Antisipasi Kepadatan, Tol Japek II Difungsikan untuk Pemudik Arus Balik dari Bandung ke Jakarta

- Penulis

Rabu, 2 April 2025 - 13:44

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah petugas kepolisian dari Polres Karawang terpantau tengah melakukan penjagaan dan pengamanan di ruas jalur alternatif tol fungsional Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan.

Sejumlah petugas kepolisian dari Polres Karawang terpantau tengah melakukan penjagaan dan pengamanan di ruas jalur alternatif tol fungsional Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan.

Karawang, Lintaskarawang.com – Guna mengantisipasi lonjakan kendaraan pemudik di Kilometer 66 Tol Jakarta-Cikampek saat arus balik Lebaran Idul Fitri 1446H/2025, Korlantas Polri bersama stakeholder terkait telah menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas. Salah satu strategi yang akan diterapkan adalah memfungsikan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, dalam keterangannya kepada sejumlah awak media di Karawang, Rabu (2/4) siang.

Irjen Pol Agus Suryonugroho menjelaskan bahwa pihaknya bersama stakeholder terkait telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan selama arus balik Lebaran 2025 berlangsung.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hari ini kami akan melakukan gladi (ujicoba) di tol fungsional Japek II, dimulai dari Sadang hingga KM 34 tol fungsional Japek II. Nantinya, kendaraan pemudik dari arah Bandung menuju Jakarta akan dialihkan ke tol fungsional Japek II,” jelasnya.

Menurutnya, kendaraan dari arah Bandung tidak akan langsung masuk ke ruas jalur Tol Jakarta-Cikampek di KM 66. Sebaliknya, kendaraan akan dialihkan ke Sadang untuk masuk ke tol fungsional Japek II guna mencegah kepadatan di KM 66 Tol Jakarta-Cikampek.

“Kendaraan yang masuk ke tol fungsional Japek II ini nantinya bisa melintas melalui dua jalur. Opsi pertama melalui Karawang dan keluar di Gerbang Tol Karawang Barat, sedangkan opsi kedua melalui Cikarang dan keluar di Gerbang Tol Cibatu melalui exit Tol Bojongmangu,” tambahnya.

Baca Juga:  Kang HJA Sosialisasikan Perda Lingkungan Hidup di Desa Medalsari di Sambut Warga

Irjen Agus menegaskan bahwa rekayasa lalu lintas ini bertujuan untuk mengeliminasi pertemuan arus kendaraan dari Trans Jawa yang biasanya bertemu di KM 66 Tol Jakarta-Cikampek. Dengan demikian, beban kendaraan di Cikampek dapat dikurangi dan arus lalu lintas menjadi lebih lancar.

Lebih lanjut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menginstruksikan perumusan strategi arus balik yang diprediksi terjadi pada 5-6 April. Salah satu langkah yang disiapkan adalah penerapan contraflow dari KM 70 hingga KM 47 Tol Jakarta-Cikampek, yang dapat diperpanjang hingga KM 36 jika diperlukan.

Selain itu, jika terjadi lonjakan kendaraan pada 3 April, tahap pertama one way lokal akan diberlakukan dari KM 188 Tol Palimanan hingga KM 70 di GT Cikarang Utama. Jika lonjakan masih tinggi pada 4 April, one way tahap kedua akan diperpanjang dari KM 246 hingga KM 188. Bila lonjakan terus berlanjut hingga 5 April, skema one way akan kembali diperpanjang.

Untuk one way nasional, Irjen Agus menyatakan akan diberlakukan pada 6 April. Selain itu, petugas juga disiagakan di jalur arteri dan tempat wisata guna memastikan kelancaran arus balik Lebaran 2025.

“Jika lonjakan masih terjadi, one way akan diperpanjang dari Batang atau bahkan dari KM 414. Pada 6 April, one way nasional akan dilepas langsung oleh Kapolri dan Menteri Perhubungan,” tutupnya. (LK)

 

 

Berita Terkait

Sorotan Netralitas Aparatur Desa Rengasdengklok Selatan, Diduga Hadiri Riungan Calon BPD di Bojong Tugu 2
Dugaan Eksploitasi Seragam dan Bangunan di MTs Mursidul Falah Karawang Capai Rp1,3 Juta per Siswa
Musyawarah Kekeluargaan Dugaan Pelecehan Anak di Karawang Berakhir Buntu, Keluarga Korban Pertimbangkan Jalur Hukum
Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak di Jayakerta Masuk Tahap Klarifikasi, Korban hingga Saksi Dipanggil Polresta Karawang
Diduga Cemarkan Nama Baik FWJI, Mantan Ketua Korwil Bekasi RSP alias Ros Dilaporkan ke Polisi
Monev Disdikbud Karawang Jangan Sekadar Formalitas: Hasil, Temuan dan Tindak Lanjut Harus Terukur
Dari ARKAS ke Penyedia: Dugaan Pengondisian Pengadaan dan Tagihan Sekolah Dasar di Karawang Dipertanyakan
Diduga Asal Jadi, Proyek Pagar TPU Bangkuang Rp198 Juta Disorot, Pondasi Dipertanyakan, Pengawas Diminta Turun ke Lapangan
Berita ini 62 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 08:14

Jembatan Perintis Garuda Diresmikan, Sambungkan Kalijati-Kamurang dan Permudah Akses Warga

Senin, 10 Agustus 2026 - 05:56

56 Pramuka Karawang Dilepas Menuju Jambore Nasional XII 2026 di Cibubur

Senin, 10 Agustus 2026 - 05:00

Ketua KSM GMBI Kedungwaringin Apresiasi Polsek, Dorong Sinergi Jaga Kamtibmas

Minggu, 9 Agustus 2026 - 03:45

‎Pemkab Karawang Tertibkan 93 Bangunan Liar di Sekitar Gerbang Tol Karawang Timur ‎

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:59

Gerak Cepat! H. Karsim Langsung Eksekusi Normalisasi Irigasi Usai Petani Mengeluh

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:16

Maju sebagai Calon BPD Desa Darawolong,Robi Herawan Nomor Urut 2 Siap Perjuangkan Aspirasi Warga Dusun Kali Jeruk.

Selasa, 4 Agustus 2026 - 07:20

Cetak Bibit Juara, Pemkab Karawang Gelontorkan Rp32,7 Miliar untuk Infrastruktur Olahraga dan Pendidikan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:58

Dewan Tani H. Karsim Perintahkan Gotong Royong Bersihkan Saluran Air Jalur Pertamina di Rawamerta

Berita Terbaru