RESPON ARAHAN PANGLIMA TNI, BABINSA KORAMIL PANGKALAN REBOISASI HUTAN SANGGABUANA

- Penulis

Jumat, 15 November 2024 - 05:47

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Pada Selasa, 5 November 2024, Panglima TNI Jenderal Agus Subianto menerima Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, MA., Ph.D di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur. Dalam pertemuan tersebut, Panglima TNI menekankan pentingnya menjaga dan mereboisasi hutan di Indonesia, yang mencapai luas 125 juta hektar, untuk menghindari perambahan ilegal. Untuk itu, Jenderal Agus berencana mengerahkan Bintara Pembina Desa (Babinsa) bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan dalam menjaga kelestarian hutan serta melakukan reboisasi di kawasan yang sudah gundul.

Tidak menunggu lama, arahan tersebut langsung direspons cepat oleh Koramil Pangkalan di Kabupaten Karawang. Koramil Pangkalan yang menaungi Kecamatan Pangkalan dan Kecamatan Tegalwaru segera menurunkan Babinsa Desa Cintalaksana, Serma Acep, untuk melaksanakan program reboisasi. Serma Acep yang mendapat instruksi dari Danramil Pangkalan Kapten Inf. Moh Sya’in, segera turun ke lapangan pada Jumat, 15 November 2024, di kawasan Pegunungan Sanggabuana.

Pagi itu, Serma Acep bersama masyarakat sekitar membawa ratusan bibit tanaman kehutanan dan buah untuk ditanam di Blok Dindingari, Desa Cintalaksana, wilayah yang menjadi tanggung jawabnya sebagai Babinsa. Kawasan tersebut termasuk dalam pengelolaan Perum Perhutani BKPH Pangkalan, KPH Purwakarta, Divisi Regional Jawa Barat Banten, serta berbatasan dengan Resimen Latihan Tempur (Menlatpur) Kostrad Sanggabuana.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Serma Acep bersama kelompok Sanggabuana Wildlife Ranger dan komunitas Baraya Sanggabuana melakukan rehabilitasi pada blok-blok hutan yang gundul, khususnya yang merupakan habitat satwa langka. “Beberapa blok hutan di Sanggabuana sudah gundul dan terjadi alih fungsi lahan menjadi perkebunan. Perlu reboisasi terutama dengan tanaman kehutanan sebagai sumber pakan alami satwa liar dan memperbaiki tata air di hutan,” ujar Serma Acep di Puncak Sempur.

Baca Juga:  Stasiun Whoosh Karawang Resmi Beroperasi, Tingkatkan Mobilitas dan Potensi Wisata

Selain itu, Serma Acep menyampaikan bahwa berbagai satwa langka seperti macan tutul, owa jawa, dan beberapa jenis elang termasuk elang jawa, masih hidup di kawasan tersebut. “Kami harus melanjutkan langkah-langkah Kasad yang sudah beberapa kali menanam pohon dan melepas liar elang jawa di Sanggabuana. Kami di lapangan tentunya siap menjaga hutan sebagai sumber air dan oksigen bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Komarudin, anggota Sanggabuana Wildlife Ranger dari Sanggabuana Conservation Foundation (SCF), menyambut baik keterlibatan TNI dalam menjaga dan merehabilitasi hutan. Menurutnya, kerjasama dengan TNI, khususnya Babinsa Koramil Pangkalan, akan memperkuat upaya mereka selama ini dalam patroli, reboisasi, dan edukasi masyarakat di sekitar hutan.

Komarudin atau akrab disapa Koko, menambahkan bahwa bibit yang ditanam bersama Babinsa bukan hanya tanaman kehutanan tetapi juga buah-buahan asli Jawa Barat seperti petai, jengkol, dan durian. “Diharapkan saat pohon-pohon ini berbuah, masyarakat bisa memanfaatkannya sebagai sumber penghasilan tanpa harus merusak hutan dengan penebangan,” ujar Koko menutup.

(Red)

 

Berita Terkait

Pendaftaran BPD Desa Mekarsari Resmi Ditutup, Sosialisasi Jadi Sorotan Warga di Media Sosial
Kapolres Karawang Perkuat Sinergitas Bersama Kejari dan Yonif 305/Tengkorak, Wujudkan Karawang Aman dan Kondusif
Kapolda Jabar Ajak Semua Pihak Jaga Investasi di Karawang, Ormas dan LSM Sampaikan Aspirasi Soal Perusahaan Lokal
GMMK Gelar Aksi Unjuk Rasa, Desak Transparansi Anggaran dan Tes Urine Massal Pejabat Karawang
Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Pembangunan Rutilahu di Desa Kemiri Diprotes Keluarga Penerima Manfaat
Jaga Kondusivitas Kawasan Industri, Desa Mekarjaya dan Tamelang Sepakati Nota Kesepakatan Bersama dengan Karang Taruna
Dugaan Pengelolaan Dana Material P3-TGAI di Desa Malangsari Disorot, Ketua P3A Sebut Hanya Diberi Mandat Urus Pengairan
Perjuangan H. Karsim Berbuah Hasil, Dinas Pertanian Setujui Normalisasi Irigasi Rawamerta
Berita ini 18 kali dibaca
Tag :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:40

Satlantas Polres Karawang Larang Mobil Pick Up Angkut Penumpang Demi Keselamatan

Selasa, 14 Juli 2026 - 06:56

Karang Taruna Desa Parungmulya dan Telukjambe Sepakat Jaga Iklim Investasi di PT. SAS Kawasan Industri BAM

Senin, 13 Juli 2026 - 01:52

Bupati Karawang Aep Syaepuloh Koperasi Harus Jadi Motor Penggerak UMKM dan Penguatan Ekonomi Daerah

Selasa, 7 Juli 2026 - 07:43

Petani Kemiri Apresiasi Program P3-TGAI, Jaringan Irigasi Diharapkan Mampu Tingkatkan Hasil Pertanian

Senin, 6 Juli 2026 - 10:43

Enam Bulan Menumpang, Kisah Ibu Sarwi Jadi Pengingat Pentingnya Respons Cepat Penanganan Rumah Roboh

Senin, 6 Juli 2026 - 06:12

Pipik Taufik Ismail Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Masyarakat dalam Pengawasan Pemerintahan 2026

Senin, 6 Juli 2026 - 03:50

Perjuangan Dede Anwar Berbuah Hasil, Delapan Warga Desa Ciranggon Terima Program Rumah Layak Huni 2026

Senin, 6 Juli 2026 - 02:51

Rahmat Binsar Lantik Pengurus PUK SPAI-FSPMI PT ISS Indonesia, Perkuat Soliditas Organisasi Pekerja

Berita Terbaru