MUNCUL PULUHAN PATOK DI KAWASAN KARST PANGKALAN MASYARAKAT DAN AKTIFIS MINTA PEMERINTAH TURUN TANGAN

- Penulis

Selasa, 28 Januari 2025 - 03:46

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Setelah penolakan terhadap operasional tambang PT Mas Putih Belitung, masyarakat Karawang Selatan kembali dikejutkan dengan ditemukannya puluhan patok di Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Pangkalan.

Puluhan patok ini pertama kali ditemukan dalam Ekspedisi Keanekaragaman Hayati di kawasan KBAK Pangkalan dan Pegunungan Sanggabuana yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Konservasi Sumber Daya Hutan dan Ekowisata (HIMAKOVA) serta Sanggabuana Wildlife Ranger dari Sanggabuana Conservation Foundation (SCF) pada 18 Desember 2024 hingga 3 Januari 2025. Dari data sementara, terdapat 74 patok yang mengelilingi area sepanjang kurang lebih 1.500 meter.

Menurut warga Citaman berinisial BS, anggota Komunitas Baraya Sanggabuana yang turut serta dalam ekspedisi tersebut, patok-patok tersebut tidak diketahui kapan dipasang. “Saya baru menyadarinya saat ikut ekspedisi bersama Ranger dan teman-teman dari IPB,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

BS mengungkapkan bahwa patok tersebut tersebar di sepanjang jalan setapak di tengah hutan KBAK Pangkalan. Seluruh patok berwarna kuning, bertuliskan “JSI” di bagian atas, serta memiliki angka di bagian samping. Ia menduga jumlahnya bisa lebih banyak jika ditelusuri lebih lanjut. “Saya hanya melihat sebagian karena fokus dengan kegiatan ekspedisi. Kalau ditelusuri lebih jauh, kemungkinan jumlahnya lebih banyak,” tambahnya.

Berdasarkan data peta Minerba, di sekitar KBAK Pangkalan terdapat tiga perusahaan yang beroperasi dalam sektor pertambangan, yaitu PT Jiu Shin Indonesia (JSI), PT Mas Putih Belitung (MPB), dan PT Arumi Putri Rahmat (APR), yang saat ini masih dalam tahap pencadangan.

Kegiatan PT JSI berada di seberang jalan KBAK Pangkalan, tepatnya di Kecamatan Bojongmangu, Bekasi. Sementara itu, PT MPB dan PT APR berlokasi di kawasan KBAK Pangkalan. PT MPB diduga merupakan anak perusahaan PT JSI. Berdasarkan data, PT MPB beralamat di Jalan Raya Jembatan III, Komplek Pluit Mas Blok AA No. 1, Jakarta Utara. Perusahaan ini mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) dari Gubernur Jawa Barat pada 26 Januari 2024, berlaku hingga 26 Januari 2044, dengan kode WIUP 1232156092021002 dan nomor izin 81201102219480007.

Baca Juga:  EKSPEDISI OWA JAWA SANGGABUANA DIMULAI: MENDATA SELURUH OWA JAWA DI PEGUNUNGAN SANGGABUANA

Masyarakat Citaman menyebut bahwa beberapa blok tanah di kawasan KBAK Pangkalan pernah dijual oleh seorang oknum berinisial Haji A, yang anaknya menjabat di pemerintahan desa. Lahan tersebut dikabarkan telah berpindah tangan ke PT JSI dengan luas mencapai puluhan hektare.

Menanggapi temuan patok-patok tersebut, BS yang juga aktivis lingkungan meminta pemerintah, baik eksekutif maupun legislatif, untuk turun tangan. “KBAK Pangkalan seharusnya tidak digunakan untuk aktivitas pertambangan yang dapat merusak lingkungan,” tegasnya.

Sementara itu, Annisa Sutarno dari Sanggabuana Conservation Foundation (SCF) menegaskan bahwa tambang di Karawang Selatan seharusnya tidak diizinkan. Ia mengungkapkan bahwa sejak era Bupati Cellica hingga Bupati Aep, surat penolakan izin pertambangan telah dikirimkan kepada Gubernur Jawa Barat. “Namun, baik gubernur maupun pengusaha tetap membandel. IUP tetap terbit di Karawang Selatan, dan oknum pengusaha tetap melakukan praktik pertambangan, baik yang memiliki izin maupun yang tidak,” ujarnya.

Annisa juga mengungkapkan bahwa hanya berjarak 800 meter dari Tebing Rungking ditemukan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) atas nama PT Batu Subang Sinergi seluas 21 hektare. “Lokasi tersebut merupakan habitat Owa Jawa (Hylobates moloch) dan Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas), dua satwa yang dilindungi. Tidak selayaknya habitat mereka dijadikan lokasi pertambangan,” jelasnya.

Atas temuan ini, Annisa berencana berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Barat terpilih, H. Dedi Mulyadi, untuk membekukan dan menolak semua izin pertambangan di Karawang Selatan, terutama di Pegunungan Sanggabuana yang sedang dalam proses perubahan fungsi menjadi kawasan konservasi. Diketahui, Dedi Mulyadi beberapa kali masuk ke hutan Pegunungan Sanggabuana dan ikut dalam pendataan keanekaragaman hayati di sana. Saat menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPR, ia juga aktif mendukung perubahan status Pegunungan Sanggabuana menjadi Taman Nasional. (LK)

Berita Terkait

Selidiki Penyebab Kematian, Unit Reskrim Polsek Rengasdengklok Olah TKP Penemuan Mayat di Desa Kampung sawah
Diduga Tidak Netral, Aktivis Laskar NKRI Soroti Pencalonan BPD Perwakilan Perempuan di Desa Gombongsari
Pendaftaran BPD Desa Mekarsari Resmi Ditutup, Sosialisasi Jadi Sorotan Warga di Media Sosial
Kapolres Karawang Perkuat Sinergitas Bersama Kejari dan Yonif 305/Tengkorak, Wujudkan Karawang Aman dan Kondusif
Kebakaran Hebat Hanguskan Belasan Lapak Palet di Jalur Pantura Waringinjaya, Lalu Lintas Lumpuh Total
Kapolda Jabar Ajak Semua Pihak Jaga Investasi di Karawang, Ormas dan LSM Sampaikan Aspirasi Soal Perusahaan Lokal
GMMK Gelar Aksi Unjuk Rasa, Desak Transparansi Anggaran dan Tes Urine Massal Pejabat Karawang
Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Pembangunan Rutilahu di Desa Kemiri Diprotes Keluarga Penerima Manfaat
Berita ini 55 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 08:37

Pemerintah Desa Rengasdengklok Selatan dan Petugas Bersihkan Tumpukan Sampah di Bojong Karya 1, Warga Diajak Jaga Kebersihan Lingkungan

Minggu, 19 Juli 2026 - 06:39

ASPRUMNAS Rayakan HUT ke-13, Rakernas 2026 Fokus Transformasi Digital dan Kedaulatan Hunian Rakyat

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:12

Kang Cucu Harap Amanah Baru Waya Karmila Jadi Momentum Penguatan Seni dan Budaya Karawang

Kamis, 16 Juli 2026 - 01:48

Jembatan Karangjati Pedes Diusulkan Ditinggikan, Warga Harap Arus Irigasi Kembali Lancar

Minggu, 21 Juni 2026 - 12:49

Egy Bastyan Hermawan Nahkodai Forum Mitra Dapur Indonesia Emas, Prioritaskan Kepastian Hukum bagi Anggota

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:15

DPC PDI Perjuangan Karawang Gelar Haul Bung Karno dan Pendidikan Politik, Perkuat Konsolidasi Internal Partai

Kamis, 18 Juni 2026 - 02:57

Jejak Kenangan “Asa Masa Depan”, SMP-IT Nurul Huda Batujaya Lepas 85 Siswa Kelas IX dengan Nuansa Penuh Haru

Kamis, 7 Mei 2026 - 09:13

Video Keluhan Pengunjung Inul Vizta Karawang Ramai di TikTok, Muncul Komentar Pro dan Kontra

Berita Terbaru