupuk kandang, lalu digemburkan langsung bersama tanah agar unsur hara terserap maksimal,” ujarnya.

DLHK mencatat bahwa volume sekam yang digunakan mencapai 284 meter kubik atau sekitar 35,5 ton, berdasarkan konversi berat jenis sekam sebesar 1 m³ = 125 kg.

Baca Juga:  Kunjungan Wakil Bupati Karawang ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Fokus pada Peningkatan Kualitas Pendidikan

Untuk mencegah sekam beterbangan dan mempercepat penyerapan, proses penggemburan dilakukan bersamaan dengan penyiraman. Menyikapi keluhan masyarakat terkait sebaran sekam di lapangan, DLHK juga telah mengambil langkah teknis.

Mulai besok, hamparan sekam akan ditutup menggunakan jaring paranet agar tidak terbawa angin,” kata Dede.

31.000 Bibit Tanaman Hias Ditaman di Median Jalan

Selain kegiatan pemupukan, proyek ini juga mencakup penanaman sekitar 31.000 polybag bibit tanaman hias di berbagai taman kota dan median jalan. Jenis tanaman yang digunakan antara lain:

Pandan Afrika Kuning
Wera Merah (Bunga Sepatu)
Wera Tricolor
Heliconia Orange
Heliconia Golden Torch
Alamanda Rambat

Program ini merupakan bagian dari upaya penghijauan dan peningkatan estetika lingkungan kota Karawang.

DLHK Buka Ruang Dialog Publik

DLHK menegaskan bahwa seluruh tahapan proyek terdokumentasi dengan baik dan terbuka untuk publik, sebagai bagian dari komitmen terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Kami ingin agar taman-taman di Karawang tetap hijau dan asri. Perawatannya harus rutin. Tahun lalu program ini juga sudah dilakukan, dan hasilnya sangat positif,” ujar Dede.

Ia juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga keasrian taman, bukan justru merusaknya.

Kalau tanah subur, tanaman sehat, kota pun jadi lebih sejuk. Tapi semua ini tidak akan berarti tanpa dukungan masyarakat,” katanya.

Menutup pernyataannya, Dede menekankan pentingnya kepercayaan publik dalam setiap program pemerintah.

Yang kami pertaruhkan bukan hanya sekam atau anggaran. Yang paling penting adalah kepercayaan publik. Dan kepercayaan itu hanya bisa dibangun lewat keterbukaan, data, dan kerja nyata,” pungkasnya.

(Ripai)

Berita Terkait

Alfamart di Kalijaya Diprotes Warga, Legalitas Perizinan Belum Terjawab dalam Musyawarah
‎Karang Taruna Wanasari dan Warga Audiensi, Desak PT TKH Buka Kembali Aktivitas Galian
Karang Taruna Karawang Matangkan Empat Agenda Strategis 2026, Fokus Konsolidasi hingga Regenerasi Organisasi
Polsek Purwasari Bersama Forkopimcam Panen Jagung Hibrida, Perkuat Ketahanan Pangan di Karawang
KWT Mbah Cipto di Telukjambe Jadi Percontohan Urban Farming, Produksi Ribuan Sayuran hingga Edukasi Anak
Aep Syaepuloh Bahagia Ikuti Kirab Mahkota Binokasih, Tunggangi Kuda dan Sapa Ribuan Warga Karawang
Karawang Bergemuruh, Ribuan Warga Sambut Kirab Mahkota Binokasih hingga Larut Malam
Aep-KDM Tampil Berdampingan di Kirab Binokasih, Ribuan Warga Karawang Histeris
Berita ini 19 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 04:11

Hari Pers Sedunia 2026, FWJI Raih Dukungan dan Pengakuan Internasional dari WPO

Minggu, 12 April 2026 - 05:33

Nurdin Syam (Mr KiM) Dukung Penuh Mukab Kadin Karawang, Siapapun Pemenangnya Adalah yang Terbaik

Jumat, 10 April 2026 - 03:02

Mizongyi: Jejak yang Tak Pernah Hilang dari Warisan Abadi Huo Yuanjia

Selasa, 7 April 2026 - 07:24

Mengapa Banyak Orang Menikah Lagi tapi Mengulangi Kesalahan yang Sama? Jejak Pola yang Diam-Diam Dibaca Al-Qur’an

Kamis, 2 April 2026 - 09:29

Bupati Karawang Siap Lindungi Guru Pelapor Dugaan Kecurangan Program MBG

Senin, 16 Maret 2026 - 05:07

Jeritan Seniman Karawang: Surat Terbuka untuk Wamen Kebudayaan Selamatkan Seni Tradisi yang Terancam Punah

Selasa, 24 Februari 2026 - 21:24

Safari Ramadan di Pedes, Wabup Karawang Ajak Masyarakat Perkuat Kebersamaan

Minggu, 22 Februari 2026 - 05:28

Pemkab Karawang Buka Mudik Gratis 2026, Sediakan 810 Kuota ke 13 Kota Tujuan

Berita Terbaru

Live

Segaran Batujaya, Kab. Karawang, Jawa Barat

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:30