Karawang, Lintaskarawang.com – Guncangan gempa bumi dirasakan di wilayah Kabupaten Karawang pada Rabu malam (20/8/2025) sekitar pukul 19.55 WIB. Getaran tersebut mengakibatkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan di Kecamatan Pangkalan dan Kecamatan Tegalwaru.
Berdasarkan laporan resmi dari kecamatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, cuaca saat kejadian terpantau gerimis hingga hujan ringan. Guncangan gempa membuat sebagian warga panik dan memilih mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Di Kecamatan Pangkalan, tercatat sebanyak dua keluarga atau lima jiwa harus mengungsi akibat dampak gempa. Selain itu, terdapat dua unit rumah mengalami kerusakan sedang, sementara tiga unit lainnya rusak ringan. Kerusakan ringan juga menimpa aula kecamatan, fasilitas kesehatan PONED, serta rumah warga sekitar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, laporan dari Kecamatan Tegalwaru menyebutkan sejumlah desa terdampak gempa, khususnya Desa Kutanggeng dan Desa Kutamaneuh. Di Desa Kutanggeng, Kampung Jungkur (RT 12/06) terdapat delapan rumah rusak sedang dengan total 9 KK dan 20 jiwa terdampak. Selain itu, di Kampung Kopi tiga rumah milik tiga KK dengan tujuh jiwa juga dilaporkan rusak sedang.
Di Desa Kutamaneuh, Kampung Lengo menjadi titik terdampak cukup parah dengan sembilan rumah rusak sedang, melibatkan 10 KK dan 22 jiwa. Secara keseluruhan, total 14 rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan dengan jumlah 21 KK dan 49 jiwa terdampak di wilayah Kecamatan Tegalwaru.
Meski demikian, hingga laporan ini diterima, belum ada laporan korban jiwa maupun luka-luka akibat gempa tersebut. Warga hanya mengalami kerugian material berupa rumah dan fasilitas umum yang rusak.
Camat Pangkalan dan Camat Tegalwaru bersama unsur Muspika telah melakukan koordinasi dengan BPBD Karawang untuk melakukan langkah darurat penanganan. Upaya yang dilakukan di antaranya adalah pendataan kerusakan, evakuasi warga, serta penyaluran bantuan awal.
Adapun kebutuhan mendesak yang masih diperlukan warga terdampak meliputi logistik berupa makanan siap saji, selimut, alas tidur, serta dukungan relawan dan tenaga medis.
“Laporan sementara ini akan terus diperbarui sesuai perkembangan di lapangan. Kami bersama BPBD dan pihak terkait berkomitmen melakukan langkah-langkah cepat dalam penanganan bencana,” ujar pihak kecamatan dalam laporan resmi.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi terakhir masih dalam pemantauan. BPBD Karawang mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan segera melaporkan jika terjadi kerusakan tambahan di wilayah masing-masing. (LK)













Tinggalkan Balasan