Masyarakat Karawang Resah, 4 Ekor Buaya Muncul di Sungai Cibeet, Kostrad dan BBKSDA Turun Tangan

- Penulis

Minggu, 10 November 2024 - 11:54

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto screen shot video saat buaya berenang di Sungai Cibeet

Foto screen shot video saat buaya berenang di Sungai Cibeet

Karawang, Lintaskarawang.com – Warga Desa Tamansari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, resah dengan penampakan empat ekor buaya di Sungai Cibeet. Dalam sepekan terakhir, buaya-buaya tersebut dilaporkan terlihat di sekitar Kampung Cibiuk dan Kiara Payung. Kekhawatiran masyarakat meningkat setelah video satwa liar diduga buaya tersebar di media sosial, memperlihatkan seekor buaya di dekat dermaga penyeberangan sungai.

Keresahan semakin memuncak pada Rabu, 6 November 2024, ketika Noman, warga RT 01 RW 01 Desa Tamansari, hampir diserang buaya saat berada di tepi Sungai Cibeet. Noman melaporkan adanya empat buaya dengan panjang sekitar 3 meter yang bergerak ke arah hulu sungai. Kabar ini memicu kekhawatiran, apalagi terdapat laporan bahwa lima dari 70 buaya di penangkaran Gunungjati, Cianjur, lepas.

Pada Minggu, 10 November 2024, warga kembali melaporkan kemunculan buaya di wilayah Leuwinanggung, dengan bukti video tambahan. Kabar ini disampaikan warga kepada Serda Ahmad Santosa dari Resimen Latihan Tempur (Menlatpur) Kostrad Sanggabuana, yang kemudian melapor ke Pasiter Menlatpur, Lettu Yusuf Firman, dan pihak BBKSDA Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah menerima laporan, tim gabungan yang terdiri dari personil Menlatpur Kostrad Sanggabuana, Babinsa Tamansari, perangkat desa, dan Ketua Karang Taruna Tamansari melakukan pemeriksaan di sepanjang Sungai Cibeet. Komandan Menlatpur Kostrad Sanggabuana, Kolonel Inf Rudianto, memerintahkan pengumpulan informasi untuk memastikan lokasi kemunculan dan keaslian video yang beredar.

Baca Juga:  EKSPEDISI OWA JAWA SANGGABUANA DIMULAI: MENDATA SELURUH OWA JAWA DI PEGUNUNGAN SANGGABUANA

Bernard T. Wahyu Wiryanta, peneliti dan Dewan Pembina Sanggabuana Wildlife Ranger dari SCF, menjelaskan bahwa dari video yang beredar, ukuran buaya diperkirakan mencapai 4-5 meter. Bernard menekankan pentingnya verifikasi lokasi video tersebut, mengingat hingga saat ini identitas pembuat video belum terungkap.

“Dari analisa kami, jika satwa tersebut benar buaya, pergerakannya kemungkinan ke arah hulu sungai. Namun, masih perlu verifikasi lebih lanjut untuk memastikan apakah benar yang dilihat adalah buaya atau bisa jadi hanya biawak besar yang sering terlihat di awal musim hujan,” ungkap Bernard.

Serda Ahmad Santosa, yang mendapat arahan langsung dari Komandan Menlatpur Kostrad, langsung turun ke lapangan bersama tim untuk mengimbau masyarakat agar menghindari Sungai Cibeet sementara waktu. “Kami mengajak warga untuk sementara waktu tidak beraktivitas di sepanjang aliran Sungai Cibeet demi keselamatan, sambil menunggu kepastian apakah satwa tersebut benar buaya atau bukan,” jelas Serda Ahmad.

Pada pukul 16.30 WIB, tim patroli melaporkan kemunculan satwa liar diduga buaya yang muncul sebentar di sungai sebelum kembali tenggelam. Lokasi penampakan tersebut berada di pinggir jalan raya sehingga menarik perhatian warga sekitar.

Berdasarkan hasil koordinasi, BBKSDA Jawa Barat, melalui Seksi Konservasi Wilayah (SKW) 4 Purwakarta, akan melakukan penilaian langsung di lokasi pada Senin, 11 November 2024, untuk mengidentifikasi satwa yang diduga buaya tersebut. (Red)

 

Berita Terkait

DPRD Karawang Siap Kawal Aspirasi PPPK Paruh Waktu, Perjuangkan Kepastian Status dan Kesejahteraan
PT NIJ Tak Hadiri RDP, DPRD Karawang Kecewa: Persoalan Kemitraan dan Tenaga Kerja Jadi Sorotan
Munas APPI 2026 Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers
Bupati Karawang Komitmen Tingkatkan Anggaran UMKM, Targetkan Capai Rp13 Miliar di 2027
JUT Kosambibatu Disorot, Hasil Pengukuran dan Klarifikasi Pihak Terkait Jadi Bahan Verifikasi
FMSB TEGASKAN KOMITMEN KAWAL PERSOALAN PT CMM, IQBAL MAULANA: JANGAN LECEHKAN PENEGAKAN ATURAN PEMERINTAH DAERAH!
Ahmad Basuni Nomor Urut 1, Ahmad Jaenudin Nomor 2 dalam Pilkades Sampalan Kutawaluya
Masyarakat Soroti Pembangunan Rehabilitasi Mushola SMPN I Pakisjaya Diduga Tidak Transparan.dan abaikan K3.
Berita ini 48 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:31

Dugaan Perbuatan Melanggar Hukum oleh PT. NIJ terhadap PT Saptari Sentosa Sejahtera Resmi Layangkan Gugatan di Pengadilan Negeri Karawang

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:56

Motor Warga Mogok Usai Isi Pertalite di SPBU Pedes, Pengawas Minta Maaf

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:13

FMSB TEGAS: JANGAN TERBITKAN IZIN UNTUK PT CMM JIKA LOKASINYA TIDAK SESUAI PERUNTUKAN!

Minggu, 18 Oktober 2026 - 05:40

Proyek Pembangunan RKB POS PAUD BAHRUL ILMI Pakisjaya Rp.189 Juta Di sorot.APD di pertanyakan.

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:48

Konsumen Sudah Lunas, Kost Belum Rampung! GRANADA LIVING KARAWANG Disorot, Kontraktor Mengaku Belum Dibayar

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:59

Kebakaran Kantor ATR/BPN Karawang Jadi Sorotan, Pipik Taufik Ismail Pertanyakan Keamanan dan Cadangan Data Pertanahan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 04:40

Program Modul Gratis Pemkab Karawang Jadi Perhatian, SDN Gempol Karya I Ikuti Kebijakan Pendidikan Daerah

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:37

Dini Novi Andriyani S.E. Raih Nomor Urut 1 dalam Pengundian Calon Kepala Desa Sindangkarya

Berita Terbaru