Karawang, Lintaskarawang.com – Pemandangan memprihatinkan tampak di sekitar kawasan Jalan Raya depan Mall Resinda hingga sekitarnya. Tanah berserakan di badan jalan, diduga kuat berasal dari jatuhan muatan dump truck proyek pembangunan di samping Bank BCA yang tengah berlangsung di kawasan tersebut. Kondisi ini menuai kritik tajam dari masyarakat, khususnya para pengguna jalan yang melintas setiap hari.
Menurut keterangan sejumlah pengendara motor, tanah yang tercecer itu tidak hanya menimbulkan debu tebal saat kering, tetapi juga menyebabkan mata perih saat berkendara. “Kalau lewat sini, mata jadi perih karena debu berterbangan. Sangat mengganggu, apalagi kalau bawa anak kecil,” ujar salah seorang pengendara yang ditemui di lokasi Minggu (7/9/2025).
Situasi ini makin berbahaya apabila turun hujan. Tanah yang semula berdebu akan berubah menjadi lumpur licin, berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Warga menilai, hal ini menunjukkan lemahnya pengawasan terhadap kendaraan proyek yang lalu lalang di kawasan padat lalu lintas tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dump truck yang membawa tanah diduga tidak menjalankan prosedur standar pengangkutan material, seperti menutup bak muatan dengan terpal. Akibatnya, tanah berjatuhan sepanjang jalan tanpa ada upaya pembersihan dari pihak proyek maupun kontraktor.
Sejumlah warga menyayangkan sikap abai pihak proyek. “Kalau memang ada pembangunan, silakan. Tapi jangan sampai merugikan masyarakat luas. Jalan jadi kotor, licin, dan berbahaya. Ini kan jelas tidak memperhatikan keselamatan,” ucap warga lain dengan nada kesal.
Ironisnya, hingga berita ini diturunkan, belum tampak adanya petugas atau pihak terkait yang turun tangan membersihkan tanah berserakan tersebut. Padahal, area itu merupakan jalur utama kendaraan roda dua maupun roda empat menuju pusat kota Karawang.
Aktivitas proyek pembangunan yang terpantau di samping Bank BCA tepatnya di depan Mall Resinda ini memang tengah berlangsung masif. Namun, dampak lingkungan dan keselamatan masyarakat akibat pengangkutan material tampaknya belum menjadi perhatian serius dari pihak pelaksana.
Pengendara dan warga sekitar mendesak pemerintah daerah melalui dinas terkait segera mengambil tindakan tegas. “Jangan sampai menunggu ada korban kecelakaan dulu baru bertindak. Harus ada pengawasan dan sanksi terhadap kontraktor yang lalai,” tambah Syarif salah seorang tokoh masyarakat Karawang.
Kondisi ini menjadi cermin lemahnya kontrol pemerintah terhadap aktivitas proyek besar di Karawang. Keselamatan pengguna jalan mestinya menjadi prioritas utama, bukan justru dikorbankan demi kelancaran pembangunan semata. (LK)













Tinggalkan Balasan