Diskriminasi Terselubung di Dunia Industri? Ucapan HRD FCC Dituding Buka Kotak Pandora

- Penulis

Minggu, 27 Juli 2025 - 06:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Doc. Istimewa Ace Sudiar

Doc. Istimewa Ace Sudiar

Karawang, Lintaskarawang.com – Suasana panas mewarnai ruang publik Karawang usai pernyataan kontroversial yang dilontarkan oleh oknum HRD PT FCC INDONESIA saat audensi bersama Disnaker Kabupaten Karawang, Rabu (23/7/2025). Dalam forum resmi tersebut, oknum HRD yang diketahui bernama Oktav diduga melontarkan ucapan yang merendahkan warga Karawang, dengan menyebut bahwa “orang Karawang selalu diajarin tidak pintar-pintar”, seolah menganggap warga Karawang bodoh.

Pernyataan itu langsung memicu amarah masyarakat Karawang, terlebih setelah potongan video dan narasi terkait tersebar luas di media sosial. Meski Oktav sempat mengklaim bahwa dirinya membela orang Karawang, publik justru menilai pernyataan tersebut menyiratkan adanya pandangan diskriminatif di lingkungan para HRD perusahaan terhadap putra daerah.

“Kalau benar dalam proses hukum terbukti Oktav menyampaikan hal tersebut, maka aparat penegak hukum (APH) wajib mengusut tuntas. Jangan berhenti di Oktav saja, tetapi juga cari tahu siapa saja HRD lain yang turut memiliki pandangan atau pernah menyampaikan ucapan serupa,” ungkap salah satu tokoh aktivis Karawang, Ace Sudiar, pada Minggu (27/7/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Ace, narasi yang dibangun Oktav sejak awal audensi cenderung menggiring opini negatif terhadap kemampuan anak-anak Karawang. “Dia bilang yang ikut tes nggak bisa jawab soal setingkat SMP, padahal yang lolos itu mereka yang dari awal sudah dikondisikan melalui pelatihan khusus. Ini bentuk penyesatan publik. Diplomasi model begini menyakitkan,” tegasnya.

Baca Juga:  HUTAN SANGGABUANA SELUAS 11.743 HEKTAR DIPROSES MENJADI TAHURA

Ace menilai, ucapan Oktav bukan hanya blunder personal, tetapi bisa membuka “kotak pandora” yang lebih besar soal dugaan adanya sistem diskriminatif dalam rekrutmen tenaga kerja di Karawang. Ia mendesak agar pemerintah daerah dan pihak berwenang tidak tinggal diam menyikapi kasus ini.

“Ini bukan persoalan personal lagi. Kalau tidak ditindak, masyarakat Karawang akan semakin percaya bahwa ada perlakuan tidak adil terhadap mereka di dunia industri. Jangan mentang-mentang punya kedekatan dengan pejabat, merasa bisa berkata seenaknya. Ini negara hukum! Tak peduli dia karibnya pejabat tinggi Jawa Barat atau siapa pun, preeekk!!!” tegas Ace dengan nada geram.

Masyarakat Karawang kini menanti langkah tegas dari pemerintah dan aparat hukum untuk memproses kasus ini secara terbuka. Desakan terus menguat agar Disnaker, DPRD, dan APH bersinergi mengungkap kebenaran di balik ucapan diskriminatif tersebut. (LK)

Berita Terkait

JUT Kosambibatu Disorot, Hasil Pengukuran dan Klarifikasi Pihak Terkait Jadi Bahan Verifikasi
FMSB TEGASKAN KOMITMEN KAWAL PERSOALAN PT CMM, IQBAL MAULANA: JANGAN LECEHKAN PENEGAKAN ATURAN PEMERINTAH DAERAH!
Ahmad Basuni Nomor Urut 1, Ahmad Jaenudin Nomor 2 dalam Pilkades Sampalan Kutawaluya
Masyarakat Soroti Pembangunan Rehabilitasi Mushola SMPN I Pakisjaya Diduga Tidak Transparan.dan abaikan K3.
SEGEL DIPASANG, AKTIVITAS DIDUGA BERJALAN: MENGUJI KETEGASAN DAN KOMITMEN PEMERINTAH KABUPATEN SUBANG TERHADAP PT CMM
Dugaan Korupsi Dana Desa TA 2025 Desa Kutaampel. H Karna : Ini Dalam Proses Pemeriksaan Pihak Kepolisian
GMPI DPC CIKAMPEK SURATI PT CELEBES NATURAL PROPERTINDO, TUNTUT HAK INVESTOR PASAR PEMDA
JAGA REPUTASI INVESTASI BYD DAN VINFAST, FMSB DESAK PENEGAKAN HUKUM TERKAIT PT CMM DI SUBANG
Berita ini 47 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:17

JUT Kosambibatu Disorot, Hasil Pengukuran dan Klarifikasi Pihak Terkait Jadi Bahan Verifikasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 03:18

Ahmad Basuni Nomor Urut 1, Ahmad Jaenudin Nomor 2 dalam Pilkades Sampalan Kutawaluya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:53

Masyarakat Soroti Pembangunan Rehabilitasi Mushola SMPN I Pakisjaya Diduga Tidak Transparan.dan abaikan K3.

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:03

SEGEL DIPASANG, AKTIVITAS DIDUGA BERJALAN: MENGUJI KETEGASAN DAN KOMITMEN PEMERINTAH KABUPATEN SUBANG TERHADAP PT CMM

Rabu, 14 Oktober 2026 - 04:24

Dugaan Korupsi Dana Desa TA 2025 Desa Kutaampel. H Karna : Ini Dalam Proses Pemeriksaan Pihak Kepolisian

Minggu, 11 Oktober 2026 - 04:57

GMPI DPC CIKAMPEK SURATI PT CELEBES NATURAL PROPERTINDO, TUNTUT HAK INVESTOR PASAR PEMDA

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:27

JAGA REPUTASI INVESTASI BYD DAN VINFAST, FMSB DESAK PENEGAKAN HUKUM TERKAIT PT CMM DI SUBANG

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:03

MIRIS! Rumah RUTILAHU di Dewisari Rampung Sebulan, Upah Pekerja Tak Kunjung Dibayar, Warga Malah Tekor Rp800 Ribu

Berita Terbaru