Diduga Salah Lokasi, Proyek Jalan PUPR Karawang Disorot Warga

- Penulis

Sabtu, 28 Juni 2025 - 10:18

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Proyek peningkatan jalan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang kembali menuai sorotan. Pasalnya, ditemukan dugaan ketidaksesuaian antara papan informasi proyek dengan pelaksanaan di lapangan.

Dalam papan proyek tertulis pekerjaan berjudul “Peningkatan Jalan Sekarwangi Patengong, Kecamatan Rawamerta” dengan volume sepanjang 104 meter dan lebar 4,5 meter. Proyek senilai Rp189.246.000 ini bersumber dari APBD Karawang Tahun Anggaran 2025 dan dikerjakan oleh CV. Krakatau Abadi dengan waktu pelaksanaan 45 hari kalender.

Namun, hasil penelusuran tim media di lapangan mendapati bahwa proyek justru dilaksanakan di wilayah Dusun Ciwarak, bukan di Dusun Patengong sebagaimana tercantum pada papan informasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketidaksesuaian ini memicu pertanyaan publik mengenai transparansi dan akuntabilitas proyek infrastruktur yang didanai uang rakyat. Mengingat aturan pengadaan barang dan jasa mewajibkan kesesuaian antara dokumen kontrak, lokasi pelaksanaan, dan realisasi fisik.

“Kalau memang proyeknya untuk Patengong, kenapa malah digarap di Ciwarak? Ini harus dijelaskan, jangan sampai ada manipulasi,” ujar salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (28/6/2025).

Baca Juga:  Transparansi Izin TNM Jadi Sorotan, Inisiator Konsolidasi Agus Iman Bersama API dan FMI Siapkan Langkah Hukum Terhadap Dinas PUPR

Warga juga menyebutkan, justru kondisi jalan di Dusun Patengong lebih memprihatinkan. Banyak lubang besar yang membahayakan pengendara, terutama saat hujan karena licin akibat lumpur.

Selain menimbulkan kebingungan, ketidaksesuaian ini juga dapat berimplikasi hukum apabila ditemukan unsur kesengajaan dalam pemindahan lokasi proyek. Hal ini dianggap mencederai prinsip keterbukaan dan tanggung jawab dalam penggunaan anggaran negara.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas PUPR Kabupaten Karawang belum memberikan keterangan resmi. Masyarakat berharap ada klarifikasi dan audit terhadap proyek yang menggunakan dana publik tersebut.

Sebagai informasi, proyek ini bersumber dari APBD yang berasal dari kontribusi rakyat melalui pajak. Maka, keterbukaan dan kejelasan dalam setiap proyek pembangunan merupakan hak publik yang wajib dipenuhi. (***)

 

Berita Terkait

Melangkah sebagai Bakal Calon BPD Periode 2026–2029, Dede Suhendar Siap Perjuangkan Aspirasi Warga Tiga Dusun
Mohon Doa dan Dukungan, Oo Maska Nyatakan Siap Maju sebagai Bakal Calon Anggota BPD Desa Kertasari
Serap Aspirasi Warga Karawang Barat, Pipik Taufik Ismail Siap Kawal Usulan SMA hingga Penanganan Banjir Citarum
Mohon Doa dan Dukungan, Syamsu Novantio Nyatakan Siap Maju sebagai Bakal Calon Anggota BPD Dusun Bojong Tugu I
Warga Blok F TPI Waringinjaya Bersyukur, Pengecoran Lapangan Voli oleh Asep Supriadi Disambut Antusias
Diduga Beda Arah Politik, Amil P3N Desa Mulyajaya Mundur Usai Percakapan dengan Kepala Desa Beredar
ORMAS/LSM Karawang Soroti Dugaan Monopoli Pengelolaan Limbah B3 CATL, Perusahaan Lokal Merasa Tersisih
Perpisahan Siswa dan Kenaikan Kelas SDN Lemahmakmur III Berlangsung Meriah, Prestasi Siswa Diganjar Penghargaan
Berita ini 164 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 03:29

DPRD Karawang Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025 dan Proyeksi KUA-PPAS 2027, Bupati Tekankan Efisiensi Anggaran

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:30

Bupati Aep Tinjau Gebyar PATEN di Karawang Barat, Salurkan Bansos dan Resmikan Program Pembangunan

Selasa, 14 Juli 2026 - 06:56

Karang Taruna Desa Parungmulya dan Telukjambe Sepakat Jaga Iklim Investasi di PT. SAS Kawasan Industri BAM

Senin, 13 Juli 2026 - 01:52

Bupati Karawang Aep Syaepuloh Koperasi Harus Jadi Motor Penggerak UMKM dan Penguatan Ekonomi Daerah

Selasa, 7 Juli 2026 - 07:43

Petani Kemiri Apresiasi Program P3-TGAI, Jaringan Irigasi Diharapkan Mampu Tingkatkan Hasil Pertanian

Senin, 6 Juli 2026 - 10:43

Enam Bulan Menumpang, Kisah Ibu Sarwi Jadi Pengingat Pentingnya Respons Cepat Penanganan Rumah Roboh

Senin, 6 Juli 2026 - 06:12

Pipik Taufik Ismail Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Masyarakat dalam Pengawasan Pemerintahan 2026

Senin, 6 Juli 2026 - 03:50

Perjuangan Dede Anwar Berbuah Hasil, Delapan Warga Desa Ciranggon Terima Program Rumah Layak Huni 2026

Berita Terbaru